Married With My Besti

Married With My Besti
Ada Apa Dengan Agha?


__ADS_3

"La," panggil gue sambil menggoyangkan lengan Mala.


Kebetulan posisi tidur dia saat ini sedang membelakangi gue. Dan bisa dibilang itu memang termasuk posisi favorit dia. Mala kalau tidur nggak suka dipeluk dan lebih seringnya tidur membelakangi gue, tapi biasanya ntar kalau sudah tidur lebih lelap sukanya meluk gue. Hehe. Dibanding dipeluk, Mala lebih suka memeluk. Katanya risih kalau ada yang meluk-meluk dia. Padahal gue suaminya sahnya loh, masa iya risih sama suami sendiri?


Ya cuma mau bagaimana lagi, nasib gue emang dapet istri macem begini. Masa iya, mau gue tuker tambah? Enggak mungkin juga kan.


Mala menggeliat sambil berdecak kesal. "Ngapain sih? Masih malem ini, Gha. Besok kita ada operasi pagi, gue loh yang jadi dokter anestesi lo," gerutunya kemudian.


"Perut gue nggak enak," ucap gue sambil memegang perut gue yang terasa tidak nyaman.


Mala langsung bangun dari posisi berbaringnya saat mendengar keluhan gue. Ia kemudian menyalakan lampu dan mengikat rambutnya secara asal.


"Enggak enak gimana? Semalem lo makan apaan emang sama Abbas dan Ohim?" tanya Mala khawatir.


Gue menggeleng. Menurut gue enggak ada yang salah sama apa yang gue makan kemarin.


"Mual. Kayak mau muntah gitu tapi nggak bisa."


"Coba baringan, biar gue periksa."


Mala langsung turun dari ranjang dan mencari stetoskopnya. Sedangkan gue langsung berbaring sesuai perintah Mala.


Setelah mendapatkan yang dicari, Mala kembali menghampiri gue dan langsung memeriksa gue menggunakan stetoskopnya.


"Enggak kembung loh padahal, Gha," ucap Mala sambil mengalungkan stetoskop punya gue di lehernya, "badan lo juga nggak panas. Ada keluhan pusing nggak?"


Gue menggeleng. "Cuma mual doang, kayak mau muntah tapi nggak bisa."

__ADS_1


Mala mengangguk paham. "Ya udah, bentar, gue ambilin obat anti mual deh kalau gitu."


Gue langsung menahan pergelangan tangannya saat melihat pergerakan Mala yang hendak meninggalkan ranjang.


Gue menggeleng. "Enggak usah, gue udah minum."


"Gue bikinin wedang jahe, ya?" tawar Mala kemudian.


"Enggak usah juga, La, gue tadi udah bikin, udah gue minum juga." Gue kemudian menunjuk ke arah meja riasnya, "tuh, gelas bekasnya belum gue balikin."


Mala langsung menatap gue datar. "Terus fungsi lo bangunin gue apa kalau lo udah ngelakuin semuanya sendiri?" tanyanya agak jengkel.


Gue meringis. "Gue nggak bisa tidur, peluk gue dong biar gue bisa tidur. Lo kan nggak suka kalau gue peluk, daripada lo tendang mending gue bangunin lo."


Mala berdecak kesal lalu berdiri dan mengembalikan stetoskop gue ke tempat semula. Kemudian kembali berbaring di samping gue dan memeluk gue.


"Iya." Gue mengangguk paham dengan kedua mata yang sudah terpejam.


Pagi harinya


Mala tidak bisa menahan keterkejutannya saat menemukan gue duduk selonjoran di samping closet wc.


"Astaga, Gha, lo ngapain di sini? Lo nggak papa?" tanyanya panik.


Gue mengangguk lemah dengan wajah memelas. "Kenapa-kenapa gue, La. Abis muntah," rengek gue kemudian.


Mala terlihat kaget sekaligus khawatir. "Hah? Perut lo masih belum enakan?"

__ADS_1


Gue menggeleng lemah. Tubuh gue rasanya lemas gegara habis muntah barusan.


Wajah Mala terlihat khawatir melihat gue. Telapak tangan dan punggung tangannya langsung mengecek suhu tubuh gue yang sebenarnya memang normal.


"Padahal lo nggak demam," gumamnya kemudian.


"Tapi sekarang pusing, La," ucap gue sambil memegang kepala gue yang kali ini terasa berat.


Mala mengangguk paham, lalu berusaha membantu gue berdiri. Pandangan gue secara tidak sengaja menatap ke arah lemari kaca yang berisi stok pembalut dan kebutuhan mandi yang lain. Spontan gue menahan lengan Mala.


"Bentar, La."


Mala menatap gue bingung. "Kenapa?"


"Lo terakhir pake itu kapan?" tanya gue menunjuk ke arah lemari kecil itu.


"Apaan sih?" Bukannya menjawab, Mala malah balik bertanya dengan raut wajah bingung


"Pembalut."


Mala masih belum paham. "Hah?"


Tidak ada obrolan dari kami setelahnya, karena kami sama-sama sibuk dengan asumsi kami. Jangan-jangan ini gue lagi mengalami morning sick karena Mala hamil? Apalagi mengingat selera makan gue yang agak aneh jika dibanding hari biasa sebelumnya, dan gue sangat sensitif terhadap wewangian. Lantas apakah ini tandanya gue bakal jadi bapak sebentar lagi?


Buset, tokcek juga dong gue kalau langsung jadi begini. Ohim aja yang nikah duluan, istrinya belum ada tuh tanda-tanda kehamilan, masa gue udah?


Eh, kok gue?

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2