Married With My Besti

Married With My Besti
AA Story Couple 17


__ADS_3

*


*


*


Agha langsung terbahak kegelian saat merasakan kecupan pada seluruh wajahnya. Meniru kebiasaannya kalau hendak mengajak main sang putra, Kai sekarang kalau hendak mengajak bermain jadi ikut-ikutan. Ia baru saja pulang dari rumah sakit, masih mengenakan pakaiannya tadi pagi. Maksud hati ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak, sebelum bebersih dan lainnya tapi sang putra sudah mengajaknya bermain. Kalau sedang ada maunya, Kai memang cenderung akan langsung mencium siapa pun itu. Dan semoga kebiasaan putranya ini tidak sampai besar ya.


"Emang siapa yang minta cium?"


"Main."


Agha menggeleng. "Papa masih capek loh, Kai," rengeknya kemudian, "kan baru pulang kerja."


Sang putra langsung merengut. Ngambek. Wajahnya berubah memerah, tak perlu menunggu lama tangis bocah berumur dua tahun itu langsung pecah. Dengan berat hati, Agha mulai menegakkan tubuh dan menatap sang putra dengan tatapan tegasnya.


"Mau lanjut nangisnya atau main?"


Tangis Kai langsung berhenti detik itu juga. Ia bahkan langsung mengusap kedua pipinya menggunakan telapak tangannya sendiri. Ia kemudian tersenyum.


"Main."


Agha manggut-manggut lalu berdiri. "Ya udah, kalau gitu Papa mandi dulu."


Dengan patuh Kai mengangguk cepat. Tak berapa lama, Mala keluar dari dapur sambil membawa susu hamilnya.


"Kai tadi nangis ya? Kok tadi aku kayak denger suara nangis dari dapur?"


Agha mengangguk dan mengiyakan. "Iya, tadi. Ngajak main, jam segini kok nggak ngantuk malah ngajak main sih? Emang tadi siang tidurnya lama ya?"


"Temen mainnya lagi pergi ke rumah neneknya, anakmu bosen, jadi tadi siang dia tidur doang kerjaannya. Tiap bangun nanyain kamu udah pulang apa belum terus."


"Pantesan, kok tiba-tiba cium-cium padahal kalau diminta aja pelitnya persis kamu. Terus ini nanti aku harus begadang semaleman nemenin dia main gitu?"


Mala tertawa. "Ya enggak usah, yang penting kamu temenin dia main bentar, paling juga ntar kalau udah jamnya tidur malam ngajak tidur kok. Ya udah, sana, kamu buruan mandi, biar aku siapin makannya."


Agha manggut-manggut paham lalu segera bergegas naik ke lantai atas untuk mandi. Bisa kena amuk bos kecilnya dia kalau nggak segera mandi. Kan putranya ini kalau lagi galak mode on persis Mama-nya.


Selesai mandi dan berganti pakaian, ia langsung bergegas menuju lantai bawah. Sesampai di sana, sang putra sudah menyambutnya dengan mainan yang tidak bisa ia katakan tidak sedikit. Jujur, Agha sedikit shock kala melihatnya.


"Ini kenapa mainannya semua dikeluarin begini, Kai?"


"Buat main."

__ADS_1


"Ya tapi nggak sebanyak ini juga lah, kalau segini kebanyakan dong. Ntar siapa yang mau beresin?"


"Tay."


Agha menoleh ke arah sang istri.


"Enggak papa, ntar juga diberesin kok."


"Tapi Papa makan dulu ya."


Kai tidak langsung setuju, tapi setelah sang Mama memberi kode dengan anggukan kepala, Kai pun pada akhirnya ikut mengangguk dan memperbolehkan sang Papa untuk makan dulu sebelum bermain dengannya.


"Makan sama apa?" tanya Agha yang langsung duduk di sebelah sang istri dan rebahan sejenak di atas paha Mala, sebelah tangannya mengelus perut sang istri yang kian membesar.


"Aku tadi masak opor ayam. Kamu mau?" tawar Mala sambil mengelus rambut sang suami, "pengen apa emang?"


"Pengen yang berkuah-kuah deh."


"Makan opor ayam pake kuah banyak boleh kok," ucap Mala sambil terkekeh, "mau aku ambilin."


"Menu buat aku apa?"


