
Waktu berlalu, libur semester telah berlalu. Semua mahasiswa dan pelajar akan kembali ke rutinitas awal. Menempuh ilmu pendidikan.
Hitta sudah kembali ke kotanya, Dia berniat akan melanjutkan kuliahnya nanti di kota A.
Nessa dan Angga semakin dekat, tapi di antara keduanya tidak ada yang berani jujur mengatakan perasaan nya. Sampai saat ini setatus mereka masih teman.
Vera pun masuk ke kelas yang berbeda. Tidak terasa Dia dudah kelas 11 sekarang, tinggal dua tahun lagi maka Vera akan segera kuliah.
"Hai Ver" Feni langsung memeluk sahabatnya itu
"Kangen" teriak Feni
Veta tersenyum dan membalas pelukan Feni "Aku juga kangen sama kamu Fen"
Mereka masuk ke dalam kelas sambil bercerita banyak hal selama libur semester.
"Oh ya Ver, siapa cowo yang di foto sama kamu itu?" tanya Feni, sudah duduk di bangkunya
Vera mengerutkan keningnya "Siapa maksud kamu?"
"Itu yang kau update di sosmed kamu" jelas Feni
Vera berfikir, mengingat ngingat sampai Dia ingat kalau pernah berfoto dengan Hitta di cafe setelah pulang dari toko buku waktu itu.
"Ohhh. Itu temen aku, namanya Hitta" jawab Vera
"Temen apa temen?" goda Feni
"Ihh apaan si Fen, temen cuma temen. Lagian Dia juga masih SMP" jelas Vera
"What??" teriak Feni sampai yang ada di kelas itu menatap bingung ke arahnya.
"Apaan si Fen, malu ihh teriak teriak" kata Vera melihat ke sekelilingnya dan tersenyum kaku saat semua teman teman nya menatap aneh pada mereka.
"Sumpah Dia beneran masih SMP?" tanya Feni tidak percaya
Vera mengangguk "Iya, Dia baru kelas Dua SMP"
__ADS_1
"Ihh tapi ko badan nya tinggi banget, ganteng lagi" kata Feni
"Hush ingat sudah punya Kak Tito. Dia memang tinggi kaya ayahnya" kata Vera. Feni hanya mengangguk mengerti
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
"Ness nanti malam jalan yuk, ada yang mau aku bicarakan sama kamu" kata Angga sambil berjalan di samping Nessa
Nessa menoleh "Izin dulu sama Nevan ya"
Angga tersenyum tipis "Oke, tapi apa kamu gak izin sama orang tuamu?"
"Kalau Nevan udah izinin, Daddy sama Mami juga pasti izinin" kata Nessa
"Ohh, ko bisa gitu?" tanya Angga
"Daddy udah percaya sama Nevan, dari dulu Daddy selalu bilang kalau Nevan harus menjaga aku karna Nevan adalah anak laki laki. Jadi Dia selalu menyelidiki siapa saja yang berteman sama aku, apa lagi kalau laki laki" jelas Nessa
"Aku harus bersyukur dong karna Nevan izinin aku buat temanan sama kamu" kata Angga tersenyum tipis
"Tentu kau harus bersyukur, jarang jarang loh Nevan percaya sama teman laki laki aku" kata Nessa
Nessa menghentikan langkahnya, menoleh ke arah Angga "Maksudnya?"
"Ehh. Enggak ko, gak papa ayo kita ke kantin sekarang aku laper banget" kata Angga sedikit gelagapan
Nessa mengerutkan keningnya, tapi Dia melanjutkan langkahnya. Tidak mau memikirkan hal yang tidak jelas.
"Hai Van, Raf" sapa Angga ikut bergabung dengan kedua pria tampan itu.
"Lama banget, ngapain aja kalian berdua?" tanya Rafa
Nessa hanya tersenyum, Angga pun sama. Tidak menjawab pertanyaan Rafa.
"Van, nanti malem aku mau ngajak Nessa jalan boleh gak?" Angga langsung meminta izin pada Nevan
Nevan menatap Angga, menaikan satu alisnya. Meminta penjelasan dari Angga.
__ADS_1
"Aku cuma mau ngajak Nessa jalan jalan aja, sama mau ada yang di bicarakan sama Dia" jelas Angga
Nevan menatap Rafa untuk meminta jawaban. Rafa yang di tatap Nevan hanya mengangkat kedua bahunya.
"Bolehkan Van?" tanya Nessa penuh harap
Nevan menghela nafas "Baiklah, tapi kau harus menjaga Nessa dengan baik. Awas kalau sampai Nessa kenapa napa" ancam Nevan menatap serius pada Angga.
"Siap"
Angga berkata tegas, tanpa di suruh pun Dia akan menjaga wanita yang cintainya dengan baik. Nessa tersenyum bahagia saat mendapat izin dari Nevan.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Malam harinya setelah shalat isya, Nessa menemui kedua orang tuanya untuk meminta izin.
"Mi, Dad" panggil Nessa lalu duduk di samping Nevan yang sedang main game di ponselnya
"Mau kemana Ness? Ko udah rapi" kata Tiara. Ditya ikut menatap pada putri kesayangan nya.
"Emm. Itu Mi, Ness mau jalan sama Angga" kata Nessa menunduk
"Ekhem.
Bagaimana Van?" tanya Ditya
Benarkan? Ditya selalu bertanya pada Nevan siapa teman yang dekat dengan Nessa dan bagaimana kepribadiannya.
Nevan mengalihkan fokusnya dari ponsel, menatap Nessa lalu menatap kedua orang tuanya.
"Angga anak yang baik Dad, Dia gak bertingkah aneh aneh. Nevan udah kenal dekat sama Dia. Nevan percaya Angga bakal bisa jagain Nessa. Nevan juga udah izinin Nessa buat pergi sama Angga" jelas Nevan
"Good Son" kata Ditya tersenyum bangga pada putranya
"Baiklah, kalau begitu Daddy izinin kamu pergi Ness" kata Ditya
Nessa tersenyum bahagia "Terimakasih Dad"
__ADS_1
Bersambung