Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 51


__ADS_3

"Sa...saya sakit apa Dok?" tubuh Tiara sudah gemetar


"Endometriosis" jawab Dokter


"Penyakit apa itu dokter?"


"Endometriosis adalah penyakit peradangan kronis yang di sebabkan oleh pertumbuhan dinding rahim yang tidak wajar pada dinding falopi. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita dalam masa subur"


"Penyebabnya karna anda mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menyebabkan infeksi felvid"


Tiara hanya diam mendengarkan penjesan dokter. Air mata sudah mengalir begitu deras membasahi pipinya.


"Anda tenanglah, anda bukan tidak bisa memiliki keturunan hanya saja akan sedikit sulit. Saya akan memberikan obat untuk menyuburkan alat reproduksi pada rahim anda. Sudah banyak kasus seperti ini, tapi masih banyak dari mereka yang sembuh dan memiliki keturunan sekarang" jelas Dokter mencoba menenangkan pasiennya.


"Anda masih muda, maka berobat dengan benar dan terus berusaha dan berdoa. Saya akan membantu anda" jelas dokter lagi


Tiara merasakan ada sedikit harapan setelah mendengar ucapan dokter barusan.


Sulit bukan berarti tidak bisa. Oke semangat Tiara, yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untukmu. Mungkin ini adalah cara Allah agar kau bisa menghabiskan waktu berdua dulu dengan suamimu. Kau masih muda, yah kau masih muda, masih banyak harapan.


"Baik Dok terimakasih, saya akan terus berusaha. Saya akan selalu cek kesehatan saya" kata Tiara sudah kembali ada bersemangat.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Tiara kembali ke rumahnya dengan perasaan campur aduk. Sedih? Cemas? Tentu saja Tiara merasakan itu. Tapi Dia mencoba berfikir positif, mendengar penjelasan dokter tadi membuat Tiara sedikit mempunyai harapan lagi.


"Oke Tia, kau masih muda pasti kau bisa memberikan keturunan untuk suamimu"


Jangan di ragukan lagi dengan semangat Tiara dan pantang menyerahnya. Dia adalah wanita tangguh yang tidak gampang menyerah dalam menghadapi cobaan dalam hidupnya.


"Semangat, mulai saat ini aku harus mulai hidup sehat dan makan makanan bergizi"


Tiara meminum obat dari dokter yang tadi di berikan padanya. Sekarang Dia hanya perlu menuruti perintah dokter. Tiara yakin kalau Tuhan akan memberikan yang terbaik untuknya.

__ADS_1


Drett...Drettt


Tiara mengambil ponselnya di atas nakas. Tersengum saat melihat nama suaminya tertera disana.


"Hallo sayang, Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam Mas"


"Tadi kata Bi Esih kamu keluar, kemana?"


Hah sudah di introgasi aja.


"Aku habis ada urusan sebentar Mas"


"Urusan apa? Sama siapa ketemuan nya?"


Ya ampun, kaya guru BP aja yang selalu banyak tanya.


"Nanti aku ceritakan di rumah ya. Kamu udah makan Mas?"


Tiara tersenyum mendengar pertanyaan yang beruntun dari suaminya itu.


"Sudah ko, Tia sudah makan. Udah gak sakit juga ko perutnya"


Terdengar hembusan nafas lega dari Ditya "Syukurlah, kalo gitu aku kerja lagi ya. Baik baik di rumah"


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Di rumah Celin semua sedang sibuk mempersiapkan segala hal untuk pernikahan Celin dan Alvin. Di kamar Celin sedang telponan dengan calon suami. Karna mereka tidak bisa bertemu. Jadi mereka hanya berkomunikasi lewat telpon atau video call.

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu kamu jaga kesehatan. Jangan capek capek kerjanya"


"Iya Sayang, aduh seneng nya kalo ada yang merhatiin kaya gini"


"Apaan sih?"


"Ya udah kalo gitu aku kerja lagi ya. Kamu baik baik di rumah, jangan nakal"


"Apaan ihh, ko kaya sama anak kecil aja deh"


"Hahaha. Kamu kan memang kaya anak kecil yang menggemaskan"


"Ihh Mas, gitu deh"


"Hehe. Udah ah aku mau kerja dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Celin tersenyum sambil memeluk ponselnya. Tak pernah Dia merasakan bahagia saat habis telponan dengan seseorang. Dengan Ditya pun dulu tidak sebahagia ini.


"Ahhh aku gak sabar deh, ehh apaan sih aku ini"


Celin merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Mentap langit langit kamarnya dengan mata berbinar. Senyuman tak pernah hilang dari bibirnya.


Sementara itu di ruang kerjanya Alvin juga merasakan hal yang sama. Dia merasakan bahagia setelah menelpon sang pujaan hati.


Tidak pernah terpikirkan oleh Alvin kalau Dia akan menikah dengan wanita yang di sukainya dari dulu, dari jaman kuliah.


"Aku akan membahagiakan mu Celin"


Kedua manusia yang sedang kasamaran dan di mabuk cinta itu hanya tersenyum senyum sendiri di tempat yang berbeda.


Bersambung

__ADS_1


Jangan takut dulu dong Haha 😂😂. Tiara tidak akan menyuruh suaminya menikah lagi. Enak aja setelah apa yang Dia lewati langsung minta suaminya menikah lagi. Gak akan ya. Hahaha


Tiara kan wanita tangguh yang selalu memiliki semangat juang yang tinggi. Jadi tidak akan menyerah begitu saja. 😂😂


__ADS_2