Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
99


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Letta tetap setia duduk memegangi tangan Arum yang masih tak sadarkan diri. Sambil berlinang air mata, Letta tak hentinya memanggil-manggil bibinya.


"Bagaimana dok bibi saya ??" Tanyanya melihat Arum selesai diperiksa.


Arga mendengar pertanyaan istrinya, lalu ia berjalan menghampiri ranjang Arum.


"Bagaimana dok ??" Tanya Arga mendekatinya.


"Bibi anda sepertinya mengalami pukulan paling berat dalam hidupnya, itu membuat mentalnya terguncang dan mengganggu kejiwaannya.." jelas dokter psikiater yang Arga panggil.


"Maksud dokter bibi saya gila ???" Tanya Letta terkejut.


"Bukan gila nyonya, tapi lebih tepatnya bibi anda mengalami depresi berat. Dan jika hal ini dibiarkan tanpa penanganan medis, bisa jadi akan mengganggu kejiwaannya.."


Letta menangis mendengar pernyataan psikiater yang memeriksa Arum, digenggamnya tangan Arum dengan penuh isak tangis kesedihan.


"Tenanglah sayang.. " peluk Arga menenangkan istrinya.


"Kenapa bibi bisa jadi seperti ini yank ??" Tangisnya.


"Kita bawa bibi pulang ya ??" Seru Arga mengejutkan Letta dalam dekapannya.


"Kamu serius ???" Menatap penuh tanya suaminya.


"Bik, tolong siapkan semua keperluan bi Arum ya dan taruh kedalam mobil saya.. " titah Arga.


Mendengar apa yang diperintahkan Arga membuat pelayan dengan segera merapikan pakaian Arum dan memasukannya kedalam koper.


Tak lupa selain pakaian, pelayan juga menyiapkan semua keperluan kosmetik yang biasa digunakan nyonyanya.


"Tuan saya permisi mau naruh dimobil dulu.. " ucap pelayan.


"Iya, ini kunci mobilnya .." menyerahkan kuncinya


Letta tahu gimana bencinya Arga dulu pada Arum, namun melihat sekarang sikap Arga yang mau menerima bahkan merawat Arum membuat hati Letta begitu tersentuh.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan.."


"Hm, jangan lupa siapkan semua jenis penanganan untuk bibi saya dirumah.."


"Baik tuan, saya permisi. Mari nyonya.."


Letta hanya menganggukan kepala saat membalas sapaan dari dokter.

__ADS_1


"Sayang .." lirih Letta memanggil Arga suaminya.


Arga bejalana mendekati sisi ranjang dan duduk tepat disebelah istrinya. Disentuhnya wajah Letta, dan dibelainya rambut panjang Letta.


"Kenapa ??" Lembut Arga bertanya.


"Makasih ya yank, aku tau gimana perasaan kamu sekarang. Pasti nggak nyaman ya ??" Letta memeluk tubuh Arga dan mengeluarkan isi hatinya, bahkan Letta juga beberapa kali terdengar mengucapkan permintaan maaf.


"Dengerin aku sayang, aku baik-baik saja. Perasaan marah dan benci aku luluh melihat kondisi bi Arum saat ini.. " memeluk tubuh Letta.


"Sekarang yang perlu kita fikirkan adalah bagaimana cara membantu pemulihannya bi Arum. Oke ??" Lanjutnya mengecup beberapa kali kening Letta.


*


Setelah Arum sadar, Arga mengajaknya turun kebawah dan meninggalkan rumahnya. Namun awalnya Arum histeris dan bersikeras tak ingin meninggalkan rumahnya.


Arum berucap , ia takut Alfon akan mencarinya jika tak melihatnya dirumah apalagi kamarnya.


"Nanti suamiku memarahiku kalau tau aku kelayapan terus.. " serunya dengan pandangan menerawang langit-langit kamarnya.


"Aku hanya akan disini, tidur disini bersama suamiku. Menunggu suamiku pulang dan memeluknya hangat. ." Gumam Arum bercerita.


"Ia pasti lelah setelah seharian bekerja, aku akan berdandan cantik .. tidak tapi sangat cantik agar aku bisa membuatnya bahagia.." lanjutnya bercerita.


Arga tersentuh mendengar penuturan Arum, orang yang selama ini berbuat jahat pada istrinya ternyata adalah pasangan harmonis yang sangat nyata.


"Kalian tahu , suamiku akan kesal jika melihatku hanya diam didalam rumah. Dia pasti akan menyuruhku pergi dan menghabiskan uangnya. Tapi kalau nanti aku pulang dan membawa banyak belanjaan dia akan berteriak memanggil nama besarku.. "


"Arum Brahamm.. " teriak Arum menirukan suaminya.


