
Hari hari berlalu, pernikahan Celin dan Alvin sudah memasuki bulan ke dua. Pagi ini saat Celin bangun tidur,Dia merasa tidak enak dengan perutnya. Celin berlari ke kamar mandi sambil membekap mulutnya dengan tangannya sendiri.
Huwek Huwek
Celin memuntahkan cairan bening dari perutnya. Dia membasuh mulutnya saat dirasa sudah tidak mual lagi.
Ada apa denganku? Akhir akhir ini sering sekali mual dan pusing.
Celin teringat kalau bulan ini Dia belum datang bulan. Celin seorang dokter, meskipun Dia dokter sepesialis jantung. Tapi tentu saja Celin tahu dengan apa yang di rasakan nya saat ini.
Oke aku harus cek, semoga aja rezeki.
Celin tersenyum melihat benda kecil di tangan nya. Dua garis merah yang artinya Dia positif hamil. Matanya berkaca kaca karna merasa tidak percaya kalau Dia akan secepat ini di beri kepercayaan oleh Tuhan.
"Alhamdulillah Ya Allah"
Celin keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya yang sudah terbangun dan sedang duduk menyandar di tempat tidur.
"Yank ko gak bangunin aku sih?" kata Alvin menatap pada istrinya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur
Celin tersenyum, membuat Alvin mengerutkan keningnya melihat istrinya yang malah tersenyum saat di tanya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Alvin bingung
Celin kembali tersenyum, Dia meraih tangan suaminya dan meletakannya di perutnya. Alvin semakin bingung dengan sikap istrinya itu.
"Alhamdulillah Mas, kita di kasih amanah sama Allah dan di beri kepercayaan untuk menjadi orang tua" kata Celin tersenyum bahagia
Orang tua?
Alvin masih diam, mencoba mencertna kata kata istrinya itu. Sampai Dia sadar apa yang di maksud istrinya.
"Maksudnya kamu ha..." Alvin ragu mengatakan nya, takut kalau apa yanh di pikirkan nya salah.
Celin mengangguk dan tersenyum "Iya Mas, aku hamil"
Tanpa bicara apapun lagi Alvin langsung memeluk istrinya. Dia mencium seluruh bagian wajah istrinya dan mengusap perut rata Celin.
__ADS_1
"Terimakasih Ya Allah, terimakasih sayang. Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua" kata Alvin masih memeluk Celin
Sungguh hatinya sangat bahagia saat tahu kalau istrinya sedang mangandung anaknya.
"Kita periksa ya nanti" kata Alvin, Celin mengangguk dan tersenyum.
Terimakasih atas kebahagiaan ini Ya Allah.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Tiara merasa aneh dengan sikap Ditya akhir akhir ini. Ditya terlihat sangat manja dan selalu meminta yang aneh aneh.
"Sayang nanti anterin jus mangga ke kantorku ya" kata Ditya sambil menyisir rambutnya di depan cermin.
Tuhkan, kalau mau jus mangga ya tinggal beli aja. Kenapa harus aku yang anterin.
"Tapi kan, Mas bisa beli nanti di sana. Kenapa harus Tia yang anterin. Lagian Tia malu ahh kalo harus ke kantor Mas"
Tiara mencari alasan yang masuk akal. Dia memang belum pernah pergi ke kantor suaminya. Karna Tiara merasa malu dan tidak percaya diri kalau harus ke kantor suaminya. Apalagi kalau tidak ada kepentingan apapun.
"Tapi aku mau jus buatan kamu sayang. Pliss ya mau ya" kata Ditya memasang wajah yang sangat menggemaskan
Heh kenapa wajahmu seperti itu?
"Memang apa bedanya si Mas? Malahan enakan jus yang beli daripada buatan Tia" masih mencoba menolak karna Tiara malas jika harus ke kantor suaminya.
Ditya cemberut "Kamu jahat banget sih Yank, aku kan maunya buatan kamu"
Tuhkan, kenapa Dia semakin aneh si.
"Tapi aku malu kalau harus ke kantormu Mas" kata Tiara jujur
Ditya memegang kedua pipi istrinya "Sayang tidak usah malu, kau ini istriku dan tidak akan ada yang membuatmu malu. Oke?"
Baiklah, baiklah.
Tiara mengangguk mengiyakan permintaan suaminya. Dia. sudah leleah jika harus berdebat dengan suaminya itu.
__ADS_1
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Siang harinya Tiara sudah samlpai di kantor suaminya dengan membawa sebotol jus mangga pesanan sang suami. Sekalian Tiara juga membawakan makan siang untuk Ditya.
"Pak Dadang pulang aja, nanti Tia pulang bareng sama Mas Ditya" kata Tiara tersenyum ramah
"Baik Nona"
Tiara keluar dari mobil dan berjalan masuk ke loby kantor. Tiara menghampiri dua resepsionis untuk menanyakan ruangan suaminya karna ini pertama kalinya Tiara mengijakan kaki di kantor suaminya.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?"
Sepertinya mereka tidak tahu kalau aku istri Mas Ditya.
"Saya mau bertemu dengan Mas Ditya" jawab Tiara tersenyum
Kedua resepsionis itu terlihat terkejut. Mereka berdua memnag karyawan baru di perusahaan ini. Jadi mereka tidak tahu kalau Tiara adalah istri dari bos nya.
"Maaf apa sudah membuat janji?"
Tiara mengangguk dan tersenyum "Kalian bilang saja kalau Tiara menunggunya"
Wah siapa gadis ini? Cantik dan terlihat masih muda. Apa adiknya Pak Bos ya.
"Baik mohon di tunggu sebentar ya"
Tiara duduk menunggu di kursi tunggu. Dia melihat salah satu dari resepsionis itu menelpon seseorang. Tiara masih menunggu di lobi, dan tidak lama kemudian Ditya datang menghampirinya.
"Sayang sudah lama? Maaf ya tadi aku ada miting" kata Ditya mencium kening istrinya
"Gak papa ko Mas" Tiara tersenyum dan mencium tangan suaminya
Kedua resepsionis itu terlihat terkejut melihat adegan di depan nya. Perlakuan manis dan lembut bos nya pada seorang gadis cantik itu.
Bersambung
Wah kenapa ya sama Ditya? Hayoo.. 😁😁
__ADS_1