Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 74


__ADS_3

"Mas Tia takut"


Tiara terus menggenggam tangan suaminya saat brankar yang membawanya masuk ke ruang operasi.


"Jangan takut sayang, semuanya akan baik baik saja percayalah. Mas akan menunggumu disini"


Jujur Ditya juga sangat takut, saat pintu ruang operasi tertutup. Ditya hanya bisa menunggu dengan cemas.


Faiha, Seno dan Opa Fernan datang. Juga Salwa dan Satya, Seno berdiri dan langsung memeluk Faiha.


"Sabar sayang, semua akan baik baik saja" Faiha mengelus punggung Ditya


"Sabar Dit, berdoalah untuk kesembuhan anak dan istrimu" kata Salwa lembut


"Terimakasih Nek" Ditya berganti memelik Neneknya yang dari ayahnya.


Setelah lama menunggu terdengar suara tangisan pertama dari dalam ruang operasi. Selang beberapa menit terdengar suara tangisan kedua.


"Alhamdulillah"


Semuanya mengucap syukur, Ditya langsung memeluk ibunya "Anak ku sudah lahir Mi"


Semuanya tersenyum bahagia, tinggal menunggu operasi selesai.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Kini keluarga Ditya sedang berada di dalam ruang rawat. Tiara sudah di pindahkan ke ruang rawat. Tapi Dia belum sadarkan diri karna pengaruh obat bius.


Keluarga yang lainnya terlihat berebut ingin menggendong anak anak Ditya dan Tiara.


"Kamu akan memberi nama siapa putrimu ini?" tanya Salwa yang menggendong anak perempuan Ditya.


"Iya, apa kau sudah menyiapkan nama untuk mereka Dit?" tanya Opa Fernan yang sedang menggendong bayi laki laki Tiara dan Ditya.


"Sudah Opa, yang lahir pertama yang perempuan Ditya kasih nama Nessa Andriyani Putri. Kalau yang lahir kedua yang laki laki Nevan Mahendra Putra" kata Ditya

__ADS_1


"Nama yang bagus, Nessa dan Nevan" kata Salwa mengelus pipi baby Nessa


"Eughh"


Terdengar gumaman dari tempat Tiara. Ditya langsung melangkah menghampiri istrinya. Tiara masih mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu yang menyilaukan.


"Sayang kau sudah sadar. Cup" Ditya mencium kening istrinya


"Mas, anak anak kita?" tanya Tiara dengan suara lirih


Ditya tersenyum dan kembali mencium kening Tiara "Mereka sehat sayang, tuh lagi di gendong sama Nenek dan Opa buyutnya"


Tiara menoleh ke samping dan melihat keluarga suaminya sedang berkumpul di sana. Tiara tersenyum lemah, Dia sangat bahagia karna sekarang sudah melahirkan dua anak sekaligus.


"Mas Tia mau gendong anak anak kita" kata Tiara


"Bentar ya, kita panggil dokter dulu biar kamu di periksa dulu" kata Ditya


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


"Pelan pelan Dhe, Daddy gak minta ko" Ditya mengusap kepala putranya yang sedang menyusu pada istrinya.


"Dia haus banget kali Dad, anak Mami cantik sekali. Cup" Tiara mencium pipi putrinya yang sangat menggemaskan


"Aku tidurin ya Sayang" kata Ditya, Tiara hanya mengangguk


Ditya pun mengambil putrinya dari gendongan istrinya. Menidurkannya di box bayi bersama putra mereka yang sudah terlelap duluan.


Cup Cup Cup


Ditya menciumi wajah istrinya "Terimakasih sudah memberikan kebahagiaan untuk ku sayang. Terimakasih sudah mau berjuang demi melahirkan anak anak kita"


Tiara tersenyum haru mendapat perlakuan dan kata kata kata manis dari suaminya. Dia tidak menyangka kalau Dia bisa memiliki keturunan bahkan bukan hanya satu tapi dua sekaligus.


"Sama sama Mas, Tia juga bahagia bisa memberikan keturunan untuk Mas dan keluarga" kata Tiara memeluk suaminya

__ADS_1


"Apa masih sakit hmmm?" Ditya mengelus pelan perut istrinya


Tiara mengangguk "Masih Mas"


"Yang sabar ya, nanti juga akan segera sembuh" Ditya mencium bibir istrinya


Keduanya berciuman dengan penuh rasa bahagia. Saling melum^mata memberikan cinta mereka lewat ciuman itu. Sampai keduanya puas baru melepaskan ciuman itu.


Ditya menempelkan keningnya dan kening Tiara. Keduanya masih mengatur nafas mereka.


"Aku mencintaimu" kata Ditya


"Aku juga mencintaimu"


Di saat itu Nessa menangis kencang menyadarkan keduanya. Ditya segera berjalan ke arah boz bayi dan menggendong Nessa takut kalau Nevan ikutan bangun.


"Sekarang ada yang mengganggu kita sayang" kata Ditya sambil menggendong Nessa


"Hus, kamu ini. Mereka kan anak anak kita. Mungkin Nessa cemburu kalau Daddy nya terus berduaan sama Mami nya" kata Tiara tersenyum


Ditya tersenyum "Anak Daddy mulai posesif ya. Hmmm hmmm" Ditya mencium gemas pipi Nessa


Sama posesifnya sama Daddy nya.


Nessa sudah berhenti menangis dan sekarang terlelap di gendongan Ditya. Sepertinya benar, kalau Nessa akan sangat posesif sama Daddy nya.


"Mas kamu tidur, istirahat ini sudah malam" kata Tiara lembut


"Iya, kamu juga tidur ya"


Cup


Ditya mencium kening Tiara lalu berjalan ke arah sofa dan merebahkan diri di sana. Tiara pun berbaring dan memejamkan matanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2