
Pernikahan Anya dan Rafa tinggal menunggu hari. Semuanya telah selesai di siapkan. Rafa memilih hotel milik keluarga Ditya untuk acara Pernikahannya.
Nevan yang sudah tidak sabar untuk menikahi Rara pun tak kalah antusiasnya dengan persiapan pernikahan nya nanti.
Sebagai hari hari terakhir sebagai seorang lajang. Maka Rara dan Anya ingin jalan jalan bersama. Tentu saja tidak hanya mereka berdua.
Rafa dan Nevan tidak mungkin membiarkan dua gadisnya untuk pergi berdua tanpa di dampingi mereka.
"Kemana kita Nya?" tanya Rara
Mereka tengah berjalan di gang menuju para pria yang telah menunggu di ujung gang. Sepulang dari kantor Nevan dan Rafa langsung menuju tempat tinggal Rara dan Anya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Lama banget si?" kata Rafa menatap pada calon istrinya
"Maaf" kata Anya tersenyum
"Yuk sekarang kita berangkat" kata Nevan sudah membukakan pintu mobil belakang untuk kekasihnya
"Terimakasih" Rara tersenyum manis yang mampu mmebuat jantung Nevan berdebar.
Kini semuanya telah berada di dalam mobil. Rafa sebagai supir dan Anya duduk di sampingnya. Sementara Nevan dan Rara duduk di kursi belakang.
"Kita mau kemana emangnya?" tanya Rara
Mereka memang berniat jalan jalan tapi tidak menentukan tempatnya. Rafa dan Nevanlah yang menentukan tempatnya.
"Udah kau diam saja, nanti juga tahu" kata Nevan mengusap tangan Rara yang sedari tadi di genggamnya.
Rara mendengus kesal karna Dia selalu punya tingkat penasaran yang di tinggi pada hal hal tertentu.
__ADS_1
"Udah deh Ra, Lo diem aja. Duduk manis" kata Anya dengan nada meledek karna Dia tahu kalau Rara sangatlah penasaran dengan tujuan mereka pergi.
"Ck kaya yang Lo gak penasaran aja Nya" kata Rara
"Ya penasaran si. Tapi gak sepenasaran Lo" kata Anya santai
Nevan dan Rafa tersenyum melihat perdebatan mereka berdua yang terlihat begitu menggemaskan. Saling mengejek tapi juga saling menyayangi.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Oh ternyata mereka ngajakin mal.
Rara turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam dengan di gandeng Nevan. Begitupun dengan Anya. Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan dengan pasangan masing masing.
"Kalian mau beli apa kesini?" tanya Rara polos karna setahu Dia kalau orang orang kaya datang ke mal pasti akan berbelanja.
"Bukan kita yang mau belanja. Tapi kalian" Rafa yang menyahut membuat Anya menoleh dan menatap heran pada calon suaminya.
"Kita?" Rara menggelng "Kita gak mau beli apa apa kok" jelas Rara
"Ya udah terus kalian mau apa dong?" tanya Nevan menatap kekasihnya
"Nonton" kata Anya dan Rara serempak
Masa remaja mereka tidak seperti gadis gadis yang lainnya. Mereka sangat ingin menonton di mal seperti banyak teman teman nya lakukan.
Tapi mereka selalu berfikir lebih baik waktunya di pakai bekerja dari pada main tidak jelas dan hanya menghamburkan uang.
"Baiklah. Kenapa kalian terlihat begitu bersemangat?"kata Nevan sambil mengelus kepala Rara
"Ya karna kita belum pernah menonton di bioskop sebelumnya" jawab Rara tersenyum
Meski tersenyum, tapi Nevan melihat ada kesedihan di balik senyuman palsu Rara itu. Sedikitnya Nevan mulai mengerti kalau kekasihnya ini memang sangat tertutup tentang perasaan dan masalah kehidupannya. Dan Nevan mulai memahaminya.
__ADS_1
"Apa kalian benar benar belum pernah menonton?" tanya Rafa menoleh ke arah Anya dengan tatapan tidak percaya
"Tentu saja. Dulu kita gak ada waktu untuk sekedar main main gak jelas. Yang kita fikirkan saat itu hanya bekerja supaya bisa kuliah dan mendapat pekerjaan tetap supaya bisa membiayai adik adik" jelas Anya tersenyum
Deg
Nevan dan Rafa merasa sesak di dadanya. Jadi dua gadis yang sebentar lagi akan menjadi istri mereka sudah bekerja sejak remaja. Bagaiamana mungkin? Kehidupan yang sangat sangat berbeda dengan mereka berdua.
"Gak usah tegang gitu kali mukanya. Kita udah bisa kok" kata Rara terkekeh kecil
Sayang. Kenapa kau begitu tegar, bahkan aku tidak yakin bisa sekuat dirimu jika harus berada di posisi itu.
Nevan memeluk kekasihnya dengan erat. Tidak memperdulikan kalau di sana banyak orang.
Semantara Anya dan Rafa terus berjalan tanpa tahu kalau yang di belakang mereka tidak mengikuti langkahnya.
"Sayang kenapa?" tanya Rara bingung masih di dalam pelukan Nevan
"Sayang. Malu ih banyak orang" Rara melihat ke sekitar, mereka menjadi pusat perhatian.
"Aku janji" Nevan melepaskan pelukannya dan memegang wajah Rara dengan kedua tangan nya.
"Aku janji akan membuatmu bahagia dan aku akan mewujudkan keinginanmu yang tidak tercapai saat remaja" kata Nevan menatap mata Rara
"Iya"
Rara menjadi bingung sendiri harus berkata apa. Ini di luar dugaannya. Tidak menyangka kalau Nevan akan merespon seperti itu saat dirinya bercerita tentang kehidupan remajanya.
Cup
Nevan mencium kening Rara, membuat semua pangunjung mal yang melihatnya berteriak histeris melihat adegan romantis pasangan ini. Apalagi saat melihat Nevan yang begitu tampan.
Bersambung
__ADS_1
Maaf kemarin gak bisa up, tapi sekarang di usahakan up lagi ya. Terimakasih yang setia membaca karya saya. Salam manis Nita Puspita 🤗😍😍