
Rara memenuhi janjinya untuk membawa bekal makanan untuk Nevan. Siang nanti Dia sudah di hubungi oleh Nevan untuk langsung datang ke ruangan nya. Entah darimana Nevan sudah mempunyai nomor pribadinya.
"Tumben bawa dua bekel Ra, buat siapa?" tanya Anya
"Emmm. Bu...buat... Buat Guelah, kemarin Gue gak kenyang. Jadi sekarang Gue bawa dua bekal" kata Rara mencari alasan
"Nah Lo tumben gak bawa bekal?" tanya Rara menatap heran pada Anya
Percuma bawa bekal juga kalau tiap hari makan di luar. Kan malah jadi mubazir.
"Gue harus makan di luar lagi sama temen Gue" kata Anya
Rara mengerutkan keningnya "Temen? Siapa? Perasaan Lo sering banget makan di luar sekarang?"
Aduhhh. Rara udah mulai curiga nih.
"Gue ada urusan bentar sama seseorang Ra" kata Anya
Rara hanya mengangguk, mencoba mengerti. Mereka berdua tidak pernah memaksa di antara keduanya untuk bercerita dan tahu tentang segala hal. Keduanya saling menghargai dengan privasi masing masing.
"Lea bentar lagi lulus Ra, kita harus memberinya hadiah dan menghadiri acara kelulusan nya" kata Anya
Rara mengangguk dan tersenyum "Iya Nya, gak kerasa ya Lea sudah mau lulus SMA"
"Iya, semoga Dia bisa lulus dengan nilai terbaik dan bisa masuk ke universitas terbaik" kata Anya
" Aminnn"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Ting
Pintu lif terbuka, Rara langsung berjalan keluar dari dalam lif. Membawa paper bag berisi dua kotak makan. Sebenarnya Rara sangat malas untuk melakukan ini. Hanya saja Nevan yang akan membayarnya membuat Rara menerimanya.
Karna Rara harus membiayai kuliah adiknya yang sebentar lagi lulus SMA. Sudah di pastikan Rara dan Anya harus memiliki banyak biaya untuk kuliah adiknya.
__ADS_1
"Siang Bu, saya mau bertemu dengan Pak Nevan" kata Rara pada Melly
Melly menatap tidak suka pada Rara "Siapa kau? Apa sudah membuat janji dengan Pak Nevan?"
"Saya Rara, karyawan bagian Devisi keuangan. Saya sudah membuat janji dengan Pak Nevan Bu" jelas Rara
"Kau hanya karyawan biasa mana mungkin kau sudah membuat janji dengan Pak Nevan" kata Melly sinis
Nih orang kenapa si, ngajak ribut kayanya.
Rara tersenyum terpaksa "Saya sudah membuat janji Bu. Kalau Ibu tidak percaya silahkan tanyakan pada Pak Nevan"
Sial. Dia benar benar menyebalkan. Melly
"Ya sudah sana masuk, Pak Nevan memang sedang tidak sibuk" kata Melly kesal
"Terimakasih Bu" Rara tersenyum manis dan langsung melangkah menuju pintu ruangan Nevan.
Tok tok tok
Rara langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan CEO setelah mendengar teriakan Nevan.
"Selamat siang Pak" Rara mengangguk hormat pada Nevan yang sedang duduk di sofa.
"Duduklah" kata Nevan datar
Rara yang sudah beberapa kali berbicara dengan Nevan cukup mengerti dengan sikap Nevan. Tanpa membantah Rara langsung duduk di samping Nevan.
Mengeluarkan kotak bekal dari paper bag. Membuka tutupnya dan menyerahkan pada Nevan. Rara pun membuka kotak bekal miliknya.
"Selamat makan" kata Rara tersenyum
Nevan yang melihat senyuman Rara hanya bisa tersenyum tipis. Dia menyendok makanan dan mulai memakan nya.
Selamat makan. Nevan
__ADS_1
Keduanya makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara sampai makanan habis tak bersisa. Rara segera merapikan kotak bekalnya dan menyimpan kembali ke dalam paper bag.
"Kalau begitu saya pamit dulu Pak" kata Rara
"Baiklah, untuk bayaran nya akan aku tambahkan ke gaji bulanan mu" kata Nevan
Rara mengangguk "Baik Pak"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Hari hari berlalu, Rafa semakin yakin dengan perasaan nya pada Anya. Hampir setiap hari mereka makan siang bersama. Dan Rafa pun sudah tidak sekaku dulu.
Kini Dia sudah mulai bisa di ajak bercanda. Rafa yang dulu mulai kembali walau belum sepenuhnya.
Anya telah membawa kebaikan untuk kehidupan Rafa. Keceriaan nya membuat Rafa merasa sangat nyaman saat berada di dekat Anya.
"Nya, apa kau nyaman bersamaku?" tanya Rafa setelah selesai makan siang
Anya tersenyum "Aku selalu nyaman dengan siapapun yang mau berteman dan dekat denganku"
Tiba tiba Rafa meraih tangan Anya dan menggenggamnya. Anya terperanjat kaget saat Rafa menggenggam tangannya dengan lembut.
"Anya, terimakasih karna kau telah menyembuhkan lukaku. Kau telah membantuku untuk lepas dari masa lalu yang menyakitkan itu. Kau telah berhasil membuka kembali hatiku" kata Rafa menatap mata indah milik Anya
Anya terdiam, bingung harus menjawab apa. Saat ini jantungnya telah berdetak lebih kencang membuat Anya semakin gugup.
"Anya aku mencintaimu, aku ingin mulai saat ini kau bukanlah yang mmebantuku melupakan masa lalu ini. Tapi mulai saat ini kau adalah kekasihku, pujaan hatiku" kata Rafa lagi
Benarkah ini? Barusan Dia mengatakan cinta padaku.
"Apa kau bersedia menjadi kekasihku dan calon istriku?" tanya Rafa lagi saat Anya malah diam
"Bissmillah. Aku mau menjadi kekasihmu dan calon istrimu" kata Anya penuh keyakinan
Rafa tersenyum dan langsung mencium tangan Anya dengan lembut. Hatinya telah kembali hangat, Dia telah bisa melupakan semuanya dan semua ini berkat Anya.
__ADS_1
Bersambung