Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 74}


__ADS_3

"Pokoknya tante gak mau tau ya Hitta. Kau harus ikut sekarang, mewakilkan Opa yang memang tidak memungkinkan untuk ikut" kata Tiara tegas


Hitta tersenyum kaku "Iya deh iya Tanteku sayang" Hitta memeluk Tiara dan mencium pipi nya


"Hei apa yang kalian lakukan?" teriak Ditya yang baru turun dari lantai atas rumah Opa Fernan


"Apaan si Om, lebay deh" Hitta masih memeluk Tantenya itu


"Wahh. Kalian benar benar tidak tahu malu ya. Selingkuh tepat di depan mataku" kata Ditya sinis


Mulai lagi Gila nya...


"Apaan sih Mas, aneh aneh aja kamu ini" kata Tiara


Ditya tidak bicara lagi, Dia langsung menarik tangan Tiara untuk melepaskan diri dari pelukan Hitta.


"Jangan macam macam kamu ya" kata Ditya menatap tajam istrinya itu.


"Apaan si, Hitta itu juga keponakanmu Mas" kata Tiara menatap heran pada suaminya


"Kau tahu, kalau tadi aku membaca berita ada seorang istri yang selingkuh dengan ponakan suami karna sudah bosan dengan suaminya yang sidah tidak muda lagi"


Ditya mengeluarkan kecemasannya setelah melihat berita yang lewat di beranda sosila medianya.


"Hah?" Tiara sampai melongo mendengar penjelasan suaminya yang benar benar tidak masuk di akal.


"Hahahaha"


Hitta yang dari tadi mendengar perdebatan kedua orang itu akhirnya tak bisa menahan tawanya lagi. Ditya benar benar paranoid, Dia takut kalau istrinya akan berpaling padanya.

__ADS_1


Mengingat umur istrinya yang jauh lebih muda darinya dan juga istrinya yang masih terlihat cantik walaupun sudah tidak bisa di bilang muda lagi.


"Ya ampun Mas, itu gak akan mungkin terjadi" kata Tiara kesal


"Ya kan aku takut kalau kamu beneran akan berpaling dariku" kata Ditya memeluk erat istrinya itu


Selalu saja lebayy....


"Gak mungkin sayang, udah ya jangan berlebihan" kata Tiara mengelus pipi suaminya dengan lembut.


Jangan gila lagi.


"Ya sudah sekarang ayo kita ke kamar. Acara lamaran nya masih dua jam lagi kan?" kata Ditya


Eh. Ke kamar? Mau ngapain coba?


"Iya Dad, masih dua jam lagi" Nevan yang baru saja keluar dari kamar Opa Fernan langsung menimpali ucapan ayahnya


"Kita mau ngapain ke kamar lagi si Mas? Kita harusnya sudah bersiap siap untuk acara lamaran Nevan" kata Tiara berjalan masuk ke kamar karna tubuhnya di giring oleh suaminya.


"Aku mau membuatmu puas dan tidak akan mau berpaling dariku. Meskipun aku udah tua, tapi aku masih kuat membuatmu kewalahan di atas ranjang Sayang" Ditya memeluk tubuh Tiara dari belakang


Gila...Dia memang masih gila apalagi kalau sedang cemburu. Tapi masa iya cemburu sama ponakan sendiri, dasar gila.


"Gak mungkin kamu cemburu sama ponakan mu sendirikan Mas?" tanya Tiara


"Siapapun Dia, selama itu laki laki aku akan cemburu Tia"kata Ditya mengeratkan pelukannya di perut Tiara


Ya ampun, apa yang harus aku lakukan menghadapi keposesifan Dia ini.

__ADS_1


Ditya menggiring tubuh istrinya ke arah tempat tidur tanpa melepaskan pelukannya. Membaringkan tubuh Tiara dan memulai apa yang ingin Dia lakukan.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Pukul 4 sore, keluarga Ditya telah pergi menuju tempat tinggal Rara. Mereka akan melamar Rara untuk Nevan. Hitta yang awalnya tidak ingin ikut, terpaksa harus ikut karna tidak mau tantenya marah.


Nessa dan Angga pun ikut untuk menyaksikan acara lamaran Nevan dan Rafa yang akan di laksanakan secara bersamaan.


"Apa mereka juga akan menikah di hari yang sama?" kata Nessa lebih pada diri sendiri


"Mungkin Sayang. Tapi ya sudahlah, kita doakan yang terbaik saja untuk mereka" kata Angga mengelus kepala istrinya. Nessa mengangguk mengerti.


Di dalam mobil Nevan terlihat begitu tenang. Tanpa ada raut wajah cemas atau tegang seperti kebanyakan orang yang akan melamar kekasihnya.


Keluarga Rafa pun telah berangkat menuju tempat tinggal Anya. Gadis yang akan di lamar oleh Rafa. Ardi dan Vera pun tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan acara lamaran itu.


"Masih gak nyangka kalau Kak Rafa sama Kak Nevan akan melamar wanita di hari yang bersamaan" kata Vera menoleh ke arah suaminya


"Bukannya calonnya Kak Nevan sama Kak Rafa itu saudara ya? Mungkin karna tinggal satu rumah jadi lebih baik bersamaan melamarnya" kata Ardi


"Mungkin" Vera mengangkat bahunya acuh tak acuh


"Yank masih mual? Wajah kamu pucat banget tau gak? Kenapa maksa banget untuk ikut si?" kata Ardi cemas


Memang tadi pagi Vera tiba tiba muntah muntah dan itu membuat Ardi begitu cemas dan kbawatir. Dia sudah mengusulkan untuk tidak ikut acara lamaran kakaknya.


Tapi Vera tetap memaksa, Dia tidak mau kehilangan moment seperti ini. Vera mencoba meyakinkan Ardi kalau Dia hanya masuk angin saja.


"Gak papa kok Sayang. Aku cuma masuk angin aja" kata Vera tersenyum

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2