Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 82


__ADS_3

Dea menunggu di salah satu meja di Cafe Apple. Melihat ke arah pintu, senyumnya mengembang saat yang di tunggu muncul di balik pintu Cafe itu.


"Maaf menunggu lama" Viza menarik kursi di depan Dea dan duduk di sana.


"Gak papa ko Kak, aku juga baru sampai" kata Dea tersenyum ceria


"Mau pesan makanan sekarang" kata Viza. Dea hanya mengangguk.


Setelah mereka memakan pesanan mereka. Kini keduanya diam dengan ponsel masing masing.


"Ekhem" Viza menyimpan ponselnya ke dalam saku celana.


"De, ada yang mau aku bicarakan sama kamu" kata Viza serius


Dea mematikan ponsel dan memasukan nya ke dalam tas. Menatap ke arah Viza yang juga menatapnya dengan serius.


...Apa yang mau di bicarakan sama Kak Viza. Ko aku jadi deg degan gini ya....


"Kakak mau bicara apa?" tanya Dea penasaran


Viza meraih tangan Dea di atas meja. Menggenggam nya, mencium nya beberapa kali.


"De, aku sudah putuskan kalau aku ingin melamarmu kepada keluargamu. Apa kamu siap?" kata Viza


Hah? Apa? Melamarku?


"Kakak gak bercandakan? Kakak yakin?" tanya Dea


Viza tersenyum "Aku yakin, dan aku gak bercanda sama sekali. Jadi apa kamu siap?"


Aduh aku harus jawab apa coba? Apa keluargaku akan mengizinkan aku menikah muda. Apalagi aku masih kuliah, Kak Ditya? Ahh pasti Dia akan bertanya banyak hal sama aku dan Kak Viza kalau sampe Kak Viza nanti melamarku.

__ADS_1


"De, bagaimana? Apa kamu siap?" tanya Viza menyadarkan Dea dari lamunan nya.


"Ekhem.


Tapi Kak, apa Kakak siap menghadapi keluargaku? Takutnya mereka tidak mengizinkan karna aku juga masih kuliah" jelas Dea


Viza tersenyum dan mencium kembali tangan Dea "Kau tenang saja, aku akan membuat keluargamu percaya kalau aku akan membuat putri kesayangan mereka bahagia bersamaku"


"Baiklah Kak, kapan keluargamu akan ke rumahku?" tanya Dea


"Lusa, aku sudah merencanakan semuanya dari awal. Dan keluargaku sudah siap untuk melamarmu untuk ku" kata Viza


"Baiklah, nanti biar aku bicara sama keluargaku" kata Dea tersenyum


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


"Apa? Kamu jangan bercanda Dea" teriak Seno dan Ditya terkejut setelah mendengar cerita Dea tentang Viza yang akan melamarnya.


Ish gak ayah gak abang sama aja posesifnya.


"Tapi siapa yang mau melamarmu Dea? Kenapa mendadak begini? Lagian kamu masih muda dan Papi gak pernah tau kalau kamu punya pacar" kata Seno yang di angguki Ditya


Di sisi lain Faiha dan Tiara hanya bisa menahan senyumnya melihat adegan di depan nya ini.


"Dea emang gak pernah cerita sama kalian. Tapi Dea memang sudah punya pacar cukup lama" jelas Dea


"Apa?? Atau jangan jangan kamu sudah melakukan yang tidak tidak sama pria sialan itu" teriak Ditya emosi


Hah?


"Enggak Kak, ya ampun enggak. Mana berani Dea melakukan hal di luar batas ihh" Dea mulai kesal dengan sikap kakak dan juga ayahnya

__ADS_1


"Lalu kapan rencana keluarga pacarmu melamarmu?" tanya Seno


"Lusa"


"Apa?? Lusa? Kamu ini gimana sih De, gak kecepatan apa?" teriak Ditya kaget


"Ya ampun Kak, berisik tau gak. Gak kecepetan lah, masih ada waktu satu hari lagi untuk mempersiapkan semuanya" kata Dea kesal


"Ahhh terserahlah, yang penting Kakak akan lihat dulu bagaimana pria pilihan mu itu. Jika Kakak gak cocok maka jangan harap kau bisa melanjutkan hubungan kalian" kata Ditya tegas


Hah!! Sudah pasti akan seperti itu kalau punya abang bener bener posesif.


Ditya mengajak Tiara masuk ke kamar mereka dengan membawa anak anak. Ditya memutuskan untuk menginap d rumah orang tuanya sampai acara lamaran Dea.


"Mas kenapa kamu kaya yang gak suka kalau Dea mau di lamar sama pacarnya" kata Tiara yang sedang menyusui Nessa


"Aku cuma merasa belum rela kalau harus menyerahkan Dea yang manja itu sama pria lain" kata Ditya


Emang ada ya kakak kaya gitu? Ahh dasar posesif tingkat dewa.


"Tapi kan pasti suatu saat nanti pasti Dea akan menikah. Kamu harusnya bersyukur karna sudah ada pria baik yang mau mempersunting Dea" kata Tiara


Ditya menghela nafas "Dari mana kau tahu kalau pria yang akan melamar Dea itu adalah pria baik? Kau pernah bertemu dengan nya? Iya?"


Salah lagi aku !!


"Bukan gitu Mas, Tia gak pernah bertemu dengan pacarnya Dea. Tapi coba kamu fikir deh. Pacarnya Dea mau melamar langsung Dea pada keluarganya. Berarti Dia benar benar serius sama Dea dan Dia tidak mau mempermainkan Dea" jelas Tiara


Berfikir jernih dong suamiku, kamu ini kenapa sih.


"Ahh sudahlah, aku tetap mau menilai sendiri bagaimana pria yang akan melamar adik ku itu. Pantas atau tidak untuk Dea" kata Ditya

__ADS_1


Terserah kamu saja Mas...


Bersambung


__ADS_2