
Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" kata Rafa
Anya menghentikan gerakan tubuhnya yang akan berbalik membelakangi Rafa. Dia menoleh ke arah Rafa untuk memastikan bahwa Dia tidak salah dengar. Rafa menepuk sofa di sampingnya supaya Anya duduk di sana.
Dengan langkah yang ragu, Anya pun duduk di sofa samping Rafa. Tangan nya meremas ujung kemeja yang Dia pakai.
"Ekhem" Rafa mencoba mentralkan persaan nya yang tiba tiba gugup. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Benar.. Ini yang aku rasakan saat bersama Desi dulu. Bahkan saat ini jantungku berdetak lebih kencang dari pada saat aku bersama Desi.
Rafa mencoba meyakinkan perasaannya. Dia tidak mau kehilangan gadis yang sudah membuatnya luluh. Kali ini Rafa tidak mau menunda lagi.
"Maaf Pak, sebenarnya apa yang ingin Bapak bicarakan pada saya?" kata Anya, merasa heran karna dari tadi Rafa hanya diam.
Rafa mengerjap, tersadar dari lamunannya. Dia menoleh ke arah Anya, menatap wajah cantik itu. Detak jantung nya semakin berdetak kencang.
Anya segera memalingkan wajahnya saat sadar kalau Dia sedang di tatap oleh Rafa.
Ada apa dengan jantungku. Kenapa malah berdebar seperti ini.
"Anya, apa kau mau membantuku?" tanya Rafa serius
Anya menoleh, menatap bingung pada Rafa "Membantu apa Pak? Jika saya mampu dan bisa pasti akan saya lakukan"
"Bantu aku untuk membuka kembali hatiku, mencairkan kembali hatiku yang sudah terlanjur membeku. Bantu aku untuk melupakan semua masa lalu menyakitkan itu" jelas Rafa
Hah? Permintaan macam apa itu?. Anya hanya menatap bingung pada Rafa
"Maksud Bapak apa ya?" tanya Anya bingung
"Maukah kau menjadi kekasihku. Membantuku untuk melupakan masa lalu itu" jelas Rafa
Anya terbelalak kaget, Dia terdiam mematung mendengar ucapan Rafa. Ini bukan pertama kalinya Anya mendengar seorang pria mengajaknya pacaran.
Tapi ini rasanya sangat berbeda, Rafa mengajaknya menjadi kekasihnya. Tapi Dia sama sekali tidak menyatakan cintanya.
"Bapak sedang bercanda ya?" kata Anya setelah sadar dari keterkejutannya
Rafa menoleh, tatapan mata mereka bertemu. Untuk beberapa saat keduanya saling menatap dengan jantung yang berdebar kencang.
__ADS_1
Ada apa ini kenapa rasanya aneh sekali saat aku menatapnya. Ini berbeda saat aku menatap Desi dulu. Rafa
Kenapa lagi lagi jantungku berdebar seperti ini. Anya
"Aku serius, maukah kau menjadi kekasihku mulai saat ini" kata Rafa masih menatap mata Anya
Anya menatap setiap gerak bibir Rafa. Dia tersadar, langsung memalingkan wajahnya yang tiba tiba terasa panas.
"Ta..tapi Pak, kita belum baru saja kenal. Kita belum saling mengenal lebih jauh lagi. Apa Bapak yakin?" kata Anya
Aduhn kenapa gue malah nanya kaya gitu si.
"Aku yakin, kan sudah aku jelaskan untuk membantuku melupakan masa lalu yang menyakitkan itu. Selama aku mencoba melupakan semuanya, kita bisa sambil saling mengenal lebih jauh lagi" jelas Rafa
Iya, tapi apa masa lalu yang dari tadi Dia katakan. Aku bahkan tidak tahu apa apa.
"Ta...tap....."
"Tidak ada tapi tapian, tidak ada penolakan. Mulai sekarang kau adalah kekasih ku" kata Rafa tegas
Apaan coba? Main memotong ucapan orang aja. Kalau gue udah punya pacar gimana? Ehh. Tapi gue kan songle ya..
"Sekarang keluarlah, aku masih banyak pekerjaan sekarang. Nanti aku akan mengantarmu pulang" kata Rafa
"Tidak usah Pak, saya akan pulang dengan sauadara saya. Dan saya meminta satu syarat pada Bapak" kata Anya dengan berani
Rafa menatap Anya "Syarat apa?"
"Sebelum Bapak benar benar bisa melupakan masa lalu Bapak itu. Maka Bapak jangan mengantar saya pulang, Bapak jangan dulu mengetahui dimana saya tinggal" kata Anya
Ada apa dengan nya? Kenapa syaratnya aneh sekali.
"Baiklah" malas berdebat akhirnya Rafa menyetujui syarat yang di ajukan Anya.
Anya bernafas lega dan langsung keluar dari ruangan Rafa.
Setidaknya kau tidak akan tahu keadaanku sebenarnya. Jika suatu saat nanti kau tidak bisa melupakan masa lalumu itu.
Maka kau tidak akan mencampak kan ku dengan keadaan ku yang sebenarnya. Seperti mantan kekasihku yang dulu.
__ADS_1
Tujuan Anya saat ini hanya membantu Rafa untuk lepas dari belenggu masa lalunya. Tidak berfikir ke depan nya apa yang akan terjadi padanya dan Rafa.
Dia dalam ruangan nya Rafa sedang duduk menyandar di kursi kebesaran nya.
Aku yakin inilah yang terbaik. Meski rasa tertarik ku belum berubah menjadi cinta yang sebenarnya. Tapi semoga saja Dia bisa membuatku jatuh cinta lagi.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Hari weekend ini Tiara sedang pergi keluar untuk membeli beberapa keperluannya. Ditya tidak bisa menemani karna ada yang perlu di periksa dari hasil kerja anaknya. Ditya masih memantau perekmbangan perusahaan setelah di pimpin oelh Nevan.
"Bentar ya Pak, saya mau beli sesuatu dulu ke sebrang sana" kata Tiara pada Pak supir
"Baik Nyonya"
Tiara berjalan menyebrang jalan. Saat sedang berjalan Dia sedang membalas pesan dari sang suami.
"Awassss"
Tiara terperanjat kaget saat tangan nya di tarik oleh seseorang sampai Dia dan orang yang menariknya terjatuh di pinggir jalan.
Tiara baru tersadar saat melihat ada motor yang melaju kencang. Jika saja tidak ada yang menariknya. Maka sudah di pastikan Dia akan tertabrak motor itu.
"Kamu tidak papa Nak?" tanya Tiara membantu gadis itu berdiri
"Tidak papa. Ibu tidak papa?"
"Ibu baik baik saja Nak, itu sikumu luka. Biar Ibu obati ya" kata Tiara saat melihat siku gadis itu berdarah
"Tidak papa Bu, hanya luka kecil. Lain kali hati hati ya Bu. Banyak pengendara yang tidak bertanggung jawab dan tidak memikirkan keselamatan orang lain jaman sekarang"
Tiara menatap kagum pada gadis di depannya. Penampilan yang sederhana tapi sangat baik dan berhati lembut.
"Ayo ikut Ibu ke rumah. Sebagai ucapan terimakasih Ibu padamu. Jangan menolak" kata Tiara
"Baiklah"
"Ohh. Ya siapa namamu Nak?" tanya Tiara
"Rara"
__ADS_1
Bersambung
Note ; Sabar ya yang menunggu kisah Nevan .