Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 8}


__ADS_3

Vera berjalan ke arah kantin bersama Feni sahabatnya. Feni sedang bercerita kalau Dia sudah jadian dengan Tito.


"Wahh selamat ya Fen" Vera memeluk sahabatnya itu, ikut merasakan bahagia.


"Makasih ya Ver, aku juga gak nyangka kalau Kak Tito ternyata benar benar menyukaiku" kata Feni tersenyum bahagia


"Pasti sukalah, kan temanku ini sangat maniss" goda Vera mencolek dagu Feni


"Apaan si Ver" Feni tersipu malu. Vera hanya tertawa


"Mau pesan apa Ver?" tanya Feni setelah mereka mendapat tempat duduk di kantin sekolah itu


"Biasa aja Fen" jawab Vera


"Oke"


Feni pun pergi untuk memesan makanan. Vera sedang membaca buku novel yang di bawanya.


"Aduhh pengen ke toilet dulu lagi" gumam Vera


Vera pun berdiri dari tempat duduknya dan berbalik dengan terburu buru karna sedang kebelet ke toilet.


Brukk


"Awww" Vera memegang lulutnya yang mencium lantai cukup keras.


"Heh cewe manja, kalo jalan tuh liat liat. Dasar wanita lemah" teriak Ardi yang menabrak Vera

__ADS_1


Vera hanya diam sambil menundukan kepalanya. Sungguh Dia sangat takut saat mendengar teriakan Ardi. Vera akui kalau Dia memang di manja oleh keluarganya. Sehingga Dia tidak pernah di bentak atau di teriaki seperti ini. Apalagi ini di depan banyak orang.


"M...maaf Kak" kata Vera dengan suara parau


Ardi mendengus, melirik ke arah lutut Vera yang sedikit memar karna terjatuh tadi.


"Makanya jadi cewe itu jangan lemah" suara Ardi sudah mulai melemah. Entah kenapa Dia merada iba pada gadis yang terduduk di lantai sambil memegangi kakinya.


Vera terperanjat saat ada yang mengulurkan tangan padanya. Lebih kaget lagi saat melihat siapa pemilik tangan itu.


"Ayo, mau sampai kapan kau duduk di situ" kata Ardi dingin


Vera teridam, ragu untuk menyambut uluran tangan pria galak di depan nya. Tapi saat melihat tangan itu tidak di tarik lagi oleh pemiliknya. Vera pun dengan ragu ragu meraih tangan Ardi dan langsung berdiri.


"Ma...makasih Kak" kata Vera gugup


"Jangan kepedean dulu, gue bantuin lo cuma karna kasian. Gue tau kalo lo itu cewe manja yang gak bisa ngapa ngapain selain nangis" kata Ardi ketus dan langsung pergi meninggalkan Vera.


Apa yang Ardi lakukan tadi benar benar refleks begitu saja. Ardi juga menyesali perbuatannya. Ini baru pertama kali Dia merasa kasihan pada wanita.


Gak Ardi, lo jangan sampe tertipu dengan wajah polosnya. Semua cewe sama saja, egois.


Masa lalu yang kurang baik, membuat Ardi selalu menghindari makhluk yang namanya perempuan. Ardi menganggap kalau semua perempuan sama dengan masa lalunya.


...


Angga dan Nessa masih duduk di bangku. Keduanya mengobrol cukup lama. Menceritakan kisah hidup mereka masing masing.

__ADS_1


"Jadi kau punya adik tiri?" tanya Nessa


Angga mengangguk "Iya, sebenarnya aku dan Dia juga saudara. Ibu aku dan ibunya adalah saudara sepupu. Saat ayahku meninggal beberapa tahun yang lalu ibuku menjadi single perent"


Nessa menoleh, menatap iba pada lelaki di sampingnya "Terus kenapa kamu bisa punya adik tiri?"


Angga tersenyum " Setelah ayahku meninggal sekitar 5 tahun, sepupu ibuku ini menderita penyakit yang sangat parah. Dia meninggal dan memberi wasiat pada suaminya agar menikah dengan ibuku dan menitipkan anaknya pada ibu dan juga aku agar menjaganya"


"Terus sekarang adik kamu dimana?" tanya Nessa semakin penasaran


"Adik aku masih sekolah kelas 12 di SMA xx. Aku dan Dia tidak berhubungan dengan baik" jelas Angga, ada gurat kesedihan di wajahnya


"Kenapa?" tanya Nessa


"Dia tidak suka padaku dan ibuku semenjak ayahnya menikahi ibuku. Dia menganggap kalau aku dan ibuku akan mengambil harta dan kasih sayang ayahnya. "


Padahal sedikit pun aku tidak punua fikiran seperti itu. Harta peninggalan ayahku pun sudah cukup untuk hidupku dan ibuku. Jika bukan karna amanah dari almarhim ibunya, saat ini ayahnya dan ibuku tidak akan menikah" jelas Angga


Nessa melihat ada kesedihan di wajah Angga. Dia cukup mengerti apa yang di rasakan pria ini. Cukup berat beban yang di hadapinya. Menjaga ibu dan adik tirinya. Tapi justru adik tirinya tidak menyukainya dan ibunya.


"Sabar ya, sekarang kau bisa menceritakan apapun sama aku. Aku yakin kalau suatu saat nanti adikmu itu akan busa menerimamu dan ibumu. Kita bisa berteman bukan?" kata Nessa tersenyum


Angga menoleh dan tersenyum "Tentu saja, oh ya kita kan belum berkenalan secara resmi. Aku tahu namamu karna kemarin malam mendengar keluargamu memanggil namamu"


"Hehe. Iya lupa, aku Nessa"


"Aku Angga"

__ADS_1


Mereka saling berjabat tangan dan saling melempar senyum.


Bersambung


__ADS_2