Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 65


__ADS_3

Tiara menatap takjub pada setiap sudut ruang kerja suaminya. Ruangan yang sangat luas, Tiara duduk di sofa dan mulai menata makanan yang di bawanya.


"Makan dulu Mas"


Tiara menatap aneh pada suaminya yang dari tadi meminum jus buatan nya tanpa henti. Seperti seseorang yang baru merasakan jus mangga saja.


"Bentar sayang, jusnya enak banget seger seger gimana gitu" kata Ditya masih asyik meminum jus mangga.


Ada apa dengan suamiku? Kenapa aneh benget sikapnya.


"Iya nanti di lanjutkan lagi minum jusnya. Sekarang makan siang dulu" kata Tiara lembut


Ditya pun menaruh jusnya dan berjalan mendekat ke arah istrinya. Dia menatap makanan yang sudah tertata di meja. Pandangan matanya menatap pada ayam kecap makanan kesukaan nya. Tapi anehnya Ditya malah merasa jijik dan mual saat melihat ayam kecap yang terlihat hitam itu.


"Ini Mas" Tiara menyodorkan sepiring makanan untuk suaminya


Ditya menutup mulutnya saat mencium bau masakan itu. Sudah tidak tahan lagi, Ditya berlari ke kamar mandi. Tiara pun segera menyusul suaminya.


Huwek Huwek Huwek


Tiara memijit tengkuk suaminya yang terus muntah muntah. Ditya membasuh mulutnya saat rasa mualnya sudah berkurang.


"Mas kamu kenapa? Kebanyakan minum jus pasti, kamu kan belum makan" kata Tiara membantu suaminya untuk keluar dari kamar mandi.


Ditya duduk dengan lemas di sofa, kepalanya terasa pusing. Semua isi perutnya sudah termuntahkan tadi.


"Kita ke doter ya" Tiara memijat lembut kepala Ditya.


"Gak usah sayang, Mas mau pulang aja istirahat bentar juga pasti sembuh. Kamu telpon Pak Dadang biar jemput kita. Mas gak akan kuat kalau nyetir sendiri" kata Ditya


Tiara mengangguk dan segera menelpon supirnya agar menjemput mereka di kantor. Tiara sangat cemas melihat wajah suaminya yang pucat.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Sesampainya di rumah Ditya langsung berbaring di tempat tidur. Tiara terus mengelua punggung suaminya dengan minyak angin supaya Ditya lebih nyaman tidur nya.


Kamu kenapa si Mas? Aku jadi cemas melihat keadaan mu.

__ADS_1


Tiara menyelimuti suaminya dan berjalan ke luar kamar. Tiara ingin membuatkan sup untuk suaminya.


Ditya terbangun setelah setengah jam terlelap. Dia memijat pelipisnya yang terasa pening. Ditya bingung dengan keadaan nya sekarang.


Ada apa denganku.


Ditya berjalan ke kamar mandi untuk bersih bersih. Ditya tidak terlalu suka dengan bau minyak angin.


Ceklek


Tiara masuk ke dalam kamarnya dengan membawa nampan berisi semangkuk sup dan sepiring nasi.


"Mas" panggil Tiara saat melihat tempat tidur sudah kosong.


"Mas di kamar mandi sayang" teriak Ditya dari dalam kamar mandi


Tiara berjalan ke ruang ganti, menyiapkan pakaian untuk suaminya. Tak lama kemudian Ditya keluar dari kamar mandi. Wajahnya sudah tidak sepucat tadi.


"Makan dulu Mas" kata Tiara saat melihat suaminya keluar dari ruang ganti


"Masak apa sayang?" Ditya berjalan ke arah istrinya dan duduk di sampingnya


Ditya tersenyum melihat istrinya begitu perhatian padanya. Dia merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Tiara.


"Suapin" kata Ditya manja


Tiara tersenyum dan mengambil sesendok sup dan menyuapi ke mulut Ditya. Dengan penuh perhatian Tiara menyuapi suaminya sampai makanan yang Dia bawa habis tak tersisa.


"Alhamdulillah"


"Kamu ko gak makan Yank?" tanya Ditya menyimpan gelas yang isinya tinggal setengah di meja.


"Tia lagi gak nafsu makan Mas beberapa hari ini. Gak tau kenapa" kata Tiara jujur


"Tapi setidaknya makanlah sedikit saja Yank" kata Ditya


"Iya nanti Tia makan Mas"

__ADS_1


Alvin tersenyum bahagia melihat layar monitor di depannya. Memang belum terlihat apa apa, tapi penjelasan dokter membuatnya sungguh merasakan bahagia.


Cup Cup Cup


Alvin menciumi wajah istrinya "Terimakasih sayang sudah memberikan kebahagiaan untuk ku"


"Jadi berapa usia kandungan saya Dok?" tanya Celin


Dokter tersenyum "Sudah memasuki minggu ke 4 Dokter Celin. Selamat ya"


Celin tersenyum "Terimakasih dokter Viza"


Aneh, laki laki ko jadi dokter kandungan si.


Alvin ingin sekali protes karna istrinya ternyata di periksa oleh dokter pria. Apalagi saat tadi melihat dokter Viza menekan perut istrinya.


Jika Celin tidak menahan nya, mungkin Alvin sudah menonjoknya. Tapi Celin meyakinkan suaminya karna memang dokter Viza adalah dokter SPOG terbaik.


"Sudah gak usah senyum senyum kaya gitu" bisik Alvin saat melihat istrinya tersenyum pada dokter Viza.


Celin menoleh dan tersenyum lucu melihat wajah kesal suaminya itu.


"Baiklah Dokter, saya dan suami saya permisi dulu" kata Celin


Viza tersenyum " Baik dokter Celin, di jaga pola makannya dan jangan terlalu kelelahan"


Celin mengangguk dan tersenyum, Alvin menarik tangan istrinya dan berjalan keluar dari ruangan itu. Celin hanya bisa tersenyum melihat sifat posesif suaminya.


"Mas kenapa si?" tanya Celin


"Kenapa dokter nya harus laki laki sih Yank?" kata Alvin kesal


"Ya ampun Mas, masih aja di permasalahin itu. Ya kan dokter Viza adalah dokter SPOG terbaik. Udah ihh jelek cemberut gitu"


Cup


Celin mencium pipi suaminya dan Alvin pun langsung tersenyum saat mendapat kecupan dari Celin.

__ADS_1


Dasar kalo udah marah di cium aja langsung luluh. Ck ck ck memang ya laki laki itu selalu saja begitu.


Bersambung


__ADS_2