Dan Arum menangis, ia merasa sangat sakit mengingat setiap memory yang suaminya ciptakan diotaknya. Arum menangis dengan kerasnya mengeluarkan semua kesakitannya.


Arletta tak kuasan menahan tangisnya mendengar setiap cerita yang bibinya ucapkan. Ia tak pernah menyangka jika paman dan bibi nga bisa memiliki lingkar kesetiaan yang kuat.


"Bi, ikut Letta pulang yuk?? Apa bibi gak kasihan denganku , aku sebentar lagi melahirkan cucumu loh.. " menyentuhkan tangan Arum pada kandungannya.


"Disini ada cucuku ??" Semangatnya bertanya.


"Hm, makanya bibi ikut Letta ya ?? Kita akan rawat anak ini barengan ya .. ??" Ajak Letta .


Akhirnya Arum mau ikut bersama Arga juga Arletta. Mobil mulai keluar dari halaman rumah dan melaju dengan sangat tenangnya.


"Yank ?? " panggil Letta pada suaminya yang sedang mengemudi.


Arga hanya melirik sekilas istrinya lewat kaca spion " Kenapa ??" .


"Jangan lupa tebus resep obat bibi dulu ya ,??"


"Nggak usah, dirumah udah disediakan semuanya.." santainya.


______________________________________________


Diperusahaannya, Cally sedang duduk nyaman menatap pemandangan luar dari ruangannya. Pandangannya menatap lurus kedepan, tak menatap keindahan luar gedungnya.


"Apa yang bisa gue lakuin agar gue bisa rebut lagi 40% saham daddy dari Arga ??" Gumamnya.


"Punya satu pesuruh aja susah banget dihubunginnya.. " memijat pangkal hidungnya.

__ADS_1


Berbalik dan kembali pada meja kerjanya, Cally mulai mengerjakan pekerjaannya. Namun ada satu berkas yang menarik perhatiannya.


"Apa ini ?? Berkas apa ya ??" Tanyanya sambil mengambil berkasnya.


Mata Cally begitu terkejut saat membaca isi dari dokumen yang dipegangnya.


"Kurang ajar !! Akhhh .. akhhh !!" Amuknya membuang berkasnya, bahkan ia menghancurkan isi ruangannya.


"Kurang ajar loe Arga !! Brengsek loe !! Brengsek kalian berdua !!" Teriaknya frustasi.


Dalam berkas yang dibuangnya tertulis dengan detail dengan pengesahan tanda tanganya , jika Arletta Ferrour lah pemilik sah sahĆ m 40% Arga.


Cally begitu stress menyelesaikan urusan perusahaan yang sedang kacau, terlebih saat ini pemegang saham terbesar adalah Arletta sepupunya.


"Sebaiknya gue pulang saja, gue harus atur ulang rencana gue juga .. " pikirnya yang terlintas saat itu.


Cally mulai memasukkan semua barangnya kedalam tas, dan dengan terburu-buru keluar dari dalam kantornya.


Namun ketika dipertengahan jalan tiba-tiba saja Cally merasakan perutnya sakit. Menepikan sejenak mobilnya, Cally mulai berkeringat menahan sakit diperutnya.


"Kenapa sakit banget ya perut gue ?? Mana mual banget lagi inii .. " ucapnya.


Cally terus menahan sakit diperutnya hingga tubuhnya berkeringat dan memucat. Dipejamkannya matannya untuk memberi kekuatan pada dirinya sendiri.


"Loe bisa Cal, loe kuat!!" Serunya mencoba memberikan semangat pada dirinya.


Dengan perlahan Cally mulai melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Namun makin lama ia merasa pandangannya makin berat untuk melihat.


Cally kembali menepikan mobilnya, ditatapnya sekeliling jalan yang terlihat padat kendaraan.


"Nggak!! Gue bisa mati kalo gue terus nekat bawa mobil sendiri.. " gumamnya.


Cally mulai turun dari mobilnya dan menghentikan satu taxi yang saat itu melintas dihadapannya.


"Pak rumah sakit harapan bunda ya .." serunya saat memasuki taxi.


Dalam perjalanan Cally begitu kesakitan, perutnya seperti diaduk-aduh dan siap memuntahkan laharnya.


Namun belum sampai ia memuntahkan isi perutnya, taxi sudah lebih dulu sampai didepan rumah sakit.


"Sudah sampai Non.. " seru supir taxi.


"Cepet banget, tau gitu gue bawa mobil tadi aja.." batinnya.


Cally memberikan 2 lembar 50ribuan, lalu ia turun tanpa mengambil kembaliannya.


"Suss.. suster tolong saya ," serunya meminta tolong.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2