Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 38}


__ADS_3

Nevan sudah menyiapkan segala hal untuk melamar Aulia. Di bantu Rafa membuat semuanya cepat selesai.


Malam ini Nevan sudah memantapkan hati untuk melamar Aulia tepat di malam ulang tahunya. Di sebuah taman yang sudah Dia hias dengan indahnya.


Di apartemen Aulia menyeret Desi ke kamarnya. Dia tidak mau kalau Desi akan mengacaukan segalanya.


"Apa yang kau lakukan, buka Aulia. Buka pintunya!!" teriak Desi terus menggedor pintu kamar.


"Maaf Des, aku terpaksa melakukan ini. Aku tidak mau kalau kau mengacaukan semuanya"


Aulia pun pergi keluar dari apartemen. Dia sudah siap untuk menemui Nevan di tempat yang sudah di janjikan.


Di dalam kamar Desi sedang mengobrak ngabrik isi laci. Dia sedang mencari kunci cadangan yang di yakini Dia simpan di laci ini.


"Hah, untunglah aku bisa menemukan ini" gumam Desi saat menemukan apa yang di carinya.


Desi langsung membuka pintu kamar dengan kunci cadangan itu. Sepertinya Aulia lupa kalau setiap kamar pasti ada kunci cadangan nya. Tapi bodohnya Aulia tidak memikirkan itu.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Aulia tersenyum bahagia saat melihat Nevan sudah berdiri dengan gagahnya di taman itu. Aulia segera berajalan menghampiri pria tampan itu. Lampu kerlap kerlip menghiasi malam di taman itu.


"Hai" Aulia melambaikan tangannya saat sudah dekat dengan Nevan. Aulia menautkan pipinya dengan pipi Nevan.


"Selamat ulang tahu Aul" Nevan mengelus kepala Aulia


Aulia tersenyum "Terimakasih Kak"


Tidak mau menunggu lama lagi, Nevan langsung merogoh saku jaketnya. Mengambil kotak kecil warna biru. Melipat satu kakinya, membuka kotak cincin itu.


"Aulia Marquez, mungkin ini terlalu cepat. Tapi aku sudah meyakinkan perasaanku kalau kau lah yang terbaik untuk ku. Kau lah wanita yang mampu membuatku jatuh cinta. Maukah kau menjadi kekasihku, menjadi calon istriku?"

__ADS_1


Aulia tersenyum bahagia, Dia mengangguk dengan pasti. Ini pertama kalinya ada yang mengajaknya pacaran tapi dengan sangat romantis. Bersama Mikchael saja tidak seromantis ini.


"Kau menerimaku Aul?" tanya Nevan memastikan


Aulia kembali mengangguk dan tersenyum bahagia. Nevan pun ikut tersenyum, Dia mengambil salah satu cincin itu.


Namun sebelum cincin itu berhasil tercabut dari kotak cincinnya. Mereka berdua di kejutkan dengan suara teriakan seseorang.


"STOP!!"


Aulia terbelalak saat melihat Desi bersama dua orang pria yang sangat di kenalnya. Dia tidak menyangka kalau mereka akan datang di waktu seperti ini.


Nevan menutup kembali kotak cincin itu. Berdiri dan berbalik melihat siapa yang berteriak tadi.


Rafa yang sedang duduk diam mengamati semua yang terjadi itupun langsung berdiri dan menghampiri Nevan.


"Ada apa ini?" tanya Rafa bingung, Nevan pun tak kalah bingung nya.


"Saya Mike, calon suaminya Aulia" kata pria blasteran yang datang bersama Desi.


Bagai mendapatkan hujaman jarum di hatinya. Nevan merasakan dadanya sangat sesak. Bagaimana mungkin? Wanita yang di cintainya ternyata sudah mempunyai calon suami.


"Aku benar benar minta maaf, sebenarnya Aulia memang sudah mempunyai pasangan yaitu Mikchael. Tapi keserakahan Aulia yang juga ingin memilikimu Nevan, Dia bahkan rela menyakiti kakak sepupunya" Desi mulai menjelaskan


"Apa maksudmu?" tanya Rafa saat menyadari kalau yang di maksud Desi adalah dirinya.


"Rafa, kenalin ini Gilang suamiku" kata Desi memperkenalkan Gilang.


Duar


Bagai tersambar petir, Rafa langsung diam mematung. Karna Rafa tidak terlalu dekat dengan keluarga Marquez yang tinggal di luar negri. Jadi Rafa tidak tahu apa apa soal Aulia yang sudah mempunyai kekasih.

__ADS_1


"Apa maksudnya?" kata Nevan yang baru tersadar dari keterkejutan nya.


"Sebenarnya aku sudah menikah, dan suamiku ini adalah adik dari Kak Imran suaminya Amelia Marquez, Kakaknya Aulia"


"Karna Aulia ingin kuliah disini, jadi aku juga ikut melanjutkan kuliah disini. Aku di minta menjaganya oleh Kak Amel dan Kak Imran. Mungkin mereka berdua bagaiman kelakuan dan sifat Aulia"


"Apalagi kekasihnya Mike, Dia adalah rekan bisnis suamiku dan Kak Imran. Tapi Aulia benar benar sangat sulit untuk di ingatkan. Dia menyuruhku mendekati Rafa supaya Dia bisa mendekati Nevan"


"Awalnya aku kira Dia hanya ingin berteman saja. Tapi semakin kesini, Aulia semakin gila. Dia terobsesi pada Nevan dan juga Mike. Dia menginginkan keduanya. Jadi sebelum semuanya terlambat aku memberi tahukan pada Mike dan suamiku"


"Aku tidak mau jika kalian berdua harus tersakiti lebih lama lagi. Maafkan aku karna aku tidak bisa mengingatkan Aulia dan aku tidak bisa bertindak tegas pada Aulia sehingga kalian berdua harus menjadi korbannya"


Begitulah Desi menjelaskan semuanya. Nevan dan Rafa hanya diam dengan perasaan hancur sehancur hancurnya.


Keduanya tidak berbicara apapun, mereka langsung pergi begitu saja dengan perasaan kecewa yang teramat dalam.


Aulia masih diam di tempatnya. Masih terlalu terkejut dengan semua yang terjadi barusan. Lamaran Nevan, semuanya gagal. Aulia menatap calon suaminya Mikchael yang sedari tadi hanya diam.


"Mike" panggil Aulia lirih


"Mulai saat ini kita tidak ada hubungan apapun lagi. Kita putus Aulia, aku benar benar kecewa denganmu" Mikchael langsung pergi begitu saja


"Mike... Mike.... Tunggu aku Mike, aku bisa jelaskan semuanya... Mikeeee" Aulia berteriak histeris


Niat hati ingin memiliki keduanya. Kini malah keduanya pergi meninggalkannya. Obsesinya telah menghancurkan semuanya.


"Sekarang kau ikut aku, kita kembali ke negara kita. Kau lanjtkan kuliahmu disana" Desi langsung menarik tangan Aulia


"Ini perintah Kak Imran sama Kak Amel. Jadi kau tidak akan bisa menolak" kata Gilang dingin


Aulia langsung terdiam dan mengikuti langkah Desi dan Gilang.

__ADS_1


"Siap siap kau mendapatkan kemarahan Oma dan kedua orang tuamu Lia" kata Desi


Bersambung


__ADS_2