Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 76}


__ADS_3

Setelah merundingkan semuanya, maka acara pernikahan Rafa dan Anya lebih cepat dari pada pernikahan Rara dan Nevan. Rafa dan Anya akan menikah sekitar dua mingguan lagi.


Sementara Rara dan Nevan akan menikah satu bulan lagi. Mengingat hubungan mereka dan hubungan Anya, Rafa tentu lebih dulu hubungan Anya dan Rafa. Mereka telah saling mengenal cukup lama.


Di susul dengan acara makan malam. Tak rerasa keluarga Rafa dan Nevan sudah lama berada di panti asuhan ini. Mereka merasa nyaman dan betah disini.


Tempat yang jauh dari jalan raya dan terasa asri tanpa adanya polusi udara dari asap kendaraan.


"Hai Kak, aku Vera adiknya Kak Rafa dan ini suamiku Ardi" kata Vera terenyum manis


Memang sejak tadi Anya dan Rara belum sempat berkenalan dengan keluarga Rafa ataupun Ardi. Waktu pernikahan Vera pun Anya belum sempat berkenalan dengan nya karna ada kejadian waktu itu.


"Hai, aku Anya dan ini Rara kalian pasti sudah tahu" kata Anya terenyum


"Hai. Aku Nessa saudara kembarnya Nevan dan ini suamiku Angga" kata Nessa juga memperkenalkan diri


"Hai. Kak" kata Anya dan Rara serempak


"Eh kok manggilnya Kakak. Emang umur kalian berapa tahun?" tanya Nessa bingung


"Mereka baru jalan 23 tahun" sahut Bunda Meta


"Hah. Berarti masih tuaan aku dong, aku aja udah 24 tahun" kata Vera kaget


"Wahh. Hebat banget Van, kok bisa dapetin yang muda kayak gini?" goda Nessa


"Apaan si Ness" Nevan mengacak gemas rambut Nessa


"Wahh. Kak Rafa bener bener ya, pengen yang masih muda" kata Vera


"Iyalah. Dia bahkan lebih muda dari kamu, cuma mereka itu terlihat dewasa gak kayak kalian yang masih manja" kata Rafa tersenyum meledek

__ADS_1


"Apaan si, siapa juga yang manja" kata Vera kesal


"Ya gadis manjaku lah" kata Ardi datar


"Sayang" Vera memukul lengan suaminya itu


"Hahaha" semuanya tertawa melihat perdebatan mereka.


"Kak, panggilin anak anak ihh udah waktunya makan malam" kata Alea yang baru keluar dari dapur


"Iya" Rara langsung berjalan ke arah ruang tengah untuk memanggil adik adiknya


"Semuanya ayo makan malam dulu, sudah di tungguin Bunda" teriak Rara pada anak anak yang sedang bermain


"Iya Kak" menjawab serempak


Rara menggiring adik adiknya menuju dapur. Apa yang di lakukan Rara tidak luput dari pandangan dua keluarga yang ada di sana.


"Zaidan, adiknya di tungguin ihh. Malah nyelonong sendiri" tegur Anya


"Eh eh... Kenapa malah ribut si Anisa, Naya" kata Rara saat melihat anak perempuan yang berusia 6 tahun malah adu mulut


"Kak Rara"


Anisa berlari dan memeluk kaki Rara sambil menangis. Rara berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Anisa.


"Kenapa? Anisa kenapa nangis?" tanya Rara lembut sambil menghapus air mata gadis kecil itu


"Kak Rara, Nisa gak mau...Hiks... Gak mau di bawa sama orang tua asuh. Nisa mau disini aja sama Kakak, Bunda dan yang lainnya. Biar Naya aja yang gantiin Nisa ya Kak?" kata Anisa terisak


Semua yang ada disana terkejut mendengar penuturan gadis kecil itu. Bukannya senang saat akan ada orang tua asuh untuk mereka. Tapi malah sedih seperti ini.

__ADS_1


"Naya juga gak mau Kak" kata Naya ikutan menangis


Anya yang melihat hal itu langsung menghampiri Naya. Berjongkok di depan Naya.


"Kalian masih kecil, kalian masih harus mendapatkan kasih sayang orang tua. Jadi kalian harus bersyukur karna udah ada orang tua yang mau asuh kalian" jelas Anya lembut


"Iya Nisa, benar apa kata Kak Anya" tambah Rara


"Nisa gak mau Kak, kalau orang tua Nisa aja buang Nisa apalagi orang tua asuh" kata gadis kecil itu dengan polosnya


Deg


Anya dan Rara saling pandang, darimana gadis kecil ini mempunyai fikiran seperti itu. Mereka tidak pantas berfikiran seperti itu.


"Nisa gak boleh ngomong kaya gitu. Kakak yakin kalau orang tus Nisa melakukan ini untuk kebaikan Nisa" kata Rara mencoba merubah pemikiran negatif gadis kecil ini.


Nisa menggeleng "Tapi kata Kak Rizal kalau orang tua asuh itu jahat Kak. Pokoknya Nisa gak mau di angkat sama orang tua asuh"


Anisa dan Naya langsung berlari ke kamar mereka tanpa memperdulikan teriakan Rara dan Anya.


Rara mengusap wajah kasar. Alea langsung mendekati kakaknya itu.


"Udah Kak, Lo tenang aja urusan Rizal biar Gue yang urus. Masalah Nisa sama Naya nanti juga di bujuk Bunda pasti bakalan luluh mereka" kata Alea menepuk bahu Rara


"Le, jangan terlalu keras sama Rizal. Lo tahukan apa yang Dia alami sampai Dia berfikiran seperti itu" kata Anya


"Tenang aja Kak, Gue tau apa yang harus Gua lakuin" kata Alea


Anya menghela nafas berat "Semuanya, maaf malah harus menyaksikan drama seperti ini. Kalau begitu mari kita ke ruang makan" kata Anya tersenyum


"Tidak papa Nak, kami mengerti" kata Tiara lembut

__ADS_1


Di saat semua orang makan malam. Anya, Rara dan Alea malah pergi ke halaman depan untuk memberi nasihat pada Rizal.


Bersambung


__ADS_2