Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 9}


__ADS_3

Nessa masuk ke dalam kelasnya, Dia melihat sekilas ke arah Nadia dan Jeslyn yang seperti tak punya salah apapun. Rafa dan Nevan selalu berada di sampingnya. Nevan menatap penuh permusuhan pada Nadia dan Jeslyn membuat nyali keduanya menciut.


"Sial, kenapa mereka selalu ada di samping si cewe manja itu si" bisik Jeslyn pada Nadia


Nadia mengangguk "Heem. Kalau lihat saudaranya itu membuat gue deg degan tau"


Jeslyn yang mendengar jawaban Nadia langsung mencubit tangannya


"Awww. Apaan si Jes? Sakit tau" kata Nadia meringis sambil mengusap tangannya.


"Abisnya lo gak nyambung, malah mikirin si muka cuek itu" kesal Jeslyn


"Ya kan gue cuma mengutarakan isi hati gua Jes. Mau Dia selau cuek juga gue tetep suka. Mukanya itu ganteng banget Jes" kata Nadia menatap takjub pada Nevan


"Terserah lo aja deh, pusing gue" kara Jeslyn


"Yeee kalau pusing ya minum obat" kata Nadia cuek


Nevan berdiri dan menghampiri wanita yang dari tadi membicarakannya dan terus menatap ke arahnya.


"Ekhem"


Nadia menoleh ke arah Nevan yang berdiri tepat di samping mejanya "Apa?"


"Aku cuma mau kau jauhi Nessa dan jangan pernah melakukan kesalahan yang sama. Aku masih berbaik hati untuk tidak melaporkan mu ke polisi atas semua yang kau lakukan dan juga kau yang sering main ke club malam" ancam Nevan


Nadia menelan ludah kasar "O..oke"


Nevan pun kembali ke mejanya, malas berlama lama dengan wanita seperti Nadia.


...


Angga berlari ke arah mobil Nessa dan Nevan "Hai" sapa Angga

__ADS_1


"Hai, ada apa Ngga?" tanya Nevan mengerutkan keningnya


"Gak ada apa apa, aku cuma mau mengembalikan ini" Angga memberikan kotak makan milik Nessa tadi.


"Makasih pudingnya Ness, aku suka" kata Angga tersenyum


Nessa menerima kotak makan itu dan membalas senyuman Angga "Sama sama Ngga, aku seneng kalau kamu suka"


Angga dan Nessa saling menatap, saling melempar senyum. Mereka bahkan melupakan kebaradaan Nevan saat ini.


"Ekhem"


Keduanya langsung tersadar saat mendengar deheman dari Nevan. Angga langsing menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Nessa hanya tersenyum kaku.


"Kayanya aku di lupakan ni" kata Nevan cuek


Nessa langsung merangkul tangan Nevan "Hehe. Enggaklah masa aku lupain saudara kembarku"


"Hah? Jadi kalian saudara kembar?"teriak Angga terkejut


Angga menggeleng "Selama ini aku kira kalau kalian itu kaka beradik aja, bukan saudara kembar. Abis kalian gak mirip mirip amat"


"Haha, kita memang bukan kembar identik jadi gak terlalu mirip" jelas Nessa


"Ohh pantesan" gumam Angga


"Tapi kalau makin di amati, kalian memang punya kemiripan ya walau gak mirip mirip amat si" kata Angga


"Haha. Terserah kau saja" kata Nevan


....


Vera sedang menunggu jemputan nya, tidak seperti biasanya supir Vera terlambat datang. Entah ada kendala di jalan atau apa, Vera tidak tahu.

__ADS_1


"Apa mungkin macet ya? Tumben Pak Yusuf terlambat jemput aku" gumam Vera kembali melihat jam tangan nya.


Vera menoleh saat mendengar suara motor yang di gas kecang di sampingnya. Vera mengerutkan keningnya, karna tidak tahu siapa pengemudu motor gede itu. Helm yang di pakainya berkaca hitam sehingga Vera tidak bisa melihat wajahnya.


"Naik"


Vera terdiam, seperti mengenali suara itu. Tapi Dia tidak ingat suara siapa itu, Vera masih terdiam di tempatnya. Tidak berniat untuk mendekat apalagi naik ke motor itu.


"Kau itu tuli ya, aku bilang naik ya naik" teriak si pemilik motor kesal


"Hah? Ka..kak Ardi" gumam Vera terkejut


Ardi membuka helmnya dan merapikan rambut tangan nya. Vera terdiam menatap pemandangan di depannya. Jujur saja Vera sangat kagum pada Ardi yang terlihat sangat keren dan tampan. Tapi saat mengingat bagaimana sikap Ardi membuat Vera langsung tersadar dan menggelengkan kepalanya.


"Mau sampai kapan kau berdiri di situ" kata Ardi dingin


"A..aku sedang menunggu jemputanku Kak" jawab Vera gugup


Ardi menoleh dan menyipitkan matanya "Ohh iya lupa, kau kan anak manja. Hahaha udah gede masih aja di anter jemput. Dasar cewe manja"


Ardi kembali memakai helm dan melajukan motornya dengan kencang. Dia merutuki perbuatan nya, kenapa Dia selalu merasa kasihan pada Vera. Apalagi saat melihat gadis itu menunggu jemputan nya sudah cukup lama.


Vera yang melihat Ardi pergi hanya diam. Merasa bingung dengan sikap kaka kelasnya itu. Kadang baik, tapi juga sering terlihat sangat galak dan menakutkan.


Tak lama kemudian jemputan Vera pun datang. Vera langsung masuk ke dalam mobil itu.


"Maaf Nona, tadi tiba tiba ban mobilnya bocor jadi saya harus membawa dulu ke bengkel. Maaf karna Nona sudah menunggu lama" kata Pak Yusuf


"Tidak papa Pak" jawab Vera tersenyum ramah


Vera menatap ke luar jendela mobil, Dia kembali memikirkan sikap Ardi yang berubah ubah padanya.


Seperti bunglon saja, selalu berubah ubah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2