Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 79


__ADS_3

Tiga bulan sudah usia si kembar. Selama ini Tiara hanya di sibukan dengan mengurua baby dan juga suaminya. Ayah dan ibu mertuanya sudah pulang ke rumah masing masing. Hanya berkunjung sesekali jika ada waktu luang.


Karna tidak tega melihat istrinya yang kewalahan mengurusi si kembar. Ditya pun mempekerjakan baby sister yang bernama Yula.


"Sayang dasiku yang merah di mana?" teriak Ditya dari dalam ruang ganti


Tiara yang sedang menyusui Nessa langsung melepaskannya dan menidurkan Nessa di dalam box. Sementara Nevan sedang bersama pengasuhnya.


"Disini Mas, aku kan sudah bilang kalau semua dasi aku taruh disini"


Tiara membuka laci lemari yang khusus untuk menyimpan dasi suaminya. Dia mengambil dasi yang di cari suaminya dan segera memasangkan nya.


Cup


Ditya mencium kening istrinya dan tersenyum bahagia "Terimakasih sayang"


"Hmm. Ya udah ayo cepet kita turun untuk sarapan" kata Tiara lembut


"Si kembar dimana sayang?" tanya Ditya sambil memasangkan jam tangan di pergelangan tangannya.


"Nesaa tidur lagi barusan habis di kasih asi. Nevan sama Yula di bawah" kata Tiara


Sebelum turun ke lantai bawah, Ditya menyempatkan untuk melihat Nessa yang sedang tertidur dan mengusap lembut pipinya.


Tiara mengantar suaminya sampai kedepan rumah. Seperti biasa Tiara selalu mencium punggung tangan suaminya sebelum Ditya berangkat ke kantor.


Cup Cup Cup


Ditya mencium seluruh bagian wajah istrinya "Mas berangkat dulu, baik baik di rumah ya. Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam"


...


"Baik baik di rumah ya, Papa berangkat dulu ya sayang" Alvin mencium kening istrinya dan menciumu pipi Rafa yang sedang di gendong oleh Celin.


"Hati hati di jalan Mas" Celin mencium tangan suaminya.

__ADS_1


"Iya Sayang, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah mobil suaminya keluar dari gerbang rumah mereka. Celin kembali masuk ke dalam rumah. Duduk di sofa ruang tamu sambil menggendong Rafa.


Hari harinya begitu membahagiakan karna menjadi seorang ibu adalah impian semua wanita di dunia ini. Mengandung, melahirkan dan mengurusi anak sendiri memang sangat di dambakan semua wanita.


Itulah yang Celin rasakan, Dia begitu bahagia karna sudah bisa menjadi seorang ibu.


"Anak Mama haus ya" Celin tersadar saat mendengar suara tangisan Rafa.


Celin segera membawa Rafa ke kamarnya dan menyusuinya. Terlihat Rafa sangat rakus saat menyusu pada ibunya.


"Pelan pelan sayang, gak akan kehabisan ko" Celin tersenyum sambil mengelus kepala putranya.


.....


Sejak pertemuan dengan orang tua Viza waktu itu Dea tidak lagi bertemu atu saling berkomunikasi dengan Viza.


Selama itu pula Dea mencoba melupakan dan memghapus perasaan nya pada Viza. Tapi Dea tetap tidak bisa menghilangkan perasaan itu dan melupakan Viza.


Dea menulis kata kata itu di ponselnya dan mengirimkan nya di status sosisal media miliknya.


Dea sampai di rumah, Dia langsung masuk ke dalam kamar karna merasa sangat lelah. Dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Menatap langit langit kamarnya. Hanya bayangan itu yang hadir di fikirannya, bayangan Viza.


Ting


Nada notifikasi di ponselnya, Dea segera mengambilnya dari dalam tas. Melihat banyak komenan atas postingan nya tadi. Tunggu dulu! De terbelalak saat aku media sosial milik Viza juga memberikan komentarnya atas postingan Dea tadi.


Wah kau sedang jatuh cinta ya? Selamat ya.


Begitulah isi komentar dari Viza. Dea hanya menatapnya dengan mata berkaca kaca.


Kenapa kau sama sekali tidak peka dengan perasaanku Kak.


Drett...Drett

__ADS_1


Dea terkejut saat melihat nama yang sedang menelpon nya. Dia segera mengangkatnya dengan perasaan campur aduk.


"Ha..hallo Kak, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam. De, kamu sedang apa?"


Dea diam, masih terlalu terkejut karna Viza tiba tiba menghubunginya setelah lama tidak ada komunikasi di antara mereka.


"Dea, hallo Dea"


Dea mengerjapkan matanya saat tersadar dari lamunan nya "Iya Kak ada apa?"


"Kau sedang apa?"


"Baru pulang kuliah, lagi di kamar Kak. Ada apa ya?"


"Ekhem.


Apa kamu ada waktu besok malam?"


Hah? Ada apa Kak Viza menanyakan itu?


"Memangnya ada apa gitu Kak?"


"Apa bisa kita bertemu De? Ada yang mau aku bicarakan denganmu"


"Ahh. Baiklah, jam berapa Kak? Dea nyantai ko besok gak akan kemana mana"


"Jam 7 malam aku tunggu di Cafe Apple ya"


"Baiklah"


Dea merebahkan tubuhnya, setelah menelpon dengan Viza tadi membuatnya sedikit lega. Setidaknya Dea masih bisa mendengar suara orang yang sudah menempati hatinya.


Apa yang akan di bicarakan Kak Viza besok ya?


Jujur saja Dea sangat cemas, ada rasa takut saat Viza akan membicarakan sesuatu yang terdengar penting.

__ADS_1


Apa Dia akan memutuskan hubungan pacar sementara ini. Atau Dia sudah menemukan wanita yang di cintainya? Jadi tidak perlu pacar sementara lagi. Entahlah


Bersambung


__ADS_2