
Fernan tersenyum bahagia saat mendapat kabar dari cucu kebanggaan nya, Ditya. Fernan langsung menyuruh Ditya membawa istrinya ke rumah utama. Tidak lupa Fernan juga mengundang anak dan menantunya. Juga cucu manjanya, Dea.
Semuanya berkumpul di ruang keluarga. Bercerita, bercanda dan tertawa bersama. Kehangatan keluarga benar benar terasa oleh Ditya dan Tiara.
Tiara yang sudah hidup sebatang kara sejak lulus SMA. Kini merasakan lagi kehangatan keluarga.
"Pokonya kau harus jaga baik baik istrimu itu"
Entah sudah berapa kali Opa Fernan mengatakan itu. Yang jelas Ditya sampai bosan mendengarnya.
"Iya Opa, sekarang aku tersisihkan gara gara kau sayang" kata Ditya memasang wajah masam
"Hahahaha" Semuanya kembali tertawa.
"Makanya jangan asal nikahin gadis orang. Diem diem lagi, dasar kaka gak ada ahlak" kata Dea tersenyum meledek
"Diam De, begini juga aku tetap kakamu" kata Ditya kesal
"Hahaha. Kaka itu beruntung bisa mendapatkan Tia. Dulu Tia itu banyak yang ngincer, kaka kelas sampai adik kelas. Semuanya" kata Dea tersenyum jahil
"Benar itu sayang?" tanya Ditya menyipitkan matanya menatap Tiara
Apa si? Itukan dulu sebelum aku kenal sama Dia. Lagian aneh banget, masa iya cemburu sama hal yang gak jelas.
"Ish kau ini De, gak bisa jaga mulut" bisik Tiara pada Dea
"Hehe"
"Itu dulu Mas, dulu. Lagian aku juga belum pernah pacaran selain sama kamu" jelas Tiara
"Ohhh. Oke"
Hah? Gitu doang, dasar suami gak ada ahlak.
"Mas aku laper" bisik Tiara pada suaminya
Ditya menoleh "Masa iya udah laper lagi si Yank. Kan tadi di rumah udah makan banyak"
Tiara terbelalak, melirik ke kanan dan kiri. Semua anggota keluarga menatap ke arahnya. Tiara sangat malu, Ditya benar benar tidak mengerti. Tiara juga tidak tahu kenapa sekarang gampang sekali merasa lapar.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara, Tiara berdiri dan berlari ke kamar yang suka di tempati Ditya saat masih tinggal bersama Opa Fernan.
Plak
Ditya memegang bahunya yang di pukul oleh Faiha "Kenapa Mi?"
"Kau itu tidak berfikir dulu apa sebelum bicara. Wajar kalau istrumu banyak makan, Dia mengandung dua bayi. Kenapa kamu malah berkata seperti itu Ditya?" geram Faiha
"Maaf Mi, Ditya merasa heran aja karna Tiara selalu makan banyak. Padahal dulu di suruh makan aja susah banget" kata Ditya baru menyadari kesalahannya
"Itu bawaan bayi kamu Dit, aduhh kenapa kamu jadi oon kaya gini si. Kejar sana istrimu pasti marah" kata Faiha kesal
Ditya langsung berdiri dan menyusul istrinya ke dalam kamar. Tiara menangis sambil berbaring di tempat tidur. Dia benar benar malu dan sakit hati atas perkataan suaminya tadi.
Ceklek
"Sayang"
Ditya berjalan ke arah tempat tidur dan duduk di pinggir nya. Dia melihat bahu Tiara yang bergetar. Ditya mengusap pinggung istrinya.
"Maafin Mas ya"
Tiara masih diam, memelakangi suaminya. Hanya terdengar isak tangis.
"Sayang, sudah dong jangan nangis terus. Maafin Mas ya"
Ditya mulai bingung bagaimana bisa membujuk istrinya. Dia bahkan tidak mau berbalik menghadapnya.
"Yankk" mulai frustasi
Tiara membalikan tubuhnya dan menghapus air matanya. Dia menatap suaminya dengan mata sendu.
"Mas keluar"
Ditya terkejut mendengar ucapan tegas Tiara "Sayang maafin Mas"
"Keluar Mas, Tia gak mau lihat wajah Mas lagi" kata Tiara kembali terisak
"Mas jahat tau gak? Tia gak mau jadi istri Mas lagi"
__ADS_1
Hah? Apa??
Ditya bingung harus berbuat apa. Ternyata benar apa yang di katakan Faiha kalau Tiara pasti akan marah pada dirinya.
"Sayang jaga bicaramu, kau lupa kalau disini ada calon anak kita " Ditya mengelus perut buncit Tiara
"Biarin aja, Tia akan urus mereka sendiri. Sekarang Mas keluar" kata Tiara
Cup
Ditya mencium bibir istrinya dan melu^mat halus bibir itu. Tidak mau mendengar istrinya menyurhnya keluar lagi. Tiara memukul dada Ditya, karna tidak ada pergerakan dari Ditya. Tiara nekat menggigit bibir suaminya.
"Awww sakit Yank" Ditya memegang bibirnya yang terasa sakit karna gigitan Tiara.
"Makanya keluar sana, Tia gak mau lihat Mas lagi" kata Tiara kesal
Bukannya pergi, Ditya malah naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Tiara lalu memeluk erat istrinya itu.
"Lepasin ihh" Tiara memberontak di dalam pelukan suaminya.
"Tia sayang, plisss maafin Mas ya. Kamu mau makan apa hmm? Biar Mas beliin" kata Ditya lembut
Memang harus ekstra sabar menghadapi ibu hamil.
"Gak mau, Tia gak mau makan" kata Tiara ketus
"Jangan gitu dong Yank, ayo kita makan ya. Mau makan apa? Mau makan dimana?" kata Ditya lagi
"Kita makan bakso yang di deket taman itu mau gak?" Ditya tidak mau menyerah untuk membujuk istrinya
Tiara menoleh "Beneran?"
Ditya tersenyum saat istrinya sudah mulai luluh "Iya sayang, mau?"
Tiara mengangguk dan tersenyum "Mau"
"Ya udah ayo kita berangkat"
Cup Cup Cup
__ADS_1
Ditya mencium seluruh bagian wajah istrinya "Jangan ngambek lagi"
Bersambung