Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 22}


__ADS_3

Setelah mengantar kedua orang tua dan juga Opa bersama Oma nya. Vera langsung menuju mall tempat Dia janjian bertemu dengan Feni.


"Nanti Vei telpon aja Pak kalau sudah mau pulang. Sekarang Bapak pulang dulu aja" kata Vera


"Baik Nona"


Vera turun dari mobil dan langsung berjalan masuk ke dalam mal. Vera mengambil ponsel untuk menghubungi Feni.


"Hallo Ver, kamu dimana?"


"Aku udah sampe, kamu yang di mana?"


"Ohh. Kalau gitu kamu ke sini aja, aku ada di toko boneka lantai satu"


"Oke"


Vera langsung melangkahkan kakinya menuju tempat yang di beri tahukan oleh Feni tadi.


Vera terdiam di tempatnya, melihat Feni yang sedang berdiri memilih boneka. Bukan Feni yang membuat Vera menghentikan langkahnya, tapi dua pria yang ada di belakang Feni.


Kenapa Kak Ardi bisa ada disini.


Feni menoleh dan langsung melihat Vera yang masih berdiri di tempatnya.


"Ver disini" teriak Feni sambil melambaikan tangan nya


Vera mengerjap dan langsung tersenyum. Vera berjalan mendekati Feni. Kedua pria yang sedang asyik bermain ponsel pun menoleh ke arah Vera saat mendengar teriakan Feni barusan.


Dia kesini? Terus gue harus ngapain?


Ardi malah panik sendiri, bingung harus melakukan apa saat wanita yang ingin di temuinya sudah berada di depan mata.


"Hai, Assalamualaikum" kata Vera


"Waalaikumsalam"


Vera dan Feni langsung berpelukan "Kenapa mereka ada disini?" bisik Vera


"Hmmm. Maaf, tapi mereka mau ikut aku ke sini. Nanti aku ceritakan ya" bisik Feni


Mereka pun melepaskan pelukannya. Vera tersenyum manis ke arah Tito dan Ardi. Tito membalas senyuman Vera, sementara Ardi malah terlihat bengong tanpa membalas senyuman Vera.

__ADS_1


Manisnya. Eh apaan sih, gue kenapa? Apanya yang manis coba?


Ardi malah bergelut dengan fikirannya sendiri sampai Dia tidak sadar jika Dia tidak membalas senyuman Vera.


"Ver ini lucu ya" Feni meninjukan sebuah boneka kecil berwarna pink dengan love yang di pegang oleh si tangan boneka itu.


"Bagus Fen" Vera melangkah mendekati Feni dan ikut melihat lihat boneka yang di pajang di sana.


"Kalau aku tahu kamu kesini sama mereka berdua, aku gak bakal mau loh Fen" kata Vera dengan suara pelan karna takut kedua pria di belakangnya mendengar apa yang di ucapkannya.


"Aku juga tadinya cuma mau jalan sama Kak Tito aja, tapi tiba tiba Kak Tito ngabarin aku harus ajak kamu. Katanya ada yang mau ketemu sama kamu" jelas Feni dengan suara pelan


"Maksudnya? Apa mungkin Kak Ardi yang mau ketemu sama aku? Tapi gak mungkin Ahh" kata Vera


Feni mengangkat kedua bahunya "Aku juga gak tau"


"Jadi beli gak sih dari tadi cuma milih milih doang" kata Vera saat menyadari sahabatnya cuma melihat lihat boneka yang di pajang di sana.


"Hehehe. Jadi dong, yang ini aja mbak" kata Feni pada pelayan toko sambil menyerahkan boneka pink yang tadi


Setelah melakukan pembayaran, Feni dar Vera berjalan ke luar toko menghampiri Tito dan Ardi yang masih menunggu di luar toko.


"Enggak ahh, boneka aku udah banyak" kata Vera


"Udah, sekarang kita mau kemana lagi?" tanya Tito pada kekasihnya


"Ada yang mau aku beli, Kakak mau kan anter aku. Biarin aja Vera di sini dulu sama Kak Ardi" kata Feni membuat Vera langsung terbelalak


Tito mengerti apa maksud kekasihnya "Oke, ayo kita pergi"


"Ar, lo sama Vera dulu aja ya. Nanti kita balik ke sini" kata Tito menggandenga tangan Feni dan langsung berjalan meninggalkan Vera dan Ardi


"Tap..." Vera langsung menghentikan ucapannya karna Feni dan Tito sudah berjalan menjauh.


Ishh. Kenapa mereka malah meninggalkan ku. Vera


Terus gue harus ngapain?. Ardi


Keduanya masih diam, canggung seketika melanda. Untuk bernafas pun mereka lakukan secara perlaha karna terlalu gugup berada di situasi sperti ini.


"Ekhem.

__ADS_1


Kak kayanya Vei mau pulang aja" kata Vera memecah keheningan


Ardi langsung menoleh "Kenapa?"


Duh kenapa gue malah nanya gitu.


"Hmm. Aku...."


Vera juga bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin Dia harus menjawab kalau Dia tak nyaman berada di dekat Ardi.


"Sudah, mendingan sekarang kita cari makan udah waktunya makan siang juga" kata Ardi tanpa sadar langsung menggandeng tangan Vera


Vera terbelalak melihat tangannya yang di genggam oleh Ardi.


"Kenapa? Apa ada yang marah kalau aku gendeng tanganmu?" tanya Ardi menyadari keterkejutan Vera


Heh. Sejak kapan Dia bicaranya menjadi aku kamu.


Vera tambah terkejut saat mendengar Ardi berbicara dengan lembut dan menggunakan bahasa yang sopan.


"Hmm. Eng...enggak ko Kak, gak ada yang marah" kata Vera gugup


Gak papa tapi gugup gitu, apa mungkin pacarnya yang waktu itu aku temui di toko buku. Argg sialan, lihat aja tidak ada yang boleh memiliki Vera selain aku.


"Kak" panggil Vera yang melihat Ardi malah terbengong dengan kening yang mengerut.


"Hmmm" Ardi menoleh


"Ya udah ayo kita cari makan" Ardi langsung berjalan dengan menggandeng tangan Vera.


.....


"Tuhkan benar dugaan ku kalau Ardi suka sama Vera" kata Tito


"Aku si setuju setuju aja kalau Kak Ardi sama Vera. Tapi Veranya mau atau tidak, soalnyakan Kak Ardi galak" kata Feni jujur


Tito menoleh "Ya kita serahin aja semuanya pada mereka berdua. Sekarang kita pergi aja dari sini"


Tito dan Feni pun langsung pergi dari tempat persembunyian mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2