Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 30}


__ADS_3

Ardi menemui orang tua Vera, Dia tidak ingin di sebut pria pengecut karna tidak mau menemui kedua orang tua wanitanya. Ardi benar benar serius dengan hubungannya dengan Vera.


"Om hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian. Tapi Om ingin Vera dan kamu, Ardi menyelesaikan dulu kuliah kalian dulu. Jadi bijaklah dalam hubungan berpacaran, tidak melakukan hal di luar batas"


Begitulah nasihat yang di berikan oleh Alvin. Sepertinya Alvin sudah merestui hubungan Vera dan Ardi.


"Baik Om, saya mengerti.


Om tenang saja, saya akan menjaga Vera dan saya tidak akan menyakitinya. Saya janji Om" kata Ardi penuh keyakinan


Alvin mengangguk dan menepuk bahu Ardi, merasa bangga dengan kejujuran dan keberanian Ardi.


"Om pegang janji mu" kata Alvin tegas. Ardi mengangguk penuh keyakinan.


...


Sementara itu, Vera yang tadi izin ke toilet kini sedang berjalan menuju tempat dimana resepsi pernikahan di laksanakan.


Terperajat saat tangannya ada yang mencekal. Vera menoleh untuk melihat siapa yang mencekal tangannya.


"Hi..Hitta"


Setelah meresmikan hubungannya dengan Ardi beberapa jam lalu membuat Vera sedikit takut untuk bertemu dengan Hitta. Dia menyadari seberapa posesifnya Ardi kepadanya.


"Ikut aku Vei, ada yang mau aku bicarakan sama kamu" kata Hitta sambil menarik tangan Vera


"Tap...tapi Hitta"


Vera mencoba menolak permintaan Hitta. Tapi Dia bingung bagaimana cara menolaknya.


Hitta menoleh "Plisss, hanya sebentar. Aku ingin bicara sama kamu"


Vera melihat wajah Hitta yang memelas pun akhirnya mengangguk. Mereka pergi keluar dari lobi hotel.


Duduk di bangku taman samping hotel.

__ADS_1


"Ada apa kau mengjak ku kesini?" tanya Vera memulai pembicaraan


Hitta menoleh, menatap intens wajah Vera "Apa kau benar benar mencintainya? Tidak ada paksaan apapun dari Dia?"


Wajar saja Hitta mengira kalau Ardi memaksa Vera untuk menjadi kekasihnya. Dilihat dari sifat Ardi yang dingin dan arogan, membuat Hitta menarik kesimpulan sendiri.


"Gak gitu Hitt, aku sama Dia memang sudah saling mencintai sejak lama. Hanya saja kami belum mengakui perasaan masing masing" jelas Vera


Aku tidak mau membuat mu terus berharap padaku Hitta. Hatiku bukan untuk mu, takdirku bukan dirimu. Jodohku adalah Kak Ardi.


Hitta menghela nafas "Baiklah, jika kau memang mencintainya aku akan ikhlas dan mendukung hubungan kalian.


Tapi jika Dia berani menyakiti mu maka datanglah padaku"


Vera mengangguk dan tersenyum "Iya, terimakasih ya Hitt selama ini kau sudah menjadi sahabat terbaik untuk ku. Aku menyayangi mu"


Iya, aku memang hanya sebatas sahabat untuk mu.


Tapi aku bukan tipe orang yang memaksakan kehendak. Semoga kau bahagia Vei.


Bahkan menyayangi mu lebih dari rasa sayang pada sahabat.


Vera mengusap punggung tangan Hitta yang di letakan di sampingnya.


"Aku yakin kau akan mendapatkan wanita yang lebih baik dariku" kata Vera memberikan semangat pada Hitta.


Hitta mengangguk "Semoga ya Vei"


Semoga ada yang bisa menggantikan mu di hatiku.


Vera tersenyum "Pasti Hitt, pasti ada yang bisa mencintaimu dan menyayangimu dengan tulus suatu saat nanti"


Hitta hanya mengangguk, untuk saat ini Hitta hanya bisa mengikhlaskan wanita yang sudah lama di cintainya bahagia bersama orang lain.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya Hitt" kata Vera. Hitta hanya mengangguk

__ADS_1


Vera kembali masuk ke dalam hotel. Mencari cari keberadaan keluarganya. Setelah menemukan nya, Vera langsung ikut bergabung dengan keluarganya yang ternyata sedang mengobrol dengan Ardi.


..


Sepasang penganti baru sudah masuk ke dalam kamar. Mereka sudah duduk di sofa kamar hotel, setelah membersihkan diri.


"Apa kau sudah siap menjadi istri seutuhnya untuk ku?" tanya Angga


Nessa menunduk malu "Siap gak siap aku harus siap, karna ini adalah kewajibanku dan itu sudah hak kamu sebagai suamiku"


Angga tersenyum, merasa sangat senang dengan jawaban yang di berikan Nessa.


Tanpa aba aba lagi, Angga langsung maraih dagu Nessa dan mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk.


Angga mencium bibir Nessa dengan sangat lembut. Tanpa melepaskan ciumannya Angga mengangkat tubuh Nessa dan merebahkan nya di tempat tidur.


Nessa mencengkram seprei putih itu, menahan rasa sakit yang baru di rasakan nya.


Aku ikhlas menyerahkan nya untukmu suamiku.


Mulai sekarang kau untuh menjadi milik ku sayang. Aku akan selalu membuatmu bahagia.


Malam yang panjang baru di mulai.


Bersambung


Note :


Menulis itu tidak gampang, tapi saya memang hobi menulis. Hanya sebatas hobi dan tidak berniat menjadikan profesi.


Jadi maaf jika cerita dan tulisan nya tidak sebaik dan sebagus seperti novel yang lainnya.


...Salam sayang...


...Nita Puspita...

__ADS_1


...🤗🤗...


__ADS_2