
Ditya terus menggenggam tangan istrinya, seolah akan terjadi sesuatu pada Tiara. Sampai di rumah sakit Tiara langsung berjalan menyusuri lorong rumah sakit sampai di depan pintu yang bertuliskan 'Ruangan dokter SPOG'
"Loh Yank, inikan ruangan dokter SPOG. Apa itu artinya kamu...."
Ditya tidak mau berharap lebih saat ini sehingga Dia tidak mampu melanjutkan kata kata nya.
Hah? Baru engeh dari tadi, ya ampun kenapa suamiku jadi oon kaya gini si. Aduhh dosa gak yah ngatain suami sendiri oon.
"Kan tadi dokternya kita harus ke dokter ini Mas, kamu gimana si? Masa iya gak denger tadi dokter ngomong apa" kata Tiara
Ditya menggaryk tengkuk nya yang tidak gatal "Hehe, aku terlalu panik Yank jadi gak terlau fokus sama apa yang dokter katakan"
Tiara hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Mereka pun masuk ke ruangan dokter itu.
"Permisi Dok, apa benar dengan dokter Viza?" tanya Tiara tersenyum ramah
Hah dokternya ko laki laki si.
Ditya menatap dingin pada dokter itu. Ingin rasanya Dia membawa istrinya untuk mencari rumah sakit lain yang dokter kandungan nya perempuan. Tapi Ditya tidak mungkin melakukan itu.
"Iya, apa anda Nona Tiara?" tanya Dokter Viza
Asisten nya sudah memberi tahukan kalau ada pasien yang bernama Tiara untuk konsultasi pertama dengan nya.
"Iya dok, saya tadi di suruh periksa kesini oleh dokter pribadi keluarga suami saya" jelas Tiara
Viza mengangguk faham, karna tadi asisten nya juga bilang kalau yang datang adalah sahabat dari Celin direktur rumah sakit ini.
"Baiklah ayo kita mulai periksa" kata Viza
Ditya menatap pada layar monitor itu. Dia masih bingung dan Dokter Viza belum menjelaskan apa apa. Jadi Ditya tetap menunggu sampai dokter Viza menjelaskan.
__ADS_1
"Nah ini calon bayi kalian" jelas nya memperlihatkan satu titik di layar monitor itu.
"Hah? Bayi?" kata Tiara sedikit kaget, Ditya pun tak kalah kaget nya.
Viza mengangguk "Iya ini calon bayi kalian. Selamat ya Nona Tiara sedang hamil 4 minggu"
"Ta..tapi Dok, saya kan di vonis penyakit Endometriosis" kata Tiara masih tidak percaya
Lagian aku tidak merasakan gejala gejala kehamilan.
"Penyakit itu bisa sembuh jika kita rutin melakukan pemeriksaan dan meminum obatnya. Juga menjalani hidup sehat" jelas dokter Viza lagi
"Ja..jadi istri saya hamil dok?" tanya Dirya setelah sadar dari keterkejutan nya.
Viza mengangguk "Iya, selamat ya Tuan, Nona"
"Tapi Dok, selama ini saya tidak merasakan gejala gejala kehamilan" kata Tiara
Tiara dan Ditya saling menatap dan mengingat kejadian dimana Ditya bertingkah aneh dan sampai muntah muntah.
Ahh mungkin memnag waktu itu Mas Ditya yang kena imbasnya. Wajarlah Dia yang buat juga. Tiara
Oke aku ngerti sekarang kenapa diriku bersikap seperti itu, karna memang ada baby di perut istriku. Tapi aku ikhlas ko yang kan yang buatnya juga aku. Ditya
"Karna umur Nona masih terbilang muda, maka di jaga benar benar kandungan nya. Jangan sampai kelelahan, ini juga faktor dari penyakit Endometriosis yang pernah Nona derita" jelas Viza
"Baik Dokter" Tiara dan Ditya mengangguk
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Ditya dan Tiara masuk ke dalam kamar masih dengan perasaan tidak percaya. Apalagi untuk Tiara yang merasa kalau dirinya tidak bisa hamil.
__ADS_1
"Mas apa bener Tia hamil ya?" tanya Tiara masih dengan wajah bingung
Ditya duduk di samping istrinya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.
"Iya sayang, Allah telah memberikan kita amanah yang harus kita jaga disini" Ditya mengelus perut Tiara
"Alahamdulillah Mas, akhirnya Tia hamil juga. Tia masih gak nyangka loh Mas"
Tiara sampai meneteskan air mata sambil mengelus perutnya yang masih rata. Ditya menghapus air mata istrinya.
Cup
"Sudah jangan nanggis, ini semua adalah jawaban dari doa doa kita sayang" Ditya mencium kening Tiara lalu memeluknya.
Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah telah memberikan kami kepercyaan. Aku janji akan menjaga istri dan anak ku. Ditya
Terimakasih Ya Allah, telah mengizinkan Tia merasakan jadi seorang ibu. Tiara
Keduanya tengah di selimutu kebahagiaan. Memang tidak ada kata tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak.
"Sayang kamu ingatkan apa tadi kata dokter. Kayanya kuliah kamu harus di undur sampai kau melahirkan" kata Ditya
Tuhkan, ini jawaban perasaan ku selama ini. Dan aku juga tidak mau membahayakan kandunganku.
"Iya Mas, Tia nurut aja sama Mas" kata Tiara tersenyum
Cup Cup Cup
Ditya menciumseluruh bagian wajah istrinya "Terimakasih sayang sudah mau mengandung anak ku"
Tiara memeluk suaminya "Iya Mas, Tia juga sangat bahagia dan bersyukur bisa mengandung anak Mas"
__ADS_1
Bersambung