Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 32


__ADS_3

Ditya duduk di kursi kebesaran nya, matanya menatap lurus pada lpatop dengan wajah serius. Sesekali membenarkan kacamata yang sedikit melorot.


Tok tok tok


"Masuk"


Alvin masuk dengan membawa berkas yang harus di periksa oleh Ditya. Alvin meletakan berkas itu di depan Ditya.


"Al" panggil Ditya saat Alvin akan undur diri


"Iya Bos, ada apa?" tanya Alvin menatap Ditya


Ditya menghela nafas dan menatap Alvin dengan lekat. Membuat yang di tatap bingung.


"Apa kau mau membantuku lagi?" tanya Ditya


Alvin mengerutkan keningnya "Bantu? Aku siap membantumu Bos. Tapi apa yang harus aku bantu?"


Ditya kembali menghela nafas meyakinkan kalau apa yang akan di lakukan nya adalah yang terbaik.


"Maukah kau menggantikan ku?" pertanyaan Ditya membuat Alvin bingung.


"Maksudnya?" tanya Alvin tidak mengerti


Ditya membenarkan posisi duduknya dan menatap Alvin dengan intens. Lagi lagi Dia menghembuskan nafas berat.


"Menggantikan posisiku saat pertunangan nanti" kata Ditya


Deg


Alvin terdiam, mulutnya bungkam bingung harus menjawab apa. Semuanya sangat mendadak dan mengejutkan untuk nya.


"Ma..maksudnya Bos?" masih bertanya merasa tidak yakin apa yang di dengarnya.


Ditya menghela nafas "Kau menggantikan ku di hari pertunangan itu"


"Hah? Kau gila Dit, ini tidak mungkin. Jika itu terjadi maka akan berdampak buruk pada perusahaan. Keluarga mu dan keluarga Marquez akan merasa di permalukan" kata Alvin langsung menolak secara halus

__ADS_1


"Al, aku tahu apa resiko yang akan aku tanggung. Tapi aku harus bagaimana Al?" kata Ditya terlihat frustasi


Alvin menghela nafas berat "Menurutku kau harus melaksanakan dulu pertunangan itu. Minimal di depan semua tamu udangan dulu. Setelahnya baru kau memberi tahu semuanya pada anggota keluarga. Setidaknya mereka tidak akan merasakan malu di acara pertunangan kalian"


Ditya diam, ada benarnya apa yang di ucapkan Alvin. Memang keluarganya ataupun keluarga Celin akan merasa malu jika pertunangan itu batal begitu saja.


"Baiklah Al, aku akan melakukan pertunangan ini dulu sebelum berkata jujur pada semua orang" kata Ditya


Sebenarnya Alvin pun merasa khawatir dengan reaksa mereka nanti jika tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Persiapkan lah dirimu Bos, waktumu tinggal satu minggu lagi" kata Alvin sebelum berlalu pergi dari ruangan Ditya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Tiara duduk diam di ayunan yang ada di taman belakang rumah. Tiara memeluk boneka kesayangan nya seperti biasa. Tiba tiba Tiara di kejutkan oleh dering ponselnya. Tiara pun mengambil ponsel yang di simpan di samping nya.


"Hallo Assalamualaikum"


"Hallo. Waalaikumsalam Tia apa kabar?"


Tiara tersenyum "Alhamdulillah baik Mbak. Mbak Celin bagaimana kabarnya? Sudah lama tidak menghubungi Tia"


"Iya Mbak gak papa"


"Aku nelpon kamu cuma mau ngingetin aja kalau minggu depan adalah hari pertunangan ku. Kau datang kan Tia? Maaf ya aku gak sempat mengantarkan undangan untukmu aku benar benar sibuk. Tapi kamu tenang aja aku udah bilang ke penjaga kalau kamu adalah tamu istimewa ku"


Tiara tersenyum mendengar celotehan Celin "Iya mbak aku pasti datang. Gak papa ko gak pakai undangan juga. Tia ngerti ko kalau Mbak sedang sibuk"


"Heem. Jangan lupa datang ya"


"Iya mbak"


Setelah mengobrol cukup lama Tiara pun mengakhiri telponnya. Tiara tersenyum menatap ponsel di genggaman nya. Dia merasa sangat bahagia bisa mempunyai teman baik seperti Celin. Yang mau berteman tanpa melihat setatus Tiara.


Kamu memang sangat baik Mbak


Tiara kembali memandang ke arah bunga bunga yang bermekaran menghiasi taman. Tempat ini adalah tempat yang paling Tiara suka di rumah ini.

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Celin tersenyum bahagia setelah menelpon Tiara. Dia selalu merasa nyaman jika bercerita apa saja pada Tiara. Celin sudah menganggap Tiara sebagai adiknya sendiri.


Pertemuan yang tidak sengaja membuat Celin dan Tiara berteman sampai sekarang. Mereka memang sangat cocok karna sama sama mempunyai sigat lemah lembut dan selalu ceria.


Ting


Suara pesan masuk ke ponsel Celin menyadarkan lamunannya. Celin membuka pesan itu dan tersenyum bahagia.


Al


Hai. Lagi apa?


"Ahh kenapa aku selalu merasa berbunga bunga saat mendapat pesan dari Alvin. Ahhh kenapa dadaku berdebar seperti ini" gumam Celin memeluk ponselnya di dada


Me


Hay juga. Lagi diem aja nih, baru selesai operasi.


Al


Wahh pasti capek dong, makan siang bareng mau gak?


"Ahhh Dia ngajakin makan siang bareng. Aduhh kenapa aku bahagia banget sih"Celin meletakan kepalanya di meja kerja sambil terus tersenyum


Me


Boleh, tapi jemput ya 😁


Al


Oke siap Bu Ratu 😁


Celin tidak membalas pesan Alvin, Dia segera siap siap menunggu Alvin menjemputnya untuk makan siang bareng.


Ahh aku bener bener gila nih, kenapa bisa sebahagia ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2