
"Ra kayanya gue harus pergi makan siang di luar lagi. Ini bekal yang di berikan Bunda. Lo saja yang makan, atau Lo bisa kasih pada siapa gitu" kata Anya sambil memberikan kotak makan nya
Rara menghela nafas, sudah beberapa hari ini Anya selalu makan di luar. Rara belum tahu dengan siapa Anya selalu makan siang di luar karna Anya selalu pergi setelah Rara pergi ke kantin.
Rara berjalan menuju kantin perusahaan. Dia membawa dua bekal, berniat akan memberikan nya untuk Romi.
Tapi sebelum Dia sampai di kantin, Rara berpapasan dengan Nevan. Dia mengangguk hormat pada atasan nya itu.
"Kau mau kemana?" tanya Nevan datar
Rara menunjukan kotak benaknya "Saya mau ke kantin Pak, mau makan siang"
Nevan melihat dua kotak makan siang di tangan Rara "Temani aku makan"
"Hah??" lagi lagi Rara di buat bingung dengan atasan nya ini.
"Ayo ikut aku"
Tanpa banyak kata Nevan langsung menarik tangan Rara dan membawanya masuk ke dalam lif khusus. Rara yang bingung hanya menurut saja.
Ting
Rara mengikuti langkah Nevan keluar dari dalam lif. Inilah pertama kalinya Rara menginjakan kaki di lantai paling atas perusahaan ini. Tempat ruangan CEO dan asisten pribadinya.
Rara melewati meja Melly sekertaris Nevan. Rara langsung mengangguk horma.
Sementara Melly yang sedang membereskan berkas di atas mejanya terbelalak kaget saat melihat Nevan membawa wanita asing ke dalam ruangan nya.
Kenapa bos dan asisten seneng banget bawa cewe gak jelas ke ruangan nya. Padahal setauku keduanya sangat benci jika ada wanita yang mendekati mereka. Melly
__ADS_1
Di dalam ruangan Nevan, Rara hanya diam dan mengamati sekeliling. Ruangan nya sangat luas dan terlihat begitu nyaman. ada sebuah pintu yang Rara tidak tahu pintu apa itu. Mungkin tempat istirahat Pak CEO.
"Duduk"
Nevan menarik tangan Rara dan mendudukan nya di sofa. Dia pun ikut duduk di sampingnya.
"Maaf Pak, Bapak kan mau makan siang. Apa Bapak sudah memesan makanan untuk makan siang Bapak?" tanya Rara
Nevan melirik dua kotak makan yang di bawa Rara "Kau kan membawa dua kotak makan. Kenapa kau tidak mau membaginya dengan ku?"
Heh.
Rara terkesiap mendengar ucapan Nevan. Dia benar benar tidak menyangka kalau Nevan menginginkan bekalnya. Padahal tadinya Dia ingin memberikan pada Romi.
"Apa Bapak mau memakan bekal saya? Ini punya saudara saya Pak, hanya saja Dia harus makan di luar jadi bekalnya di berikan pada saya" jelas Rara
"Iya, aku mau makan bekalmu itu" jawab Nevan datar
Rara membukakan kotak bekal milik Anya dan memberikan pada Nevan beserta sendoknya. Nevan pun menerimanya, Dia melihat isi kotak bekal yang di berikan oleh Rara.
Ayam kremes dan tumis kangkung dengan nasi dalam porsi yang cukup.
"Kenapa Pak? Apa Bapak tidak suka?" tanya Rara yang melihat Nevan hanya menatap pada kotak bekalnya.
Nevan tidak menjawab, Dia langsung menyendok makanan di dalam kotak bekal itu. Mengunyah pelan, merasakan masakan rumahan yang di makan nya.
Enak. Ini si sangat enak.
Nevan kambali menyendok makanan itu. Sampai tak terasa Dia terus menyendok makanannya. Rara pun ikut makan, sambil sesekali melirik ke arah Nevan yang terlihat sangat lahap memakan makanan nya.
__ADS_1
Ni orang berapa hari gak makan? Kayanya laper banget.
Rara mengangkat tangan nya dan mengusap sisa makanan di sudut bibir Nevan membuat Nevan terdiam dan menghentikan makannya. Menoleh dan seketika pandangan mereka bertemu.
Deg Deg Deg
Jantung keduanya berdetak tidak karuan. Menatap satu sama lain membuat perasaan keduanya menjadi tak karuan.
Ada apa ini? Jantungku? Dia berdebar saat aku menatapnya. Apa ini adalah waktunya aku membuka hatiku kembali?
Nevan segera memalingkan wajahnya setelah tersadar dari lamunannya. Rara hanya menunduk malu, wajahnya terasa panas.
"Apa makanan ini kau yang memasaknya?" tanya Nevan mencoba menghilangkan canggung yang tiba tiba datang.
Rara menoleh sekilas " Bunda yang memasak nya"
Nevan mengangguk memgerti "Besok bisakah kau membawakan ku bekal lagi? Gak... Bukan hanya besok, tapi setiap hari"
Ukhuk Ukhuk
Rara sampai tersedak mendengar ucapan Nevan. Dia menatap pada wajah Nevan yang datar.
"Tapi kenapa? Apa Bapak suka dengan masakan Bunda saya?" kata Rara
Nevan mengangguk pasti "Iya, aku menyukainya. Tenang saja aku akan membayarmu lebih, anggap saja kau menjadi catering pribadi untuk makan siangku"
Hah?? Mana ada bisa begitu. Tapi ya sudahlah,lagian Bunda juga gak akan keberatan.
"Baiklah, tapi saya perlu ingatkan lagi ya Pak. Kalau Bunda saya hanya bisa memasak masakan rumahan saja" jelas Rara
__ADS_1
Nevan mengangguk "Tidak papa. Aku menyukainya"
Bersambung