Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 6


__ADS_3

Kedua gadis cantik berhijab ini masih berada di Cafe. Celin melihat Tiara senyum senyum sendiri pun menjadi heran.


"Kenapa Tia?" tanya Celin


"Hehe. Gak papa mbak" jawab Tiara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Sepertinya kau bahagia sekali? Wahh atau jangan jangan kau sedang jatuh cinta ya?" kata Celin menggoda Tiara dengan menaik turunkan alisnya


Wajah Tiara berubah merah "Apaan sih mbak, nggak ko"


"Ahh lihat wajahmu jadi merah gitu. Iyakan kau sedang jatuh cinta. Ayolah cerita anggap kita ini saudara oke" kata Celin tulus


'Ya ampun mbak, kau wanita yang sangat baik dan tulus'


"Hmmm."


"Oh ya mbak, ada apa mbak mengajak ku ke sini? Apa ada yang ingin mbak ceritakan "kata Tiara mengalihkan pembicaraan


"Kamu tahu gak Tia..."


"Nggak" jawab Tiara tanpa menunggu kelanjutan ucapan Celin


"Hahaha. Dasar kau ini memang sangat polos ya. Aku kan belum menyelesaikan ucapanku Tia" kata Celin merasa lucu pada gadis di depan nya ini


"Hehehe maaf mbak, oke sekarang mbak cerita aku akan mendengarkan" Tiara menopang dagunya dengan kedua tangan nya yang tertumpu pada meja


"Hahaha. Jangan gitu juga kali lihatya Tia"Celin merasa sangat lucu melihat ekspresi Tiara yang sangat menggemaskan


"Jadi gini, aku sedang bahagia sekarang Tia. Aku akan segera bertunangan. Ya walaupun kita di jodohkan oleh keluarga kita. Tapi karna kita hidup bersama dari kecil jadi tak bisa di bohongi kalau aku snagat mencintainya " cerita Celin

__ADS_1


"Wahh. Selamat ya mbak kalau boleh tahu siapa pria yang beruntung itu?" kata Tiara antusias


"Pewaris tunggal Fendra.Corp Tia. Tapi aku tidak bisa menyebutkan namanya karna memang belum di publis. Rencananya akan di publis saat kita bertunangan nanti" kata Celin


Tiara menelan salivnya dengan susah payah 'Emang bener ya kalau orang kaya yah jodohnya juga orang kaya'


"Iya mbak, selamat ya" Tiara mengulurkan tangan nya


"Terimakasih Tia" Celin menjabat tangan Tiara dengan senyum bahagia


"Tapi Tia..."


"Tapi apa mbak?" tanya Tiara penasaran apalagi melihat wajah Celin yang berubah murung


"Aku merasa kalau Dia tidak mencintaiku seperti aku mencintainya. Entahlah tapi perasaan ku berkata kalau Dia terpaksa menjalani perjodohan ini" cerita Celin dengan wajah murung


Tiara menepuk lembut punggung tangan Celin yang di letakan di atas meja.


"Iya Tia, semoga ya" kata Celin tersenyum


"Oh ya, apa tadi yang mengirim pesan padamu adalah kekasihmu? Sampai kau senyum senyum begitu?" tanya Celin penasaran


Tiara tersenyum malu, wajahnya sudah bersemu merah "Gak mbak, bukan siapa siapa ko"


"Bohong ahh, ayo cerita dong" kata Celin sangat penasaran


"Hahaha, gak tau juga si mbak. Tapi Dia itu pernah Tia tolongin saat Tia habis nganterin mbak waktu itu " cerita Tiara


"Wahh terus gimana? Dia ganteng gak?" Celin mulai mengintrogasi

__ADS_1


"Hehehe ganteng sih mbak, tapi Tia gak mau banyak berharap siapa tahukan kalau Dia uda punya pacar" kata Tiara


"Ehhh kalau belum tentu mah ya kamu masih ada harapan Tia" kata Celin memberi semangat


Tiara hanya tersenyum


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditya merasa ada energi penyemangat dalam hidupnya. Entha kenapa sejak berkirim pesan dengan si gadis ojol itu hati Ditya terasa sangat bahagia.


"Tuhan apa yang terjadi denganku?" gumam Ditya sambil memegang dadanya dan tak pernah berhenti tersenyum


"Arghhh Tiara kau benar benar membuatku gila" teriak Ditya


Ditya merebahkan tubuhnya dan menatap langit langit kamarnya dengan senyuman yang terus mengembang. Tiba tiba saja bayangan wajah Tiara yang tersenyum ceria muncul di langit langit kamarnya.


"Ahhh aku benar benar gila" Ditya mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya


"Tiara...Tiara... Ahhh kau benar menggoyahkan hatiku" gumam nya lagi


Ditya memejamkan matanya dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.


Tiara hanya ada satu nama yang ada di fikiran nya sekarang. Wajah ceria dan senyuman ramah nya terus terbayang di ingatan Ditya.


Pertemuan pertama benar benar sangat berkesan untuk Ditya. Baru pertama kali bertemu saja Ditya sudah merasa segila ini.


Entah apa yang membuatnya merasa tertarik pada Tiara. Tidak... Bukan hanya sekedar tertarik tapi sudah selevel lebih tinggi dari kata tertarik. Cinta? Mungkin kah? Ya karna Ditya tak pernah merasakan apa yang Dia rasakan pada wanita lain termasuk pada Celin.


Bersambung

__ADS_1


Semoga suka ya 🤗🤗


__ADS_2