Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 33}


__ADS_3

Jam 10 kurang 15 menit, Hitta sudah berada di rumah Vera. Awalnya Hitta memang merasa sangat kecewa saat Vera memberi tahukan kalau kekasihnya Ardi akan ikut mereka ke toko buku.


Tapi Hitta cukup mengerti, karna mau bagaimana pun Ardi adalah kekasih Vera.


Hitta akan mencoba untuk terbiasa dengan ini. Hitta akan mencoba untuk melepaskan Vera dan menghapus segala perasaan nya pada Vera.


"Ayo kita keluar Hitt, Kak Ardi sudah menunggu di luar" kata Vera yang baru keluar dari kamarnya, masih menatap pada ponselnya.


"Apa Dia tidak akan masuk dulu?" tanya Hitta


Vera menggeleng "Enggak, lagian di rumah juga gak ada siapa siapa. Kak Rafa juga lagi pergi sama Kak Nevan"


Hitta mengangguk mengerti. Mereka pun berjalan keluar dari rumah Vera. Di sana Ardi sudah berdiri menyandar pada mobilnya dengan bersidekap dada.


"Ayo Kak" kata Vera


Mata Ardi langsung menyipit saat mendengar ucapan Vera


"Sepertinya kau sudah melupakannya ya sayang"


Masih aja jadi masalah.


"Hai sayang" kata Vera penuh penekanan


Bahkan mereka sudah saling memanggil sayang. Sudah saatnya kau menyerah Hitta.


Dari tadi Hitta hanya diam, melihat interaksi keduanya. Sudah cukup untuk Hitta melihat keharmonisan mereka. Hitta bisa melihat pancaran cinta dari keduanya dan itu membuat Hitta lega.


Aku bahagia jika melihat kau bahagia Vei.


"Langsung berangkat saja ya" kata Vera


Hitta dan Ardi hanya mengangguk. Ardi membukakan pintu mobil untuk Vera. Sementara Hitta masuk ke kursi belakang.

__ADS_1


Ardi mulai melajukan mobilnya. Dengan satu tangan terus menggenggam tangan Vera. Seolah menunjukan kalau Vera adalah miliknya.


Di kursi belakang Hitta melihat bagaimana Ardi sangat mencintai Vera. Meskipun terlihat berlebihan tapi Hitta mengerti kalau begitulah cara Ardi mengutarakan rasa cintanya.


Setelah sampai di toko buku, Vera dan Hitta langsung mencari buku yang mereka perlukan. Sementara Ardi hanya mengikuti saja, tidak ada niat untuk membeli buku apapun.


Ardi langsung menarik tangan Vera saat melihat kekasihnya terlalu dekat dengan Hitta. Vera hanya menghela nafas dan menuruti keinginan Ardi.


"Jangan terlalu dekat dengan Dia" bisik Ardi di telinga Vera


Terserahlah.


Vera hanya diam, malas jika harus berdebat dengan kekasihnya itu.


Selesai membeli buku, mereka melanjutkan makan siang di restoran yang ada di sebrang toko buku.


"Oh ya Hitt, jam berapa kau pulang ke kotamu?" tanya Vers setelah menyelesaikan makannya.


"Nanti sore Vei" jawab Hitta tersenyum


Vera dan Hitta langsung tertawa. Mengingat kalau mereka hanya bisa bertemu kalau sedang libur semester saja.


"Ekhem"


Ardi yang dari tadi hanya diam menyimak. Kini mulai mengeluarkan suaranya. Kalau Hitta bukan teman Vera dari kecil, sudah pasti Ardi akan menarik tangan Vera dan membawanya pergi.


Vera menoleh dan tersenyum polos "Apa sayang?"


Vera hanya pura pura tidak tahu kalau Ardi sedang kesal dan cemburu padanya.


"Ayo pulang" kata Ardi datar


"Baiklah, kita pulang sekarang aja ya Hitt" kata Vera pada Hitta

__ADS_1


Hitta hanya menangguk, mereka pun akhirnya pulang. Setelah sampai di rumah Vera, Ardi mengerutkan keningnya saat melihat Hitta juga ikut turun.


"Kau mau kemana? Biar aku antar kau ke rumah Kak Nevan" kata Ardi


Hitta menghentikan tangan nya yang akan membuka pintu mobil. Menoleh ke arah Ardi "Mobilku ada disini"


"Ck ya sudah cepet bawa mobilmu dan langsung pulang sana" kata Ardi ketus


"Ye emang situ siapa? Vei aja gak nyuruh aku pulang" kata Hitta mulai berani melawan kata kata Ardi.


Ardi mendelik kesal, Dia ikut keluar dari mobil. Tidak akan membiarkan sang pujaan hati harus berduaan di rumah. Apa lagi Ardi tahu kalau Rafa dan kedua orang tua Vera sedang tidak ada di rumah.


"Sayang, ko ikut turun?" tanya Vera bingung


"Kenapa emangnya? Takut kalau aku gangguin waktu berduaan kalian" kata Ardi menatap tajam pada kekasihnya itu.


Hah? Apasi maksud nya?


"Ya udah ayo kalau mau ikut masuk, gak usah marah marah jelek" kata Vera menarik tangan Ardi dan menggandenya masuk ke dalam rumah.


Hitta hanya tersenyum tipis, mengikuti langkah mereka


Aku rasa, kau sudah bahagia Vei. Dan aku ikhlas melepaskanmu.


Setelah berpamitan akhirnya Hitta pun pergi dari rumah Vera. Kini di ruang keluarga tinggalah Ardi dan Vera.


"Aku juga harus pulang dulu" kata Ardi mengelus rambut Vera


Vera mengangguk "Baiklah, hati hati di jalan"


Ardi berdiri dan mencium kening Vera "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2