
"Hai. Ayo makan siang"
Rara di buat terkejut saat melihat Nevan sudah berdiri di depan meja kerjanya. Padahal waktu makan siang masih setengah jam lagi. Tapi Nevan sudah mengajaknya makan siang.
"Bapak ngapain kesini? Biar nanti saya saja yang ke ruangan Bapak. Aduhh jangan cari masalah deh Pak" kata Rara dengan suara pelan karna takut di dengar oleh karyawan lain
Anya yang meja kerjanya di sebelah Rara hanya mampu menahan tawa saat Nevan mendapat omelan dari Rara.
Pak Nevan belum tau aja gimana Rara kalau udah kesal. Anya
"Sebentar lagi jam makan siang, kenapa harus menunggumu ke ruanganku? Aku sengaja datang ke tempat kerjamu untuk menjemputmu" kata Nevan acuh
Nih orang kenapa jadi ngeselin kaya gini si.
"Tapi saya hanya karyawan biasa Pak. Mana bisa keluar saat belum jam makan siang" kata Rara penuh penekanan
"Ya terus?? Kau tidak akan ada yang memarahi karna aku sendiri yang menjemputmu dan mengajakmu makan siang" kata Nevan santai
"Tapikan saya bukan Bapak, yang bisa keluar masuk kantor seenaknya. Saya hanya karyawan Pak, apa yang akan karyawan lain fikirkan jika Bapak datang kesini untuk mengajak saya makan siang"
Rara sudah benar benar jengah dengan sikap Nevan akhir akhir ini. Dia terlihat begitu santai dan tidak peduli dengan apa yang orang lain fikirkan.
Jelaslah Dia bisa sesantai itu, Nevan kan Bosnya disini. Nah Rara? Meskipun pernah mempunyai hubungan dengan Nevan.
Tapi Dia tidak bisa menganggap itu adalah hubungan sepesial. Karna hubungan nya dengan Nevan dulu sangat tidak sehat.
__ADS_1
"Kalau Bapak mau saya memberi kesempatan lagi pada Bapak. Maka jangan seperti ini, bersikaplah sewajarnya seperti pada karyawan lain" kata Rara menatap serius pada Nevan
Nevan tertegun, inilah yang Nevan harapkan. Sudah seminggu ini Dia mencoba mendekati Rara supaya gadis itu mau kembali padanya. Memulai kisah baru dengan nya.
Tapi sepertinya Nevan salah menduga. Bukan nya luluh, Rara malah merasa tidak nyaman karna Nevan yang terus datang ke tempat kerjanya.
Tentu saja itu menjadi perhatian banyak karyawan. Menjadi bahan gosipan para karyawan lain.
"Beneran ya? Setelah ini kau mau kembali padaku dan memulai semuanya dari awal bersamaku. Kau tidak lihat apa perjuanganku selama seminggu ini Ra" kata Nevan memasang wajah memelas
"Hah. Itu baru satu minggu Pak. Banyak loh yang berjuang sampai bertahun tahun"
Rara tetaplah Rara, tidak akan mudah luluh dengan wajah memelas Nevan.
"Ck. Jangan sampai dong Ra, kau tahukan kalau umurku sudah mau kepala tiga. Aku ingin segera menikah Ra" kata Nevan memelas
"Ck. Tapi aku kan mau menikahnya denganmu Ra" kata Nevan lagi
"Hih. Siapa juga yang mau nikah sama Bapak. Pria gak berperasaan telah mempermainkan perasaan wanita" kata Rara penuh dengan nada sindiran
Nevan terdiam, mungkin Rara mengucapkan itu tidak serius dari hatinya. Rara hanya ingin membuat Nevan segera pergi dari depan meja kerjanya.
Rara sudah mulai jengah dengan tatapan para karyawan yang menatap ke arah mereka. Tapi apa yang Nevan artikan berbeda dari ucapan Rara. Diaenyangka kalau Rara mengatakan nya sesuai dari hatinya.
"Maaf" kata Nevan dengan pelan
__ADS_1
Heh. Kenapa Dia malah minta maaf.
Anya melempar bolpoint ke arah Rara. Anya cukup mengerti kalau Nevan merasa bersalah saat Rara mengucapkan itu. Rara menoleh ke arah Anya dan berkata 'Apa' tanpa suara.
Anya menghela nafas dan melirik Nevan yang sudah berubah sendu. Anya tahu kalau Nevan memang sudah sangat menyesali kesalahan nya pada Rara.
"Kalau gitu kau nanti langsung naik ke ruanganku. Aku pergi dulu"
Nevan berbalik dan langsung berlalu pergi. Dia berfikir kalau Rara tidak mau menikah dengan nya karna semua kesalahan yang pernah Nevan perbuat padanya.
Anya langsung menggeser kursinya agar lebih dekat pada Rara.
"Lo ini gimana si? Pak Nevan tersinggung tuh dengan ucapan Lo barusan" kata Anya
Rara mengerutkan keningnya "Tersinggung? Emang Gue ngomong apa Coba?"
Anya menghela nafas kasar saat Rara tidak juga menyadari kesalahan nya dalam berucap tadi.
"Pas Lo bilang kalo Lo gak mau nikah sama Dia karna Dia pria yang mempermainkan perasaan wanita. Nevan pasti merasa tersinggung dengan ucapan Lo Ra" jelas Anya kesal
Rara terdiam, Dia baru menyadari ucapannya telah menyinggung perasaan Nevan.
"Gue gak maksud kok Nya. Sumpah! Gue juga mengatakan nya gak dari hati. Gue cuma mau kalau Dia cepet pergi dari sini. Lo lihat sendiri kan gimana yang lainnya natap ke arah Gue" jelas Rara
"Gue juga tau Ra, tapikan Pak Nevan itu sudah pernah megecewakanmu dan Dia sudah menyesali dan menyadari kesalahannya. Seenggaknya Dia akan merasa kalau Lo bener bener marah dan gak mau nerima Dia lagi" kata Anya
__ADS_1
"Ish. Jadi cowok kok baperan banget sih" gumam Rara
Bersambung