Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 61


__ADS_3

"Oh ya, apa belum ada tanda tanda Tiara hamil ?"


Deg Deg Deg


Tangan Tiara saling bertautan mendengar pertanyaan Opa Fernan. Ditya menggenggam erat tangan istrinya yang gemetaran.


"Belum Opa, kan kita hanya manusia yang bisa berusaha. Yang menentukan nya Tuhan, jadi kita tunggulah sampai saatnya Opa" jelas Ditya, Opa Fernan hanya mengangguk mengerti


Ditya tersenyum dan menoleh ke arah istrinya. Seolah berkata 'tenanglah semua baik baik saja'.


"Kalau gitu kita pamit dulu ya Opa" kata Ditya


"Hmmm. Baiklah, kalian hati hati"


"Tia pamit dulu Opa" Tiara mencium tangan Opa Fernan begitupun dengan Ditya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Tiara naik ke atas tempat tidur dan menatap suaminya yang sedang fokus pada ponselnya.


"Mas beneran mau Tia kuliah? Tia gak papa ko jadi ibu rumah tangga aja" kata Tiara menatap suaminya


Ditya menyimpan ponsel di laci meja kecil di sampinya. Dia membenarkan posisi duduknya dan menatap istrinya.


"Kalau kamu memang mau, aku izinin ko Sayang. Sekarang kau mau atau tidak? Jawab yang jujur karna aku tidak mau memaksamu" kata Ditya

__ADS_1


"Kalau boleh jujur, aku sangat ingin kuliah. Ta..tapi.."


"Sudah kalau gitu gak ada tapi tapian. Aku akan mendaftarkan mu di kampus Dea. Mulai bulan depan kau dan Dea akan menjadi mahasiswa baru disana. Setidaknya kau bisa ada kegiatan sebelum kita mempunyai seoarang anak" jelas Ditya


Semoga aku bisa cepat cepat memberikan mu keturunan Mas. Aku gak papa gak kuliah asal keluarga kita bisa bahagia dan terus bersama.


Tiara hanya mengangguk dan tersenyum "Kalau gitu ayo kita tidur Mas"


Ditya tersenyum jahil "Olah raga dululah sayang. Lebih sering berusaha pasti akan menghasilkan apa yang kita inginkan"


Ya ampun, kenapa punya suami mesum banget si.


Ditya sudah menyerang istrinya, mencium bibirnya dan melum^atnya. Malam yang panjang dan melelahkan bagi Tiara tapi menyegarkan bagi Ditya baru di mulai.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Celin turun dari mobil suaminya. Menatap takjub pada rumah dengan disain minimalis yang terlihat sangat nyaman. Celin menoleh ke arah Alvin meminta jawaban atas semua ini.


Celin terbelalak dengan kedua tangan menutup mulutnya. Dia ingat ucapan Tiara kalau suaminya sudah mempunyai rumah. Tapi Celin tidak menyangka kalau rumah nya akan semewah ini dan terlihat sangat nyaman.


"Beneran Mas?" tanya Celin tidak percaya


Alvin mengangguk dan tersenyum " Iya sayang, ayo masuk malah diem disini"


Celin dan Alvin berjalan bergandengan memasuki rumah itu. Saat membuka pintu Celin di kejutkan oleh taburan bunga.


"Selamat datang"


Celin menatap tidak percaya pada semua yang ada di rumah barunya itu. Ditya dan Tiara, Opa Fernan, Opa Gio, orang tuanya dan juga orang tua Ditya. Paman dan Bibi Alvin juga hadir.

__ADS_1


"Kamu ko gak bilang si kalau kamu juga ada disini Tia" bisik Celin sambil memeluk Tiara


"Maaf mbak, aku juga gak tau. Tadi Mas Ditya tiba tiba mengajak ku jalan jalan. Eh malah ke sini dan pas aku tanya ternyata ini rumahnya Mas Al"jelas Tiara


Mereka semua makan makan untuk merayakan pindahan sepasang pengantin baru ini. Setelahnya mereka mengobrol banyak hal. Sampai malam tiba para tamu sudah pulang ke rumah masing masing.


Sekarang tinggalah sang pemilik rumah. Alvin mengajak istrinya untuk mengenalkan para pekerja di rumah barunya itu.


"Saya Bi Surti Nona, Tuan. Dan yang ini Pak Wahyu dan yang jaga di depan Pak Udin dan Pak Jamal" jelas Bi Surti asisten rumah tangga yang sudah di siapkan oleh Alvin.


"Saya Celin istrinya Mas Alvin" kata Celin tersenyum ramah


Setelah memperkenalkan para pekerjanya. Alvin pun membawa Celin ke kamar mereka yang ada di lantai atas.


Ceklek


Celin di buat kagum dengan kamar yang akan mereka tempati. Sungguh sangat bagus dan terasa nyaman.


"Mas kamu ko gak bilang si kalau udah punya rumah" kata Celin


"Sini dulu, duduk dulu" Alvin menuntun istrinya untuk duduk di sofa.


"Aku membangun rumah ini memang sudah lama. Tapi aku tidak menempatinya. Ya, hampir sama dengan Ditya. Aku lebih suka tinggal di apartemen saat masih sendiri. Karna rumah ini terlalu besar untuk aku yang masih sebdiri"


"Tapi setelah aku menikahimu, aku mau tinggal disini bersamamu dan anak anak kita nanti" kata Alvin tersenyum ke arah Celin


Celin langsung memeluk suaminya "Terimakasih Mas, aku mencintaimu"


"Aku juga sangat mencintaimu sayang" Alvin mencium kepala istrinya

__ADS_1


Bersambung


Yang udah gak sabar nunggu Tiara hamil. Sabar dulu ya, nanti ada waktunya ko. Terimakasih 😊😍😍


__ADS_2