Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 65}


__ADS_3

Rafa melepaskan pelukannya, menatap wajah wanita yang dicintainya. Rafa mencium kening Anya sangat dalam sampai Anya memejamkan matanya sesaat.


"Kenapa ponselmu tidak aktif?" tanya Rafa lembut


"Maaf. Aku hanya ingin sendiri dulu" jelas Anya tersenyum


"Jangan lakukan lagi! Cup" Rafa kembali mencium kening Anya.


"Kau tahu? Aku sangat mencemaskan mu. Aku benar benar khawatir padamu" kata Rafa


Anya mengangguk "Maaf"


"Ya sudah sekarang aku antar kau pulang" kata Rafa


"Ta...tapi..."


"Tidak ada bantahan Sayang" kata Rafa tegas


Anya melirik Rara yang dari tadi hanya diam. Sementara Nevan masih mencoba menyusun kata yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Rara.


Alea yang tidak tahu apa apa hanya diam sambil memainkan ponselnya.


"Ra" panggil Nevan pelan


Rara menoleh dan tersenyum "Iya Pak?"


Bahkan Dia masih bisa tersenyum seperti itu. Setelah apa yang aku lakukan.


"Ra, aku minta maaf" kata Nevan selanjutnya


Rara tersenyum "Sudah Rara maafkan Pak"


Semudah itu Rara mengatakan nya. Rara memang sudah memaafkan Nevan. Tapi untuk kembali seperti dulu lagi, Rara belum siap dan belum tentu siap.


"Aku mau kita memulai semuanya dari awal Ra. Aku ingin memperbaiki kesalahanku selama ini" kata Nevan


Rara hanya diam, fikiran nya kalut. Rara belum siap jika harus kembali pada Nevan. Hatinya telah di kecewakan, bukan yang pertama kalinya. Tapi sudah dua kali Rara di kecewakan oleh pria yang dicintainya.


Susah payah Rara kembali menata hidupnya dan melupakan semua rasa sakitnya. Sampai Rara bisa kembali jatuh cinta pada Nevan. Tapi sekarang Rara malah kembali merasakan kecewa.

__ADS_1


"Sekarang aku sadar Ra, aku telah menyadari perasaanku. Aku merasa hampa tanpa kehadiranmu Ra" kata Nevan menjelaskan perasaannya pada Rara


Rara terdiam sesaat, mencoba mencerna ucapan Nevan "Maaf Pak. Tapi untuk saat ini Rara belum mau berkomitmen dengan siapa pun"


Deg


Nevan merasa sesak didadanya. Dia terlalu percaya diri untuk mendapat kesempatan kedua dari Rara. Gadis yang telah Dia kecewakan.


Nevan meraih kedua tangan Rara membuat Rara terkejut. Nevan menatap mata Rara, beberapa saat keduanya saling menatap.


"Aku akan menunggu sampai kau siap menjalani hubungan denganku" kata Nevan tersenyum


Senyum yang selama ini hampir tidak pernah Rara lihat. Rara sampai tertegun dengan kelembutan Nevan.


"Jangan Pak, kau bisa mencari wanita lain yang lebih baik dariku" kata Rara, tidak mau memberi Nevan harapan palsu.


Nevan menggeleng, masih menatap wajah Rara "Aku sudah menjatuhkan hatiku padamu Ra. Tolong jangan membuatku merasakan sakit lagi Ra. Aku akan tetap menunggu sampai kau siap memulai kembali denganku"


Rara menghela nafas "Terserah Bapak saja"


Anya menatap Rafa bingung "Apa Pak Nevan sudah berubah?" bisiknya


Anya mencubit pelan pinggang kekasihnya "Dasar"


Anya dan Rafa segera menghampiri Rara, Alea dan Nevan.


"Ra, Lea kita balik yuk. Udah malem, Bunda bisa ngamuk nih" kata Anya memberi kode pada Rara


Rara tahu apa maksud Anya "Iya. Kita pulang dulu ya, kalian langsung pulang aja. Ini udah malem, lagian ngapain kesini si malem malem gini?"


"Kita kesini karna mau cari kalian. Dulukan pertama kali aku ketemu Anya disini" kata Rafa


Rara mengangguk mengerti karna Anya sudah bercerita semuanya pada Rara termasuk pertemuan pertama mereka.


"Ya udah kalo gitu kita pulang dulu ya" kata Rara lagi


"Kita anter, emangnya rumah kalian dimana?" tanya Nevan


"Gak.. Gak usah, kita bisa pulang sendiri kok. Bunda bisa marah kalau sampai kita bawa cowok ke rumah. Apalagi malem malem gini" kata Rara

__ADS_1


Nevan dan Rafa menghela nafas "Oke kita gak anter, tapi dengan satu syarat"


Rara dan Anya saling pandang "Syarat? Syarat apa?" tanya Rara


"Mulai besok kalian harus bekerja lagi di Fendra.Corp dan untuk kamu Ra. Kamu harus membawakan makan siang lagi untuk ku seperti biasa" kata Nevan tersenyum penuh arti.


"Emang bisa gitu kita kerja lagi? Kan kita udah seminggu ini gak masuk kerja?" tanya Anya polos


Rafa mencubit gemas hidung kekasihnya itu "Ya bisa dong Sayang. Di Fendr.Crop kita yang pegang kuasa, jadi kalian bisa masuk kerja lagi"


Memang benar!! Meskipun Rafa hanya seorang asisten. Tapi untuk mengatur segala urusan kantor Dia yang tanggung jawab. Di lihat darimana pun Rafa dan Nevan sama sama memiliki tanggung jawab masing masing di Fendra.Corp.


Dan selama Anya dan Rara tidak masuk kerja. Nevan dan Rafa tidak menerima karyawan baru lagi yang ingin menempati posisi mereka.


Sampai saat ini meja kerja keduanya belum ada yang berani menempati karna perintah dari Rafa dan Nevan.


"Oke. Kita balik kerja lagi. Sekarang kalian pulang aja" kata Rara


"Kak ayo pulang, Lea udah ngantuk nih" kata Alea yang dari tadi hanya jadi pendengar


"Ini adik kalian?" tanya Rafa menatap wajah kekasihnya


"Iya. Ini Alea adik kita" jelas Anya


"Hai. Sampai lupa gak kenalan sama kamu Alea. Aku Rafa"


"Alea Kak"


"Aku Nevan, calon Kakak ipar kamu"


"Alea Kak"


Alea menyalami tangan Nevan dan Rafa secara nergantian. Rara yang mendengar ucapan Nevan sampat terbelalak.


"Apaan si, calon Ipar dari mana coba?" kata Rara kesal


"Ya ampun Ra, kamu jahat banget gak akuin aku sebagai calon suamimu" kata Nevan memelas


Apa ini? Kenapa Nevan menjadi seperti ini? Mungkinkah sifat dingin Nevan telah mencair. Mungkinkah Nevan telah kembali ke sifat yang dulu??

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2