Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 45}


__ADS_3

Ardi keluar dari mobilnya, berlari mengitari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk pujaan hatinya.


"Terimakasih"


Vera turun dari mobil sambil tersenyum manis. Ardi mengangguk dan langsung mengandeng tangan kekasihnya itu.


Sepasang kekasih ini berjalan masuk ke dalam mall. Hari ini mereka akan mengambil pesanan cincin pernikahan di toko perhiasan yang cukup terkenal di mal itu.


Setelah sampai di tempat tujuan, Ardi langsung mengatakan niatnya. Sementara Vera malah melihat wajah Ardi yang sedang serius berbicara dengan pelayan toko perhiasan itu.


Aku masih gak menyangka kalau aku akan segera menikah dengan pria arogan yang selalu mengatakan aku gadis manja.


Vera tersenyum senyum sendiri saat mengingat bagaimana dulu Ardi sangat membencinya karna Vera yang manja. Tapi sekarang justru Ardi sangat menyukai saat Vera selalu bertingkah manja padanya.


Ardi menoleh ke arah Vera karna merasa di perhatikan. Setelah menyelesaikan transaksi dan mengambil cincin pernikahan mereka. Ardi melihat Vera yang dari tadi terus diam dan malam memperhatikan nya.


"Kau kenapa?" tanya Ardi


Vera tersenyum dan menggeleng "Enggak papa"


"Ya udah ayo pergi, kita mau kemana sekarang?" Ardi langsung menggandeng tangan Vera


"Udah selesai ya, jalan jalan dulu ya" kata Vera bergelayut manja di lengan kekasihnya


Ardi mencubit gemas hidung Vera "Dadar gadis manja"


"Ish biarin aja, manja juga kamu suka" jawab Vera santai


Ardi hanya tersenyum mendengar pernyatan Vera karna memang itu kenyataan nya.


"Yank makan yuk, aku laper" kata Vera manja

__ADS_1


Ardi mengangguk "Baiklah ayo kita makan sekarang"


Mereka pun berjalan menuju tempat makan yang ada di mal itu. Keduanya tidak melepaskan gandengan tangan sampai mereka duduk di meja yang tersedia di sana.


Mereka langsung memakan makanan yang telah mereka pesan.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Seminggu telah berlalu sejak Rafa dan Anya makan siang bersama. Dan mereka berdua belum pernah bertemu lagi sejak saat itu.


Untuk Anya yang hidupnya santai dan penuh dengan keceriaan, tidak pernah memikirkan Rafa sekalipun. Dia menganggap kalau makan siang waktu itu adalah ucapan terimakasih saja. Tidak lebih.


Tapi untuk Rafa berbeda.Sejak makan siang waktu itu, Rafa merasakan hal yang aneh. Melihat bagaimana Anya tersenyum dan tertawa pada temannya. Membuat Rafa sedikit ada rasa tertarik pada gadis itu.


Di saat semua karyawati berlomba untuk mendapatkan perhatiannya. Tapi untuk Anya, Dia terlihat biasa biasa saja saat di ajak makan siang oleh Rafa. Kalau itu terjadi pada karyawati lainnya pasti akan langsung histeris.


Dia benar benar gadis yang berbeda. Bahkan Dia seperti tidak tertarik padaku.


......


Jam makan siang adalah waktunya untuk para pekerja beristirahat sejenak sambil mengisi kekosongan perut mereka.


Rara dan Anya sudah berjalan ke arah kantin dengan membawa bekal yang di berikan Bunda mereka.


Setelah memesan minuman, Anya dan Rara langsung membuka kotak makan milik mereka dan menyantap isinya.


"Memang masakan Bunda yang paling the best" kata Rara


"Heem" Anya mengangguk setuju


Saat mereka sedang asyik menyantap makan siangnya. Tiba tiba seorang pria datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Hai hai boleh gabung"


Rara dan Anya menoleh "Tumben minta izin? Biasanya juga langsung duduk aja" kata Rara


"Hahaha. Baiklah, kalian memang my friend" kata Romi teman satu devisi dengan Anya dan Rara


"Udah cepetan makan, keburu jam makan siang habis" kata Anya


"Oke" Romi pun langsung memakan makan siang miliknya


Selesai makan mereka mengobrol dan bercanda bersama karna masih ada waktu sebelum kembali bekerja.


"Terus waktu lo makan siang sama Pak Rafa lo ngobrol apa aja? Lo tanya apa aja sama Dia?" cerocos Romi penasaran


"Gue gak banyak ngomong waktu itu. Lagian apa yang mau gue obrolin coba?" kata Anya santai


"Ck lo ini Nya, kan lo bisa tanya tanya soal Pak Rafa. Makanan kesukaan nya, warna favoritnya. Atau apalah, seperti kebanyakan wanita yang ingin tahu semua tentang Pak Rafa dan Pak Nevan" kata Romi


"Yeeey, ngapain gue harus sekepo itu coba? Pacar juga bukan, suami bukan. Cuma bos doang" kata Anya cuek


"Iya Rom, lo tuh kenapa sih? Kenapa jadi Lo yang bersemangat untuk bertanya hanya soal Pak Rafa. Jangan jangan Lo gay ya?" kata Rara menyipitkan matanya


Romi langsung menoyor kepala Rara "Gue normal Rara, gue cuma merasa aneh aja sama kalian yang terlalu cuek kalau urusan pria"


"Kita cuek karna memang belum menemukan seseorang yang bisa meluluhkan hati kita. Lagian kita juga butuh seseorang yang bisa menerima keadaan kita" kata Anya


Romi mengangguk "Baiklah"


Sepasang mata menatap tajam pada mereka bertiga. Mengepalkan tangannya saat melihat pria itu terlihat begitu akrab dengan kedua gadis itu.


Kau milik ku dan hanya akan menjadi milik ku. Aku akab meluluhkan hatimu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2