"Ya, kayak biasa. Kentang rebus sama tempe mendoan. Kan kemarin udah ubi rebus, berarti hari ini ganti kentang rebus."


Mala menghela napas. Sejujurnya, ia sendiri yang merebus saja sudah mulai bosan, apalagi sang suami yang harus makan itu tiap hari. Tapi mau bagaimana lagi, kalau dulu meski pria itu tidak bisa makan nasi tapi diganti makan sereal doang masih bisa kuat melakukan ini-itu, tapi kalau sekarang tidak bisa. Pria itu bisa pingsan kalau asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya kurang. Hal itu pernah terjadi.


"Ya udah aku bikinin mi rebus aja kalau gitu. Gimana?"


"Boleh, tapi bumbunya dikit aja ya, aku nggak bisa makan kalau bumbunya terlalu kuat."


Mala mengangguk paham. "Ya udah, bangun dulu, aku bikinin bentar."


"Kamu capek nggak?"


"Ya capek, kamu nggak liat sekarang perut aku segede apa?"


Agha mendadak tidak tega. "Ya udah, aku makan kentang rebus aja nggak papa kok. Tapi aku nggak mau makan tempe mendoannya."


"Kenapa? Baru aku goreng loh."


Agha menggeleng. "Kamu aja yang makan. Aku makan kentang doang aja."


"Tahu gitu tadi aku nggak gorengin dadakan, Gha," keluh Mala sambil menguyah tempe mendoannya.

__ADS_1


"Hehe, maaf, sayang. Oh ya, La, kamu udah denger kabar belum?"


"Kabar apa?"


"Alisa."


"Kenapa sama dia? Isi ya?"


"Bener sih, cuma sayangnya dia dan Abbas harus kehilangan calon anak mereka. Kasian banget deh mereka, La."


"Astagfirullah al'adzim, innalilahi wa inalillahirojiun. Kapan, Gha? Kok kamu baru kasih tahu aku?"


"Tadi, kaget banget tadi aku ditelfon suruh nemenin dia, tahunya Alisa keguguran. Yang bikin tambah kasian itu dua-duanya awalnya nggak tahu, La, bahkan Alisa sempet ngira dirinya menstruasi."


"Ya ampun, Alisa pasti sedih banget. Dia kan udah pengen banget hamil, eh, malah keguguran."


Agha mengangguk setuju sambil mengupas kentangnya. "Iya, dia keliatan terpukul banget, soalnya ini kan udah jadi keguguran keduanya."


"Langsung diajak pulang nggak itu?"


"Belum tahu, tapi kayaknya besok udah diajak pulang deh, soalnya untuk kondisi Alisa cukup bagus sih keliatan, cuma psikisnya aja yang keliatan terpukul."


"Ya pasti dia terpukul lah, kehilangan calon anak kan rasanya berat banget, Gha, kita kan udah pernah. Aku aja yang kemarin sebenernya belum terlalu pengen nambah aja, pas tahu kita gagal mempertahanin adik Kai, rasanya hancur banget hati aku. Apalagi ini Alisa udah pengen banget." Mala kemudian teringat sesuatu, "eh, bukannya rumah mereka udah jadi ya? Denger-denger mereka udah mau nyari catering buat acara syukuran rumah mereka."


"Aku kalau itu malah belum tahu, La. Mungkin iya, kali, soalnya Abbas keliatan sibuk banget akhir-akhir ini gegara salah satu artisnya kena masalah yang kemarin itu."


"Ya udah, besok kita coba jenguk deh, siapa tahu belum pulang."


"Kai gimana? Mau diajak nggak?"


"Ajak aja nggak papa kan?"


Agha manggut-manggut tidak masalah. Pandangannya kemudian beralih pada sang putra, yang tumbenan anteng banget nggak nyerocos. Dan ternyata Kai sudah terlelap dengan telapak tangan yang masih menggenggam mainan.


"Lah, belum juga diajak mainan kok udah molor aja dia?"


Mala terkekeh. "Kayaknya bosen nunggu kamu kelamaan sih itu."


"Nggak papa deh, malah bagus aku jadi bisa langsung tidur abis ini. Capek banget soalnya."


"Yah, padahal aku lagi pengen minta kamu temenin aku nyari bakso."


"Hah? Perut segede itu masih aja ngidam, La?" tanya Agha dengan wajah sedikit terkejutnya.

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2