
"Kenapa kau mau menikah dengan Ditya?" tanya Fernan
Tiara mendongak dan menatap takut pada Fernan "Ka..karna saya mencintainya Tuan, saya tidak tahu kalau Mas Ditya sudah di jodohkan. Saya juga tidak tahu kalau ternyata Mas Ditya adalah dari keluarga anda. Sa..saya benar benar tidak tahu"
Fernan tersenyum tipis "Ohh jadi kau tidak berniat merebut Ditya dari Celin?"
Tiara menggeleng cepat "Tidak. Kalau saya tahu semua itu, saya tidak akan mau menikah dengan pria yang sudah memiliki kekasih"
Faiha mengelus kembali tangan menantunya yang terlihat gemetar menahan rasa takut.
"Berapa umur mu Nak?" tanya Faiha lembut
"Du..dua puluh tahun" jawab Tiara masih merasa gugup
"Ya ampun Son, kau ini pedofil ya. Umur kalian selisih 10 tahu" kata Seno tersenyum meledek
"Hmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Ditya. Saat ini Dia benar benar sedang malas bercanda. Apalagi saat melihat wajahistrinya yang tegang dan takut.
"Oke karna kamu anak yang manis dan baik. Opa merestui hubungan kalian, tapi dengan satu syarat" kata Opa Fernan
"Apa syarat nya Opa?" tanya Ditya
Fernan tersenyum "Cepatlah buat istrimu hamil dan memberikan cicit yang lucu untuk Opa"
"Oke" jawab Ditya cepat
"Hahaha urusan bikin anak aja semangat sekali kau Dit" goda Seno
"Kaya Papi enggak aja" balas Ditya dengan senyuman mengejek nya
"Kau kan memang anak Papi Son" kata Seno bangga
"Terus aku anak siapa coba" Dea baru saja muncul dari kamarnya
"Hahaha tentu saja kau juga anak Papi Sayang" kata Seno melihat anaknya yang selalu saja cemburu kalau dirinya lebih memperhatikan kakak laki lakinya.
"Iya dong, Dea kan anak kesayangan Papi. Biarin aja Kaka mah ada Opa" kata Dea manja
Saat Dea akan menghampiri Ayahnya. Matanya menatap seseorang yang seperti tidak asing lagi. Perlahan Dia mendekat pada wanita yang menundukan wajahnya itu.
"Ka Tia" kata Dea kaget
__ADS_1
Tiara mendongak sama terkejutnya dengan Dea "Loh De, kamu ada disini?"
Semua orang saling pandang, melihat mereka yang seperti teman lama yang baru bertemu kembali.
"Inikan rumah Opa aku Ka, dan Ka Tia ngapain disini?" tanya Dea
Tiara menatap pada suaminya, dan tatapan nya di sadari oleh Dea. Kini Dea baru mngerti kenapa Tiara ada disini.
"Jangan bilang kalau Ka Tia istrinya Ka Ditya?" tanya Dea menyelidik
"Iya De" jawab Tiara
Tanpa di duga siapa pun, Dea langsung memeluk erat Tiara. Sampai Tiara merasa sesak karna De memeluknya sangat erat.
"De engap" kata Tiara lirih
"Oh ya ampun maaf Ka, Dea terlalu bahagia" Dea langsung melepas pelukan nya dan langsung duduk di samping Tiara.
"Jadi bener kalau Ka Tia istrinya Ka Ditya?" tanya Dea memastikan, Tiara hanya mengangguk
"Ka Tia ingat gak" kata Dea sambil tersenyum manis
"Enggak" jawab Tiara polos, yang lainnya masih diam memperhatikan interasksi Dea dan Tiara.
"Hah??" semua orang terbengong mendengar cerita Dea. Sementara Tiara hanya menunduk mengingat masa masa sekolah nya dulu.
FlashBack ON
"Kau ikutlah denganku" teriak wanita sambil menarik tangan Dea dengan kasar
Dea yang tidak sengaja menabrak kaka kelasnya hingga minuman yang di bawanya tumpah mengenai bajunya.
"Maaf Ka, aku gak sengaja" kata Dea sudah ketakutan setengah mati
"Maaf kau bilang? Kau sudah mengotori bajuku Hah? Dasar adik menyebalkan"
Wanita itu sudah mengangkat tangan nya di udara ingin memukul Dea. Namun sebuah tangan mencekal kuat tanga nya membuat Dia menoleh.
"Lepasin Cla, kasian Dia" kata Tiara
"Jangan ikut campur Tia, lihat bajuku kotor gara gara minuman yang Dia bawa" teriak Clara emosi
__ADS_1
"Ya sudah maafkan saja Dia, nanti bajumu biar aku yang cuci" kata Tiara
"Ck oke, tapi kau harus mencuci bajuku. Huh dasar babu" ucap Clara langsung berlalu pergi
Tiara berjongkok dan melihat adik kelasnya yang sudah menangis "Kau tidak papa De?" tanya Tiara
Dea mendongak dan menggeleng "Gak papa Ka, terimakasih sudah menolong ku"
"Ya sudah jangan menangis lagi, ayo kita pergi" Tiara membantu Dea berdiri
Kini mereka sudah berada di kantin sekolah "Ka, siapa nama Kaka?" tanya Dea
"Tiara De, kamu boleh panggil aku Tia" jawab Tiara tersenyum
"Namaku Dea Ka, kaka kelas XII ya?" tanya Dea
"Iya De"
"Ka Tia, makasih ya sudah menolong aku" kata Dea
Tiara mengangguk "Iya De sama sama"
"Nanti kalau Ka Tia sudah lulus sekolah aku mau jodohin Ka Tia sama Kaka aku" kata Dea polos
"Ka Tia maukan?" tanya Dea
"Hahaha kau ini ada ada saja De" Tiara tidak menanggapinya, Dia menganggap kalau ucapan Dea hanya lelucon saja.
"Aku serius Ka" kata Dea
"Sudahlah ayo kita kembali ke kelas" kata Tiara
FlashBack OF
"Ahhh ternyata apa kata Mami memang benar ya. Kalau ucapan itu adalah doa. Sekarang Ka Tia benar benar menikah dengan Ka Ditya" kata Dea heboh
Tiara hanya menunduk malu, Ditya tersenyum mendengar cerita adiknya itu. Yang lain nya juga ikut tersenyum.
Kau memang jodohku sayang.
Bersambung
__ADS_1
Bonus up ya, ayo like nya dong. 😁😁