
Celin dan Alvin sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka yang tinggal seminggu lagi. Mereka belum sempat ketemu setelah pertemuan kedua keluarga waktu itu. Dan hari ini baru saja mereka meluangkan waktu untuk bertemu.
"Jadi Cafe Apple ini adalah punya kamu? Ihh jahat ko gak pernah bilang" kata Celin cemberut
Memang tidak ada yang tahu kalau Alvin sedang merintis usaha dalam bidang kuliner. Dia memiliki Cafe dan restoran di kota ini dan sedang membuka cabang di kota B.
Tentu saja ini membuat Celin terkejut karna ternyata Cafe favoritnya adalah milik calon suaminya.
"Maaf sayang, aku kan pernah bilang waktu pertemuan keluarga kita malam itu" jelas Alvin sambil menahan senyumnya melihat calon istrinya yang cemberut
"Tapikan waktu itu kamu gak jelasin ke aku ihh. Lagian aku juga lupa" Celin semakin mengerucutkan bibirnya
"Haha. Udah bibirnya jangan di gituin Yank. Aku gak tahan" goda Alvin
"Ihh, no modus no mesum Mas" Celin memukul pelan tangan Alvin di atas meja
"Ya udah jangan cemberut gitu dong. Sekarang kamu pesen makan sana! Belum makan siang kan?" kata Alvin
Celin mengangguk dan segera memanggil pelayan. Celin memesan makanan dan juga minuman untuk mereka berdua.
"Yank kamu beneran siapkan menikah dengan aku? Bukan karna terpaksa kan?" tanya Alvin menatap intens pada wajah kekasihnya itu.
Selama ini Alvin masih memikirkan kalau Celin mau menikah dengan nya karna terpaksa. Karna sudah terlanjur bertunangan di depan umum. Makanya Alvin kembali menanyakan kepastian dan kesungguhan Celin padanya.
__ADS_1
"Kamu masih gak percaya sama perasaan aku?" tanya Celin dengan wajah sedikit kecewa karna ternyata Alvin masih meragukan perasaan nya.
Alvin meraih jemari tangan Celin dan menggenggamnya di atas meja. Mengecup tangan itu, melihat reaksi Celin barusan sudah cukup sebagai jawaban untuk keraguannya selama ini
"Bukan gitu sayang, aku hanya ingin memastikan kalau kau memang tidak merasa terpaksa dengan pernikahan ini" jelas Alvin
"Mas, aku sudah melabuhkan hatiku di hatimu. Aku yakin dengan pilihanku. Jangan pernah lagi kamu meragukan perasaanku Mas, tidak ada kata terpaksa untuk aku mejalani hubungan denganmu" jelas Celin
Alvin tersenyum bahagia mendengar ucapan kekasihnya. Saat ini keraguan itu menghilang, melihat ketulusan dan kesungguhan di mata Celin membuat Alvin yakin kalau Celin juga merasakan perasaan yang sama dengannya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Malam hari yang cukup dingin ini tidak terasa oleh pasangan suami istri yang sedang duduk bersandar di tempat tidur dengan posisi berpelukan.
"Jadi kemarin malam Mas ke rumah Papi sama Mami?" tanya Tiara
Ditya baru saja menceritakan kenapa kemarin malam Dia pulang terlambat. Ditya juga sudah membuatkan jamu yang di berikan mamanya untuk diminum oleh Tiara.
"Iya sayang, makanya Mami ngasih aku jamu untuk kamu" kata Ditya
"Mami sama Papi Mas tidak marah saat tahu keadaan Tia?" tanya Tiara
Ditya menggeleng dan tersenyum "Enggak sayang, mereka menerima mu apa adanya. Sekarang kau harus tetap semangat untuk bisa sembuh ya. Mami sama Papi dan aku selalu akan mendukung mu"
__ADS_1
Tiara mempererat pelukannya "Terimakasih Mas, karna kamu tidak meninggalkan Tia saat tahu keadaan Tia saat ini"
Ditya mengecup puncak kepala Tiara dan mengelusnya "Sayang sampai kapapun aku tidak akan meninggalkan mu. Apapun yang terjadi, bagaimana pun keadaanmu"
"Terimakasih Mas" tak terasa air mata Tiara pun menetes begitu saja.
"Aku bahagia bisa memilikimu Mas. Terimakasih karna telah memilihku" kata Tiara
"Hey kenapa nangis?" Ditya menghapus air mata istrinya
"Aku hanya terlalu bahagia Mas, tidak menyangka kalau aku bisa mempunyai suami seperti kamu" Tiara kembali menjatuhkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Iya sayang, aku juga bahagia bisa menemukan mu dan menjadikanmu istriku" Ditya mengelus rambut Tiara
Cinta keduanya sangatlah kuat, tidak bisa di pisahkan oleh badai sekalipun. Walaupun mungkin kedepan nya akan selalu ada rintangan dan cobaan dalam rumah tangga mereka.
Tapi keduanya akan menghadapinya sama sama. Selalu terbuka dan jujur dengan masalah apapun. Maka kita akan bisa saling menguatkan dengan pasangan kita.
Seperti yang Tiara lakukan, tidak ada kebohongan di antara mereka. Selalu jujur satu sama lain, meskipun itu menyakitkan. Ditya tidak mau membohongi istrinya lagi. Cukup dulu Dia membohongi Tiara dan jangan sampai terulang lagi.
Bersambung
Sedikit memberitahukan kalau saya up itu tiap hari kalau lagi ada waktu senggang. Tapi kalau ada kesibukan ya maaf mungkin tidak bisa up.
__ADS_1
Dan untuk up tiap harinya gak tentu waktunya ya. Dan juga kadanh up dua bab kadang jug hanya satu. Tergantung imajinasi saya dan mood saya. Kalau lagi bagus ya lancar lancar aja bikin ceritanya. Tapi kalau lagi blenk ya cuma satu bab mungkin. hehe 😁😁