Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 12}


__ADS_3

Untuk semua keluargaku.


Mas Gibran, Kak Aisyah dan Ardi juga Angga keponakan ku.


Maaf jika aku lancang mengungkapkan keinginanku untuk Kak Aisyah dan Mas Gibran menikah. Ini semua ku lakukan demi Ardi dan juga Angga. Aku tahu Kak Aisyah masih mampu membiayai Angga dan membesarkan nya seorang diri. Peninggalan ayahnya Angga pun masih cukup untuk biaya kuliah Angga dan masa depannya nanti.


Tapi aku hanya ingin Ardi memiliki sosok seorang ibu. Aku tidak mau kalau Ardi akan terus bersedih karna kepergianku. Aku sangat menyayangi nya.


Aku tahu putraku yang keras kepala itu tidak akan mudah menerima Kak Aisyah dan Angga sebagai ibu baru dan kakanya. Tapi ku mohon, aku hanya bisa mempercayaimu Kak.


Jagalah Ardi untukku, aku sangat menyayanginya. Aku yakin suatu saat nanti Dia akan menerima kehadiran kaka dan Angga. Jika Dia masih tidak mau menerima kalian, maka berikanlah surat ini padanya. Biar Dia tahu kalau Mamanya sangat menyayanginya dan ingin Dia mempunyai keluarga yang lengkap.


Terimakasih untuk semunya Mas Gibran. Aku mencintaimu.


...Keyla...


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ardi meremas surat terakhir dari ibunya. Air mata menetes begitu saja, Ardi tidak menyangka kalau ternyata perniakahan ayah dan tantenya adalah keinginan dari ibunya sendiri.


Selama ini Ardi mengira kalau tantenya sengaja menikah dengan ayahnya hanya karna ingin mengusai harta ayahnya untuk anaknya Angga. Tapi ternyata tidak, Ardi telah salag faham.


Ardi salah menilai, kepergian ibunya membuat Ardi terpuruk dalam kesedihan dan semakin hancur saat ibunya baru meninggal satu bulan yang lalu Ayahnya langsung ingin menikah lagi dengan tantenya sendiri. Itulah alasan di balik sikap Ardi yang arogan dan dingin. Apalagi pada wanita.


"Kenapa Papa baru memberi tahu soal surat ini sekarang? Setelah Mama pergi dua tahun lalu?" tanya Ardi menatap ayahnya


"Maafkan Papa Nak, waktu itu Papa juga ingin memberikan surat itu padamu. Tapi melihat keadaan mu yang sedang terpuruk karna kepergiaan Mama mu membuat Papa mengurungkan nya" jelas Gibran

__ADS_1


Ardi diam, Dia cukup mengerti dengan apa yang Ayahnya ucapkan.


"Ardi butuh waktu sendiri Pa" kata Ardi langsung berlalu pergi ke kamarnya


Di lantai atas Aisyah dan Angga melihat semuanya. Aisyah sampai menangis membayangkan bagaimana perasaan Ardi saat ini.


Aisyah sudah menganggap Ardi seperti putranya sendiri. Dia begitu menyayanginya, di balik itu juga adalah pesan terakhir dari adik sepupunya untuk menjaga dan menyayangi Ardi.


"Sudahlah Bu, aku yakin sebentar lagi Ardi pasti bisa menerima kita. Memang sudah saatnya Ardi mengetahui semuanya supaya Dia gak terus terusan berprasangka buruk sama kita" kata Angga mengusap lengang ibunya


Aisyah mengangguk dan mengusap air matanya "Iya Ngga, kamu benar"


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Di kamar nya, Ardi masih diam di balik pintu. Fikirannya kacau saat ini, Ardi baru saja tahu kebenaran nya. Tubuhnya merosot di balik pintu. Ardi sangat kacau, Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


Ardi membenturkan kepalanya ke pintu beberapa kali "Selama ini aku sudah salah faham, aku tidak tahu apa apa dan dengan mudahnya langsung menyalahkan orang lain"


"Arghhn apa yang harus gue lakukan" Ardi menjabak rambut nya, frustasi.


Ardi bangun dan berjalan ke arah tempat tidur. Dia merasa kalau fikiran nya harus di istirahatkan dulu. Barulah Dia bisa berfikir jernih.


Tok tok tok


Belum juga Ardi memejamkan matanya, langsung kembali terbuka karna suara ketukan pintu kamarnya. Ardi berjalan gontai ke arah pintu dan membukanya.


Ceklek

__ADS_1


"Mau apa kau?" tanya Ardi saat melihat Angga berdiri di depannya


Tanpa menjawab Angga langsung masuk dengan sedikit mendorng tubuh Ardi yang menghalangi jalannya untuk masuk.


"Hei keluar, mau apa kau ke kamarku" teriak Ardi masih memegang hendle pintu


"Kau tidak malu teriak teriak malam malam begini? Masuk ada yang ingin aku bicarakan" kata Angga sudah duduk di sofa


Ardi mendengus kesal, mau tak mau Dia pun menutup pintu dan berdiri menyandar di pintu sambil bersidekap dada.


"Mau bicara apa? Cepatlah, aku ngantuk" kata Ardi ketus


Angga menghembuskan nafas kasar. Menatap Ardi dengan intens, sudah saatnya Dia meluapkan semua kekesalan nya. Sudah cukup Angga terus terusan mengalah dari adiknya ini.


"Kau fikir disini hanya kau saja yang merasa tersakiti dan menjadi korban" kata Angga


Ardi megerutkan keningnya tidak mengerti maksud dari perkataan Angga.


"Aku juga kesal, aku juga tidak terima saat ibuku harus menikah dengan Papamu. Tapi aku bukan pria egois sepertimu, aku cukup memaklumi keinginan tante Keyla yang ingin kau bahagia dan masih merasakan kasih sayang seorang ibu meski Dia telah pergi" kata Angga menatap Ardi yang hanya diam.


"Aku mencoba menerima semuanya Ar, aku mencoba menerima Papamu untuk menjadi Papaku juga. Aku menyayanginya, tapi aku tidak suka padamu yang selalu bersikap dingin pada ibuku yang selalu memberimu perhatian dan kasih sayang" kata Angga lagi


"Kau tahu? Ibu sangat menyayangimu Ar, bukan hanya karna amanah dari tante Keyla. Tapi Ibu memang sudah menganggap mu sebagai anaknya sendiri. Tidak peduli sedingin apa sikap kau padanya" jelas Angga


Ardi diam, kini Dia tahu kesalahan nya. Ardi tidak menyangka kalau ibu tirinya begitu menyayanginya. Ardi menyesal, sangat menyesal.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2