Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 50


__ADS_3

Tiara terbangun sebelum subuh, merasa ada yang keluar dari kewanitaannya dan merasakan sakit pada bagian perutnya. Dia segera beranjak dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.


Aduhh, aku udah datang bulan lagi. Tanggal berapa si sekarang?


Ditya mengerjapkan matanya sata tangannya terasa hampa. Wanita yang selalu di peliknya tidak ada. Ditya mendengar suara gemercik air di kamar mandi.


Ahh Dia sedang mandi.


Ditya kembali menjatuhkan kepalanya ke bantal dan memejamkan matanya. Walaupun tidak tertidur lagi.


Tiara keluar daro ruang ganti sudah selesai mandi dan bersih bersih. Dia melihat suaminya masih betah di bawah selimut tebal itu.


"Mas bangun ihh, udah subuh cepetan mandi" Tiara mencium pipi suaminya


"Hmmm. Lagi" kata Ditya dengan suara serak.


"Hah? Lagi apaan si?" kata Tiara bingung


"Cium nya lagi dong, biar semangat" kata Ditya masih dengan mata terpejam


"Gak mau ah, kamu ini suka banget memanfaatkan kesempatan. Cepetan bangun ih, udah subuh Mas" kata Tiara mulai kesal


Ditya masih memejamkan matanya "Cium lagi Yank, baru bisa bangun"


Ya ampun, kenapa Dia menyebalkan begini si.


Cup Cup


"Udah tuh, cepetan bangun keburu habis waktu subuh nya" kata Tiara


Ditya tersenyum dan langsung membuka matanya. Dia berjalan ke kamar mandi, tapi sebelum membuka pintu Ditya berbalik menatap istrinya.


"Kamu udah shalat Yank?" tanya Ditya


"Aku gak shalat Mas" jawab Tiara sambil membereskan tempat tidur

__ADS_1


"Loh ko enggak?" Ditya memicingkan matanya.


"Aku lagi datang bulan" jawan Tuara santai


Ditya langsung melotot, tubuhnya terasa lemas "Beneran Yank? Berapa lama?"


Tiara menoleh dan tersenyum "Biasanya si seminggu atau lima hari baru selesai"


"Apa?? Kenapa lama banget? Bisa di percepat gak?" tanya Ditya dengan wajah memelas


"Hahaha. Kamu ini Mas, gak bisalah. Di percepat di fikir naik taxi kali ya di percepat" kata Tiara menatap lucu pada suaminya


"Hah" Ditya berjalan gontai ke arah kamar mandi. Tiara hanya terkekeh geli melihat tingkah suaminya.


Ini baru datang bulan, apalagi kalai nanti masa nifas. Aaa akhirnya aku terbebas dari tugas negara. Hahaha.


Tiara berjalan menuruni tangga, berhenti saat merasakan perutnya begitu sakit.


"Ahhh kenapa sakit sekali, gak seperti biasanya" gumam Tiara memegangi perutnya


"Nona kenapa?" tanya Bi Esih yang berdiri di bawah melihat Nona nya terdiam di tangga sambil memegangi perut.


"Ohhh ya sudah kalau begitu tidak usah buat sarapan. Biar Bibi saja, wajah Nona terlihat sangat pucat" kata Bi Esih khawatir


"Ya udah Bi, tolong buatkan sarapan ya. Tia kembali ke kamar dulu" kata Tiara, Bi Esih hanya mengangguk


Ceklek


Tiara masuk ke dalam kamar dengan tertatih tatih karna perutnya masih terasa begitu sakit. Ditya yang melihat istrinya seperti menahan rasa sakit langsung menghampirinya dengan wajah cemas dan khawatir.


"Sayang kenapa?" Ditya menggendong istrinya dan mendudukannya di tempat tidur


"Gak papa Mas, cuma perutku sakit biasa kalo lagi datang bulan" kata Tiara


Ditya mengelus perut istrinya "Beneran gak papa? Wajah mu pucat sekali. Panggil dokter ya"

__ADS_1


Tiara menggeleng "Tidak usah Mas, nanti juga sembuh sendiri"


"Beneran? Gak mau ke rumah sakit aja?" tanya Ditya khawatir


"Enggak Mas, emang udah biasa ko kalo sakit kaya gini" kata Tiara


"Ya udah kamu istirahat, jangan melakukan aktifitas apapun. Kalo ada apa apa hubungi aku ya" kata Ditya mencium kening istrinya


...


Setelah suaminya berangkat ke kantor. Tiara kembali ke dalam kamarnya. Dia masih merasakan sakit yang teramat di perutnya.


Kenapa sakitnya sama seperti dulu. Aku harus periksa ke dokter.


Tiara bersiap memesan taxi online. Keluar dari rumah dengan alasan akan pergi bertemu dengan teman nya dan tidak mau di antar oleh supir. Tiara merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.


Tiara baru saja selesai melakukan pemeriksaan oleh dokter. Tiara duduk di depan meja dokter. Perasaan nya sungguh sangat cemas karna melihat raut wajah dokter.


"Saya kenapa Dok?" tanya Tiara


"Ekhem.


Apa anda pernah mengalami menstruasi sebelum umur 12 tahun?"


Tiara mengangguk "Iya dokter, dulu waktu saya umur 9 tahun saya mengalami seperti menstruasi. Tapi hanya sekali, bulan bulan ke depannya tidak lagi"


"Apa anda juga merasakan rasa sakit yang sama seperti saat ini? Dan apa anda sudah menikah?"


"Iya dok"


"Baiklah, ini hasil tes dari kesehatan anda. Sepertinya anda akan sulit mempunyai keturunan"


Deg


Bagai tersambar petir di siang hari, Tiara merasa tubuhnya lemas tak berdaya. Penjelasan dokter berusan berhasil menghancurkan segala harapan dan mimpinya.

__ADS_1


"Sa...saya sakit apa Dok?"


Bersambung


__ADS_2