
"Hati hati di jalan ya Mas, Tia masuk dulu. Assalamualaikum" Tiara mencium tangan suaminya dan turun dari mobil
"Waalaikumsalam"
Ditya menoleh ke arah kursi penumpang. Mengerutkan keningnya saat melihat barang yang terjatuh dari map yang istrinya bawa. Ditya mengambil barang itu.
"Ngapain Dia bawa bawa ini?" gumam Ditya
Sementara itu, Tiara sedang duduk di kantin kampus bersama ketiga sahabat nya. Dia sengaja berangkat lebih awal karna ada yang ingin Dia luruskan.
"Kamu bawa apaan Tia?" tanya Mia
"Ini adalah beberapa bukti untuk meyakinkan para pria aneh itu" jawab Tiara menunjuk map yang di bawanya
"Hah??" mereka semua hanya melongo. Tidak terlalu mengerti dengan apa yang di maksud Tiara.
"Dea kamu panggilkan semua pria aneh itu. Suruh mereka kesini, bilang aja kalau aku mau bicara sesuatu penting" perintah Tiara
"Hahaha. Oke" Dea mulai mengerti apa yang di maksud kakak iparnya.
Tak lama kemudian Dea kembali bersama Bima and the geng. Kelima pria itu terlihat berseri seri.
"Hai Tia, apa kau sudah menentukan pilihannya" kata Bima to the point
"Jadi siapa yang kau pilih Tia?" Yoga ikut menimpali
Tiara tersenyum penuh arti "Oke. Sebelum aku menjatuhkan pilihanku. Maka aku mau memberi tahu kalian sesuatu dulu. Ini bukalah"
Gibran meraih map yang di sodorkan oleh Tiara. Membukanya di ikuti tatapan mata yang lainnya. Mereka juga penasaran apa yang ada di dalam map itu.
Gibran meraih selembar kertas dan menyimpan map di atas meja "Kartu keluarga"
__ADS_1
Mereka membaca satu persatu nama anggota keluarga yang tertera di fotocopy kartu keluarga itu.
"Ja..jadi kamu beneran udah nikah Tia" kata Yoga menatap tidak percaya pada Tiara.
Tiara mengangguk "Iya, ini juga ada bukti lain"
Tiara memukul ke arah map yang ternyata ada foto keluarga Tiara dan Ditya.
Loh ko buku nikahnya gak ada ya.
"Jadi ini suami kamu Tia?" Yoga menatap foto keluarga yang terlihat sangat harmonis.
"Iya, jadi mulai saat ini kalian bisa melupakan semua perasaan kalian padaku. Aku yakin kalian bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari pada aku" jelas Tiara
Bima and the geng mendadak lemas, mereka menunduk penuh rasa kecewa. Lagi dan lagi mereka selalu kalah cepat.
"Kenapa si selalu saja kita kalah cepat. Dulu Dea, sekarang Tiara. Kita juga ingin mempunyai pendamping supel dan solehah kaya kalian" kata Gibran lesu
Bima mengangguk "Iya, apa masih ada ya wanita seperti kalian"
Tiara dan para sahabatnya menahan tawa melihat kekonyolan mereka. Tapi mereka juga kasihan melihat wajah lesu kelima pria ini.
"Maaf ya, tapi kalian tidak boleh menyerah. Yakinlah kalau kalian akan mendapatkan pendamping yang baik suatu saat nanti" kata Tiara memberi semangat
"Tapi apa kita masih bisa berteman Tia?" tanya Hilman
Tiara mengangguk dan tersenyum "Tentu saja, kita masih bisa berteman. Tapi tetap ingat kalau kalian harus menjaga batasan berteman denganku karna aku bukan wanita single lagi"
"Baiklah, sekali lagi terimakasih Tia karna sudah mau berteman dengan kami" kata Hilman yang di angguki yang lainnya.
Bima and the geng akhirnya pergi meninggalkan Tiara dan yang lainnya. Meski kecewa tapu mereka bukanlah tipe lelaki yang mau merebut milik orang lain.
__ADS_1
"Hah akhirnya semua selesai juga" kata Tiara bernafas lega
Dea mengangguk "Iya Kak, aku gak nyangka loh kalo Kak Tia akan membawa ini semua"
"Eh iya, tadi aku bawa buku nikah juga loh. Tapi ko gak ada ya? Apa mungkin ketinggalan " kata Tiara
"Mungkin" jawan Mia mengangkat kedua bahunya
"Bener kata kamu De, mereka langsung patah hati berjamaah" kata Alin
"Hahaha" Dea dan Mia tertawa lucu mengingat ekspresi wajah mereka tadi.
Tiara yang sedang memasukan kembali fotocopy kartu keluarga dan foto keluarganya ke dalam map di kejutkan dengan tangan nya yang di tarik. Tiara menoleh ke samping dan langsung terbelalak kaget.
"Mas"
"Ikut aku"
Dtya menarik tangan Tiara, Tiara pun segera mengambil map dan tasnya. Mengikuti langkah suaminya dengan terseok seok.
"Mas aku kan ada kelas pagi ini" kata Tiara mencoba melepaskan tangannya
"Gak perlu kuliah, aku nyesel mengizinkan kamu kuliah kalau ternyata banyak yang naksir kamu kaya tadi " kata Ditya ketus
Habislah aku, Dia melihat semuanya. Lagian sejak kapan coba Dia ada disini.
"Ta..tapi kan aku udah..."
"Masuk" Ditya membuka pintu mobilnya
Tiara tidak mau lagi membantah. Dia tahu kalau suami posesifnya sedang di bakar api cemburu saat ini.
__ADS_1
Bersambung
Wah suami posesif tahu kalau istrinya banyak yang naksir. Apa yang akan terjadi ya?? 🤔