
"Berhentilah merengek"
Ditya mengecup bibir istrinya yang terus saja merengek agar bisa kembali masuk kampus.
Tiara cemberut dan pergi keluar dari ruang ganti meninggalkan suaminya yang masih memakai kemejanya.
Percuma memohon juga, gak akan di turutin.
"Sayang"
Tiara menghela nafas dan berjalan ke ruang ganti, masih dengan wajah cemberut.
"Apa?" tanya Tiara ketika sudah muncul di balik pintu
"Pasangin dasi aku" pinta Ditya
Tiara mendengus kesal, tapi tetap berjalan ke arah suaminya dan membantu memasangkan dasi.
"Jangan cemberut terus, mau aku cium" goda Ditya
"Mas"
"Hemm"
"Boleh ya aku kuliah lagi?" masih belum menyerah untuk membujuk suaminya.
"Boleh" jawab Ditya enteng dan mencium kening istrinya
Mata Tiara langsung berbinar dan tersenyum senang "Beneran?"
"Iya, aku kan gak ngelarang kamu untuk kuliah sayang. Sebentar lagi guru kamu akan datang" jelas Ditya
Senyum di wajah Tiara langsung menghilang seketika. Tidak peka dengan apa yang di maksud suaminya.
__ADS_1
Dasar suami posesif.
"Maksud aku kuliah di kampus Mas, bukan di rumah" kata Tiara kesal
"Jangan harap ada lagi kebebasan untukmu. Kalau kamu masih ngeyel juga, aku gak akan biarin kamu keluar rumah mulai sekarang. Ngerti!!" kata Ditya
Apa? Gila ya? Aku di kurung di rumah gitu. Ya ampun kenapa suamiku posesif sekali.
"Iya, aku kuliah di rumah aja. Tapi tetep izinin aku keluar rumah kan?" tanya Tiara dengan wajah penuh harap
"Di izinin asal sama aku" kata Ditya santai
Dasar suami gila
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Tiara baru saja selesai menjalani belajar dengan guru pembimbing yang di tugaskan oleh suaminya. Bahkan gurunya pun seorang perempuan. Ditya benar benar tidak ingin kecolongan lagi kali ini.
Tiara merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Menatap langit langit kamarnya. Jujur saja Tiara merasa terkekang oleh sifat posesif suaminya itu. Tapu jauh di lubuk hatinya, Tiara sangat bersyukur mempunyai suami yang begitu mencintainya. Tiara menganggap sikap posesif Ditya adalah bukti cinta untuk dirinya.
Tok tok tok
"Mami...Mami"
"Maaf Nona menganggu, anak anak sepertinya ingin bermain dengan Nona" teriak Yula di depan pintu kamar Tiara.
Tiara tersenyum, Dia bangun dan berjalan ke arah pintu. Membuka pintu kamar dan terenyum bahagia menyambut kedua anaknya.
"Mau main sama Mami ya? Maaf ya sayang akhir akhir ini Mami lagi sibuk sama tugas kampus" kata Tiara memeluk kedua anaknya
Di tambah lagi masalah sama Daddy kalian.
"Kau boleh meninggalkan kita Yula, biar anak anak malam ini tidur bersamaku" kata Tiara tersenyum
__ADS_1
"Baik Nona" Yula pun pergi ke lantai bawah
"Ayo masuk, malam ini kalian akan tidur sama Mami dan Daddy" kata Tiara menggiring anak anaknya ke tempat tidur.
Biarkan Daddy kalian puasa dulu. Ha ha ha
Tiara bermain dengan anak anaknya di atas tempat tidur. Nessa dan Nevan yang sudah mulai bisa berbicara walau tidak terlalu jelas membuat Tiara tertawa gemas melihatnya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Ditya pulang agak telat malam ini, banyak pekerjaan yang harus Dia selesaikan. Ditya masuk ke kamar dan melihat istri dan kedua anaknya sudaj terlelap.
Kenapa Nessa sama Nevan tidur disini.
Ditya menatap nanar pada kedua anaknya yang tidur di tengah dan Tiara tidur di sebelah kiri. Tentu saja nanti Ditya akan tidur di sebelah kanan dan akan berjauhan dengan istri tercintanya.
Apa kau sengaja melakukan ini sayang.
Ditya berjalan gontai ke kamar mandi. Malam ini terpaksa Dia harus tidur tanpa memeluk sang istri.
Ditya sudah selesai mandi dan berpakaian lengkap. Dia mencium pipi Tiara sebelum naik ke tempat tidur. Mengambil guling dan memeluknya. Tidur membelakangi kedua anaknya.
"Hari ini kau harus puasa dulu junior" gumam Ditya
Hahaha. Kasian sekali suamiku, maaf ya sayang.
Tiara tersenyum puas saat mendengar gumaman suaminya. Membuka matanya sedikit lalu memejamkan lagi.
Ditya tidak bisa tidur kalau tidak memeluk Tiara dan menciun aroma tubuhnya. Itu sudah menjadi kebiasaan Ditya semenjak menikah dan seakan menjadi candu baginya.
Saat Ditya membalikan tubuhnya, tak sengaja melihat istrinya tersenyum tipis dan membuka sedikit matanya. Ditya sadar kalau ternyata Tiara sengaja mengerjainya.
Kau mengerjaiku sayang, lihatlah apa yang akan ku lakukan besok. Sepertinya kau lupa kalau besok aku tidak bekerja. Habislah kau.
__ADS_1
Ditya tersenyum licik
Bersambung