
"Coba gerakan pergelangan kakinya Nona" kata dokter yang memeriksa kaki Rara
Rara melakukan apa yang dokter perintahkan. Mencoba menggerakan pergelangan kakinya ke kanan dan kiri.
Memang masih terasa sakit, tapi Rara menahan nya agar bisa cepat berjalan tanpa tongkat lagi.
"Apa masih sakit?" tanya dokter lagi
"Eng...Enggak" jawab Rara dengan wajah menahan sakit
Nevan menatap tajam pada kekasihnya. Nevan tahu kalau Rara berbohong.
"Meskipun sudah tidak terasa sakit. Tapi jangan dulu berjalan jauh atau berlari untuk sementara. Karna kakinya belum sepenuhnya pulih" jelas dokter
Rara mengangguk "Iya Dok"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Rara dan Nevan sudah berada di dalam mobil. Nevan masih terlihat kesal, Dia lebih banyak diam. Rara menjadi bingung sendiri harus bagaimana menghilangkan rasa kesal Nevan.
"Sayang" panggil Rara mencoba memecah keheningan
"Apa?" kata Nevan ketus tanpa menoleh ke arah Rara
Haduh. Dia benar benar masih kesal.
"Kenapa si diem aja dari tadi?"tanya Rara ragu ragu
Cih
"Makanya kalau gak mau aku diemin jangan membuatku cemburu" kata Nevan ketus
Ya ampun kenapa masih di bahas si.
"Sayang, Rizal itu adik aku lagian aku juga gak mungkin gak setia sama kamu" kata Rara masih sabar menjelaskan
__ADS_1
"Pokoknya dengan siapapun itu jika itu pria aku akan selalu cemburu" kata Nevan penuh penekanan
Dasar Gila, kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria posesif seperti Dia si.
"Iya, aku tidak akan membuatmu cemburu lagi" kata Rara mengalah
Sudahlah yang penting Dia tidak marah lagi.
"Hmmm"
Ck masih aja ketus kaya gjtu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Vera terbangun dari tidurnya, merasakan perutnya kembali mual. Sudah seminggu terakhir Vera selalu saja muntah di pagi hari. Tentu saja itu membuat Ardi merasa cemas dan khawatir.
Huwek Huwek
Vera memuntahkan cairan bening dari perutnya. Membasuh wajah dan mulutnya setelah di rasa mualnya mulai berkurang.
Ardi langsung berlari ke kamar mandi saat mendengar istrinya kembali muntah di pagi hari. Menghampiri istrinya yang masih berdiri di depan cermin wastafel dengan wajah pucat.
Vera menggeleng "Vei gak papa kok. Gak perlu ke dok..."
"Gak ada pembantahan Vera, kau sudah seperti ini masih bilang kalau kau tidak papa. Kau tahu bagaimana cemasnya aku melihat kau seperti ini" omel Ardi karna Vera selalu saja menolak jika di ajak ke dokter.
Vera menghela nafas "Ya udah ayo. Tapi nanti pulangnya langsung ke rumah Mama ya. Kan besok hari pernikahan Kak Rafa. Jadi aku mau menginap di sana"
Ardi mengangguk dan mencium kening istrinya "Iya Sayang"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Vera telah sampai di rumah sakit. Dokter langsung memeriksa keadaan Vera. Dokter tersenyum saat mendengar keluhan Vera selama ini.
"Kapan terakhir Nona datang bulan?" tanya dokter
__ADS_1
Datang bulan? Iya juga ya, aku kan belum datang bulan.
"Hmmm. Bulan ini aku tidak datang bulan Dok" jelas Vera
Dokter kembali tersenyum "Baiklah mari kita lakukan USG"
"Hah. USG? Maksud dokter istri saya.... Hamil Dok?" kata Ardi terkejut. Vera juga tak kalah terkejutnya.
"Itu baru perkiraan saya. Tapi semoga saja benar" kata Dokter
Akhirnya Vera pun di USG, Dokter tersenyum sambil terus menatap pada layar di depannya.
"Selamat Tuan dan Nona, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua. Usia kandungan Nona baru menginjak 5 minggu" jelas dokter
Vera menatap Ardi dengan senyuman bahagia. Matanya sampai berkaca kaca, mengelus perutnya yang masih rata dengan kebahagiaan.
Cup Cup Cup
Ardi mencium seluruh bagian wajah istrinya. Berapa bahagianya Dia saat ini mendapati istrinya tengah mengandung anaknya.
"Terimakasih Sayang karna sudah memberikan aku kebahagiaan ini" kata Ardi kembali mengecup kening istrinya
"Iya Sayang. Aku juga sangat bahagia" kata Vera
Setelah mendengar penjelasan dari dokter tentang kehamilan dan dokter telah memberikan vintamin pada Vera. Ardi langsung membawa Vera pulang ke rumah mertuanya.
Mereka akan memberi tahukan kabar bahagia ini secara langsung. Di dalam mobil tidak henti hentinya Ardi mencium tangan Vera yang terus di genggamnya.
"Sayang fokus nyetirnya ihh" kata Vera mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Ardi
"Aku terlalu bahagia Sayang. Gak nyangka kalau sekarang kau telah mengandung anaku" kata Ardi tersenyum bahagia
Vera tersenyum dan mengelus pipi Ardi "Aku juga bahagia Sayang. Sangat bahagia"
Kebahagiaan telah menyelimuti keluarga Ardi dan Vera. Setelah mereka memberi tahukan kabar kehamilan Vera membuat keluarga Ardi dan Vera begitu bahagia.
__ADS_1
Cucu pertama untuk keluarga Alvin dan cucu ketiga untuk keluarga Gibran. Karna Nessa juga sedang hamil lagi. Usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke delapan.
Bersambung