
Ditya membawa istrinya ke dalam kamar. Menutup dan mengunci pintu kamar, Ditya berjalan ke arah tempat tidur dimana Tiara berdiri di samping tempat tidur.
"Mas ma..mau apa?" tanya Tiara saat melihat suaminya tersenyum penuh arti.
"Mau memberikan mu hukuman" kata Ditya santai
Gila, dasar gila masa istri sendiri mau di kasih hukuman.
"Aku mau kamar mandi dulu Mas" Tiara mencoba mencari celah untuk lepas dari terkaman suaminya itu.
Saat Tiara akan melangkah ke kamar mandi, tangan nya sudah di cekal oleh Ditya. Dengan satu tarikan Tiara sudah berada di dalam pelukan suaminya.
"Mau kabur? Iya? Gak akan bisa sayang" bisik Ditya
Oke, percuma melawan juga.
Akhirnya Tiara hanya bisa pasrah atas kelakuan suaminya. Malam ini Dia pasti tidak akan tidur nyenyak lagi, inilah kelakuan suaminya kalau sudah cemburu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Mobil yang di tumpangi Nessa dan Angga baru saja sampai di pekarangan rumah Ditya. Angga langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.
"Terimakasih" kata Nessa tersenyum bahagia. Angga hanya mengangguk dan tersenyum.
"Besok berangkat ke kampus mau aku jemput gak?" tanya Angga
"Gak usah deh, aku kan biasa bareng sama Nevan kalau berangkat ke kampus" kata Nessa
Angga mengangguk "Oke, kalau gitu aku langsung pulang aja ya. Udah malem juga"
Nessa tersenyum "Oke, hati hati di jalan ya"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Setelah mobil Angga keluar dari gerbang rumahnya. Nessa langsung masuk ke dalam rumah.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
__ADS_1
Ardi berjalan menyusuri lobi kampus yang baru beberapa hari ini di pijaknya. Ardi tetaplah Ardi, yang selalu dingin, cuek pada siapapun terutama wanita.
Meskipun semua permasalahan dengan keluarganya sudah terselesaikan. Tapi mungkin ini memang sudah sifat Ardi.
"Woy Ar, lo baru dateng juga" Tito menepuk bahu Ardi
Mendengar kalau sahabatnya akan kuliah di kampus ini. Tito pun ikut kuliah disini dan itu cukup membuat Ardi senang karna setidaknya bisa mempunyai teman yang memang sudah tahu latar belakang Ardi dan sifat Ardi.
"Hem"
Tito sudah biasa dengan jawaban singkat dan datar dari Ardi.
"Weekend ini gue mau kencan sama Feni, apa lo mau ikut?" kata Tito
Ardi menoleh dan memicingkan matanya "Kenapa gue harus ikut?"
"Ya kali aja mau ikut, soalnya katanya Feni mau ajak sahabat nya" jelas Tito
Sahabatnya? Apa mungkin....
Tito berjalan duluan meninggalkan Ardi yang masih merenung. Sampai Ardi tersadar dan langsung mengejar Tito.
"Dimana lo akan kencan nanti?" tanya Ardi dingin
"Apa lo akan kesana?" tanya Tito
"Ya, ada yang mau gue beli" kata Ardi dingin, langsung berlalu pergi
Tito tersenyum puas setelah berhasil memprovokasi. Tito mengambil ponselnya dan langsung mengirim pesan pada sang kekasih.
Nanti pas kita kencan, kamu ajak Vera ya, ada yang mau ketemu sama Dia. Love You 😘
Tito tersenyum dan kembali memasukan ponsel ke dalam saku celananya.
Ku rasa Vera bisa merubah hidup Ardi.
Tito kembali melajutkan langkah kakinya. Sementara itu Ardi yang sudah sampai di kelas dan kini sedang duduk di bangkunya.
Kenapa gue harus ngomong gitu sama Tito. Kalau teman yang di bawa pacarnya Tito bukan Dia. Bagaimana?
__ADS_1
Ardi menyembunyikan kepalanya di atas meja dengan tangan yang melingkar sebagai bantalan.
Terus kalaupun bener itu Dia, gue harus ngapain coba? Kenapa cewek selalu bikin pusing.
"Woy kenapa lo?" Tito menepuk punggung Ardi
Ardi langsung bangun dan melihat Tito "Kayanya gue gak jadi ikut ke mall nanti"
Tito mengerutkan keningnya "Kenapa?"
"Gue ada urusan" jawab Ardi dingin
"Ck gak bisa gitu dong, lo udah janji mau ikut sama gue. Jadi lo gak bisa batalin" tegas Tito
Ardi mendelik kesal "Kenapa lo ngatur ngatur hidup gue? Lagian kapan gue janji sama lo kalo nanti gue bakal temenin lo?"
"Gak mau tau, pokoknya nanti lo harus ikut gue" tegas Tito langsung pergi ke bangkunya
Ardi hanya mendengus kesal "Oke gue akan ikut, lagian belum tentu Dia yang datang" gumam Ardi
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Waktu istirahat Feni mengajak Vera ke kantin. Dia sudah melihat pesan dari Tito. Sebenarnya ada rasa bingung kenapa Dia harus mengajak Vera? Tapi Feni tidak mau mempermasalahkan nya.
"Jadi mau kan nanti ikut aku?" tanya Feni
Vera masih terlihat bingung, Dia mengaduk ngaduk sedotan yang ada di dalam gelas minuman nya.
"Aku takut gak di izinin Fen" kata Vera
Feni menghela nafas "Pliss mau ya, ada yang mau aku cari dan aku tidak punya temen buat ke mall. Mau ya?"
Feni memang tidak menceritakan kalau Dia akan bertemu dengan Tito besok. Karna kalau Dia cerita pasti Vera tidak akan mau ikut dengan nya.
"Baiklah, aku akan minta izin dulu sama Papa dan Kak Rafa. Tapi aku gak janji ya" kata Vera
Feni tersenyum "Oke, lagian kan kita berangkatnya lusa. Jadi kau masih bisa minta izin dulu"
Vera mengangguk dan menyedot minuman nya.
__ADS_1
Bersambung
Untuk kisah Rafa dan Nevan masih lama ya. Saya selesaikan satu persatu. Hehe.