
Tiara menatap pantulan dirinya di depan cermin. Hari dimana Dia akan melaksakan resepsi pernikahan. Itu artinya mulai saat ini semua orang akan tahu kalau Dia adalah istri Ditya.
Ceklek
Ditya masuk ke kamar hotel tempat istrinya di rias. Ditya terpaku menatap wanita yang sangat di cintainya.
Cantiknya istriku.
Ditya berjalan ke arah istrinya dan memeluk dari belakang. Tiara tersenyum, menatap wajah suaminya dari cermin di depan mereka.
"Kau sangat cantik" bisik Ditya, Tiara hanya tersenyum malu.
"Aku jadi tidak rela kau nanti akan di lihat banyak orang. Apa kita disini saja, tidak usah menemui para tamu" kata Ditya setenang mungkin
Apa? Jangan gila, masa iya para tamu undangan tidak kita temui. Kenapa dengan suamiku ini.
"Sayang, kita keluar yuk. Gak mungkin dong kita gak temui para undangan. Kan gak enak"kata Tiara dengan senyuman manisnya
Ayo cepat kita keluar, bisa berabe kalau terus berada di kamar. Lihatlah tatapan matanya sudah kemana mana.
Cup Cup Cup
Ditya malah mecium seluruh bagian wajah istrinya. Berhenti di bibir, melum^atnya. Lipstik Tiara sampai terhapus oleh hisapan bibir suaminya. Ditya sudah sangat bergairah, apalagi melihat istrinya yang sangat cantik.
Hey lepaskan, kenapa malah menciumku si.
__ADS_1
Tok tok tok
"Tiara, Ditya ayo keluar. Acaranya sudah akan di mulai" teriak Faiha
Ditya melepaskan ciumannya dengan wajah kesal. Sementara Tiara segera mengelap bibirnya dengan tisu dan memakai kembali lip cream di bibirnya.
Alhamdulillah Ya Allah. Akhirnya ada yang menyelamatkan ku.
"Ayo Mas, Mami sudah menunggu kita" Tiara menarik paksa tangan suaminya keluar dari kamar hotel ini
"Kalian ngapain si di dalam, lama banget. Tadi kan Mami nyuruh kamu jemput istri kamu Dit, eh gak balik balik" kata Faiha
"Maaf Mi, tadi Mas Ditya kebelet jadi ke kamar mandi dulu" kata Tiara berbohong. Sementara Ditya masih memasang wajah kesal.
Dua pengantin yang bukan lagi pasangan pengantin baru karna pernikahan mereka sudah 6 bulan. Senyum merekah dari keduanya menyalami setiap tamu undangan yang ingin memberikan selamat.
Tidak bisa di pungkiri jika Tiara menginginkan kehadiran keluarganya. Tapi apalah daya, Dia hanya mempunyai seorang Bibi dari ayahnya. Tapi Tia pun tidak tahu keberadaan nya dimana. Karna sejak Tiara umur 10 tahun, Bibinya pindah rumah dan Tiara tidak pernah bertemu dengan nya lagi.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Acara demi acara telah di laksanakan. Semuanya sudah selesai, keluarga pun sudah kembali ke rumah masing masing. Tiara dan Ditya pun kembali ke rumah mereka karna tidak mau menginap di hotel itu.
Ditya menatap istrinya yang sedang melemun di tempat tidur. Terlihat kesedihan dari raut wajahnya.
"Sayang, ada apa hmmm?" tanya Ditya mengelus pipi Tiara
__ADS_1
Tiara mengerjap, menoleh dan tersenyum ke arah suaminya "Gak papa lo Mas"
Selalu saja kau menutupinya. Kau selalu menanggung semua beban sendiri.
"Sayang lihat aku" Ditya menegang kedua pipi Tiara dan menatap matanya.
"Jika ada yang kau fikirkan, ceritalah sama Mas. Kita ini suami istri, tapi kau selalu saja memendam segalanya sendiri" kata Ditya
Tiara menatap mata suaminya, matanya berkaca kaca "Aku hanya sedih aja Mas, karna orang tuaku tidak bisa melihat anaknya menikah"
Ditya langsung memeluk istrinya. Tangis Tiara pun pecah, Dia tidak bisa lagi menahan rasa sesak di dadanya.
"Sudah ya jangan menangis lagi, ada Mas disini. Ayah sama Ibu pasti bahagia melihat anaknya sudah menikah. Walaupun mereka tidak bisa melihat secara langsung. Tapi Mas yakin kalo mereka pasti akan bahagia di alam sana. Jadi kau jangan sedih lagi"
Ditya tahu apa yang di rasakan istrinya. Dia pun tidak bisa membayangkan jika posisinya ada di posisi Tiara.
Kau sangat hebat sayang, bisa menjalani hidupmu selama ini. Sekarang aku akan selalu membuatmu bahagia. Sudah cukup penderitaan mu selama ini.
"Terimakasih Mas, selama ini aku selalu merasa sendiri. Tidak ada yang akan melindungiku jika aku tidak menjaga diriku sendiri" Tiara tersenyum menatap wajah suaminya
"Tapi sekarang aku merasa ada yang melindungi. Aku merasa nyaman di dekat mu Mas. Dulu tidak sedikit lelaki hidung belang yang selalu menggodaku. Jika aku tidak bisa melindungi diriku sendiri, mungkin aku sudah tidak suci lagi. Tapi beruntung nya Tuhan selalu menjaga ku"
Mata Tiara menatap lurus ke depan, menerawang bagaimana dulu saat Dia masih menjadi ojol. Bagaimana dulu banyak lelaki yang selalu menggodanya. Untungnya Tiara cukup cerdas untuk mengelabui mereka agar bisa terlepas dari pria pria berengsek itu.
Cup Cup Cup
__ADS_1
Ditya menciumi wajah istrinya, Dia berjanji akan selalu menjaga Tiara.
Bersambung