
"Hah? Mbak hamil? Berapa usia kandungan mbak?" tanya Tiara terkejut mendengar cerita Celin.
Semalam Celin memang ingin bertemu dengan Tiara di cafe Apple seperti biasa. Celin ingin berbagi kebahagiaan pada sahabatnya ini.
"Iya Tia, usia kandungan ku baru 4 minggu" jelas Celin tersenyum bahagia sambil mengelus perutnya.
Hah? Ko bisa sama ya?
"Mbak pasti gak akan nyangka kalau Tia juga hamil dan usia kandungan kita sama" jelas Tiara ikutan mengelus perutnya
"Hah"
Celin terbelalak, seakan tidak percaya apa yang Tiara katakan. Tapi setelahnya Celin tersenyum bahagia dan ikut senang karna kehamilan Tiara.
"Selamat ya Tia, aku gak nyangka kalau kita bisa hamil barengan kaya gini" kata Celin menggenggam tangan Tiara di atas meja
"Iya mbak, Tia juga gak nyangka"
Dua wanita cantik yang tengah hamil muda ini kembali asyik mengobrol. Sampai para suamia posesif datang karna terlalu khawatir pada para istri sampai memutuskan untuk menyusul ke sini.
"Kalian emangnya gak ada kerjaan apa? Ko malah nyusul kita kesini? Kita kan pulanh bisa sama supir" kata Celin
"Sayang aku tidak mau kau dan calon anak kita kenapa napa" kata Alvin santai dan meminum minuman milik istrinya.
"Hah, emang ya kalau udah posesif susah" kata Celin lagi
"Linn selamat ya atas kehamilan nya. Aku gak nyangka kalau kau sama Tia akan hamil bersamaan kaya gini" Ditya menjabat tangan Celin
"Aku juga gak nyangka Dit" Celin tersenyum
"Bagaimana kalau nanti kita jodohkan anak kita" kata Alvin semangat
"TIDAK !!" Celin dan Ditya menjawab bersamaan membuat Tiara dan Alvin saling pandang.
"Aku gak akan menjodohkan anak anak ku. Biarkan nanti mereka memilih pendamping hidup mereka masing masing. Jangan sampai apa yang terjadi apa aku dan Linn terjadi pada anak anak kita" jelas Ditya
__ADS_1
"Iya, apa yang Ditya katakan itu benar. Jangan menjadi orang tua egois yang memikirkan kepentingan sendiri tanpa memikirkan perasaan anak anaknya nanti" kata Celin
Tiara dan Alvin hanya mengangguk faham. Benar apa yang di katakan Ditya dan Celin.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Kebahagiaan keluarga Alvin dan Ditya sudah sampai ke telinga keluarga mereka. Semuanya ikut bahagia dengan kehamilan Tiara dan Celin.
Keluarga Marquez, Husen dan Bramarta sedang berkumpul di rumah Opa Fernan. Mereka sedang merayakan kehamilan Tiara dan Celin.
Semuanya bergantian selamat pada keduanya. Kebahagiaan mereka semakin bertambah saat ini. Mereka bersyukur karna cucu dan anak mereka bisa bahagia dengan pasangan masing masing.
Jika dulu kedua orang tua ini tetap memaksakan kehendak untuk menjodohkan Celin dan Ditya. Mungkin keluarga mereka tidak akan sebahagia ini.
Takdir Tuhan memang yang terbaik.
"Benarkan apa kata Mami kalau jamu yang Mami itu emang berkhasiat. Lihat aja menantu Mami yang cantik ini langsung hamil" kata Faiha membagakan diri
Seno, Tiara dan Ditya hanya tersenyum. Sementara yang lain nya hanya diam karna tidak mengerti apa yang di maksud Faiha.
"Sayang minum dulu susunya" Ditya memeberikan segelas susu hangat untuk istrinya.
Semenjak hamil, Tiara merasa kalau suaminya semakin perhatian padanya. Dan itu tentu saja membuat dirinya sangat bahagia.
"Terimakasih Mas" Tiara langsung meminum susunya sampai habis lalu menyimpan gelas kosong di atas nakas.
Ditya tiduran di atas paha istrinya. Beberapa kali Ditya menciumi perut Tiara yang masih rata itu. Tiara hanya mengusap rambut suaminya dengan senyum bahagia.
Terimakasih Tuhan telah memberikan kebahagiaan ini pada keluargaku.
"Yank baby ko gak gerak ya?" kata Ditya
Apa? Ya kali baru 4 minggu udah gerak. Gimana si?
"Mas kan usia kandungan Tia baru 4 minggu jadi belum bisa bergerak bayinya. Nanti kalau sudah 3 atau 4 bulan baru akan terasa" jelas Tiara
__ADS_1
"Hmm. Lama juga ya sayang"
Jangan oon lagi deh, kenapa si ni orang kalau lagi berdua kepintaran nya langsung lenyap seketika.
"Iya kan memang begitu seharusnya sayang" kata Tiara mulai bingung menjelaskan.
"Hah, baiklah" Ditya bangun dan duduk di samping istrinya.
"Apa kita boleh melakukan itu sayang kalau kau sedang hamil seperti ini?" tanya Ditya dengan mata melirik bagian dada Tiara.
Hah? Ini orang gak ada bosen bosen nya. Aku kerjain dikit gak papa kali ya.
"Maaf sayang, tapi setau aku kalau orang hamil muda itu tidak boleh hubungan dulu. Sampai....."
"APA?" Ditya berteriak frustasi sampai tidak menunggu sampai istrinya selesai berbicara.
Tuhkan mukanya lucu banget kalau lagi kesal kaya gitu. Hahaha.
"Kamu jangan bercanda sayang" kata Ditya dengan wajah memelas
Hahaha.
"Iya Mas, ya mungkin sampai aku melahirkan baru deh kita bisa melakukan nya lagi. Apalagi aku kan usianya masih muda jadi takut membahayakan pada baby nya" kata Tiara mencoba menahan senyumnya.
Ditya menghela nafas berat, seperti mendapat masalah yang sangat besar sampai terlihat begitu frustasi.
Hahaha. Aku akan memanfaatkan mu sayang. Tiara mengelus perutnya.
"Baiklah, nanti akan ku hitung berapa lama kau tidak melayaniku. Maka akan menjadi hutang dan kau harus menyicilnya nanti" kata Ditya tanpa beban
Hah? Apa? Gila apa ya, masa iya masih mau di hitung hutang. Wahh benar benar suami tidak berperasaan. Aduhh bagaimana ini.
Tiara menjadi panik sendiri, niat hati ingin mengerjai suaminya. Eh malah Dia yang dapat imbasnya.
Bersambung
__ADS_1