
Angga duduk diam, menatap seluruh anggota keluarga Nessa. Semua masih diam menunggu penjelasan dari Nessa.
Keluarga ini kenapa si? Kelihatan nya posesif abis.
"Se..sebenarnya"
Nessa menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya. Nessa akan mulai menceritakan apa yang terjadi.
"Sebenarnya Dia gak salah, justru Dialah yang telah menolongku" Nessa mulai menjelaskan
"Aku juga tidak menyangka kalau Nadia dan Jeslyn akan membawaku ke tempat haram itu. Aku tidak bisa melawan karna mereka menarik ku dengan paksa. Sampai di dalam tempat itu, ada seorang pria yang menggodaku.. Hiks hiks"
Nessa kembali terisak saat mengingat kembali apa yang tadi terjadi padanya. Tiara segera memeluk putrinya itu, Dia mengelus punggung Nessa dengan lembut.
"Lalu apa yang pria itu lakukan ?" tanya Ditya menahan emosinya.
"Aku sudah mencoba memberontak, tapi pria itu menarik paksa tanganku dan membawaku keluar dari tempat itu. Dia membawaku ke balik pohon besar. Dia hampir saja menciumku, tapi aku menendang kejantanan nya. Saat Dia mengaduh kesakitan, aku segera lari dan tak sengaja aku menabrak Dia" jelas Nessa
"Dan kenapa kau ada di sana? Apa kau salah satu pengunjung club itu?" tanya Nevan menatap tajam pada Angga
Angga tersenyum "Saya sedang menunggu jemputan karna ban mobil saya bocor tepat di area sana. Dan saya mendengar teriakan minta tolong dari balik pohon besar"
"Sudah Nevan, Dia gak salah. Dia yang telah menolongku" kata Nessa
"Iya Nak, jangan terus menaruh curiga pada pria ini. Oh ya Nak, siapa namamu?" tanya Tiara tersenyum ramah
__ADS_1
"Nama saya Angga Tante" jawab Angga tersenyum
"Terus kemana teman temanmu itu? Apa mereka tidak menolongmu?" tanya Nevan
"Mereka... Hiks hiks.. Mereka malah tertawa melihatku di tarik paksa oleh pria itu " jawan Nessa terisak
"sudahlah Nevan, nanti kita bicarakan lagi" kata Tiara menahan putranya agar tidak terpancing emosi lagi.
"Nak Angga terimakasih banyak karna sudah menolong Nessa dan maafkan atas kelakuan putra Tante. Maklumlah Nevan memang sangat menyayangi saudaranya" kata Tiara
"Iya Tante, sama sama" jawab Angga tersenyum
"Sayang, jangan genit genit sama brondong" bisik Ditya di telinga istrinya
Hah? Dasar suami posesif, fikiran nya udah gak waras.
"Baiklah, hati hati di jalan" kata Tiara ramah
Angga keluar dari rumah Ditya, tidak tahu kalau ada seseorang mengikutinya. Saat Angga akan membuka pintu mobil. Pintu itu langsung di tutup kembali oleh sebuah tangan sebelum Angga benar benar membukanya.
"Kau" Angga berbalik dan terkejut saat melihat Nevan berada di depannya.
"Ada apa?" tanya Angga lagi saat Nevan hanya diam menatapnya.
Angga mengerutkan keningnya saat Nevan malah menepuk bahunya.
__ADS_1
"Maafin aku karna sudah berburuk sangka padamu. Aku benar benar khawatir sama Nessa" kata Nevan tersenyum tipis
Angga membalasa senyuman Nevan "Gak papa ko, aku mengerti perasaan kau. Jadi, apa kita bisa berteman " Angga mengulurkan tangan nya.
"Tentu saja"
Nevan tersenyum dan menjabat tangan Angga, lalu Dia memeluk Angga dan menepuk dua kali punggu Angga.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Nevan kembali ke dalam rumah setelah meminta maaf pada Angga. Dia melihat Nessa masih duduk diam di sofa sendirian. Nevan tahu kalau saudaranya ini ingin bicara dan sengaja menunggunya.
"Ada apa Ness?" Nevan duduk di sofa samping Nessa.
Nessa tidak menjawab, Dia langsung memeluk tubuh Nevan dan menangis terisak. Nevan mengelus punggung saudarinya dan menunggu Dia berbicara.
"Van, maafin aku karna sudah tidak mendengarkan kata katamu. Aku menyesal Van, aku minta maaf. Aku janji gak akan ulangi lagi" kata Nesa di sela isakan nya.
Nevan menghela nafas dan mencium puncak kepala Nessa "Sekarang kau tahu kan? Kenapa aku begitu posesif kepadamu? Aku menyayangimu Ness, tidak semua orang berniat baik pada kita. Itulah alasan nya kenapa aku selalu mengawasimu saat kau berteman dengan siapa aja"
"Iya Van, aku mengerti. Maafkan aku" kata Nessa semakin mengeratkan pelukan nya.
"Iya aku akan memaafkanmu, tapi mulai sekarang percayalah dengan semua perkataanku" kata Nevan
Nessa mengangguk "Iya Van"
__ADS_1
Tiara tersenyum pada suaminya. Mereka melihat apa yang terjadi antara kedua anaknya dari lantai atas. Tiara dan Ditya merasa bahagia karna keduanya bisa saling menyayangi.
Bersambung