
Di apartemen Rafa dan Nevan kini terasa lebih ramai karna kehadiran Desi dan juga Aulia. Di sini Aulia lebih asyik mengobrol sama Nevan.
Sementara Desi malah asyik bercanda dengan Rafa.
Ada yang aneh disini, biasanya yang cerewet atau banyak bicara adalah wanita.
Tapi disini malah Rafa yang banyak bertanya dan bicara. Smenetara Desi hanya menjawab seadanya aja.
Di tengah tengah obrolannya bersama Nevan. Aulia melirik ponselnya yang bergetar. Melihat nama yang tertera di layar ponsel. Tiba tiba wajahnya menjadi tegang.
Tapi sebisa mungkin Dia menutupi itu dari Nevan.
"Ada apa Aul? Siapa yang menghubungimu?" tanya Nevan mulai menyadari perubahan wajah Aulia
"Gak Kak, bukan siapa siapa. Nomor yang gak di kenal, mungkin yang salah sambung" jelas Aulia
Desi hanya menatap Aulia dengan tatapan yang sulit di artikan.
Mereka pun melanjutkan mengobrol dan bercerita banyak hal. Nevan dan Rafa asyik dengan obrolan masing masing.
Aulia yang terlihat antusias saat mendengar cerita Nevan. Berbeda dengan Desi yang terlihat sangat malas saat harus menanggapi obrolan Rafa.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Seminggu berlalu, kedekatan Aulia dan Nevan semakin terlihat. Keduanya terlihat sangat cocok.
Rafa pun semakin terlihat mendekati Desi yang selalu bersikap cuek padanya.
Tapi Rafa tidak mau menyerah, ini adalah pertama kalinya Rafa merasa sangat penasaran dengan seorang wanita.
Malam hari di apartemen dua pria ini sedang duduk di ruang tengah sambil meminum minuman dingin.
__ADS_1
Nevan yang duduk di karpet, menyandar pada sofa. Sementara Rafa yang tiduran di atas sofa.
"Kau merasa ada yang aneh gak saat dekat dengan Desi?" tanya Nevan
"Heem, ada rasa nyaman dan getaran aneh di dadaku" jawab Rafa jujur
Nevan menoleh ke arah Rafa sekilas, meminum kembali minuman nya yang tinggal setengah lagi.
"Aku juga, apa mungkin kita sudah merasakan jatuh cinta ya Raf?" kata Nevan
Rafa bangun, lalu duduk bersandar di sofa "Mungkin, karna ini pertama kali kita merasakan hal yang berbeda saat di dekat seorang wanita"
"Kalau memang ini yang namanya jatuh cinta. Apa kau akan menyatakan perasaanmu pada Desi?" tanya Nevan lagi
Rafa mengambil minumanya di atas meja lalu meneguknya. Menyimpan kembali botol minuman itu di atas meja.
"Entahlah, aku ingin memastikan dulu perasaanku ini Van" kata Rafa
Mereka pun diam dengan fikiran masing masing.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Di tempat yang berbeda, tepatnya di apartemen yang di tempati dua gadis muda. Suasana apartemen ini terasa sangat menegangkan saat suara teriakan dari keduanya memenuhi ruangan itu.
"Gak seharusnya kau melibatkanku dalam misi gilamu itu" teriak Desi
"Kau kan sudah janji mau membantuku" Aulia ikutan berteriak
"Tapi tidak begini caranya Aulia. Kau tahu bagaimanapun aku tidak bisa menyakiti dua pria sekaligus. Seperti dirimu" kata Desi mulai merasa frustasi
"Kenapa? Kenapa tidak bisa? Kau bisa mendapatkan keduanya, asalkan jangan sampai ketahuan" kata Aulia
__ADS_1
"Kau benar benar tidak waras Aulia. Mau bagaimana pun Dia sepupumu. Kenapa kau setega itu" teriak Desi frustasi
"Dan kau seharusnya meninggalkan Dia jika kau ingin bersama Kak Nevan" kata Dea lagi
"Aku gak bisa meninggalkan keduanya. Aku menyukai mereka berdua" kata Aulia tegas
"Bahkan kau hanya menyukai, bukan mencintai. Kau ini kenapa si Aulia? Pokoknya apapun yang terjadi aku akan kasih tau mereka tentang kebenaran nya" kata Desi tak kalah tegas nya
"Gak, kau tidak boleh memberi tahukan semuanya Desi. Jangan" teriak Aulia
"Kau menyuruhku mendekatinya supaya kau bisa leluasa mendekati Nevan tanpa Dia tahu. Kau selalu menjadikan aku alasan untuk bersama Nevan saat Dia bertanya. Iya kan?"
"Dan kau tahu kalau aku tidak bisa menolak ajakan Kak Rafa yang begitu baik" kata Desi
"Dan aku tidak mau menuruti kemauan mu lagi. Aku akan memberi tahukan semuanya" kata Desi lagi
"Enggak, kau tak boleh memberi tahukan semuanya Desi" teriak Aulia
Desi tidak memperdulikan teriakan Aulia. Dia terus melangkah ke arah pintu keluar.
Tekadnya sudah bulat kalau Dia akan mengatakn kejujuran nya pada kedua pria yang tidak bersalah itu. Desi tidak mau terus berbohong.
"Jika kau melakukannya, maka aku akan memberi tahu suamimu Desi" teriak Aulia
Desi menghentikan gerakan tangannya yang akan membuka pintu. Diam mematung.
Sial. Dengan cara apalagi aku harus menyadarkan mu Aulia.
Bersambung
Note : Alurnya di percepat ya, di skip aja soalnya masih panjang kisah Nevan dan Rafa.
__ADS_1