Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
33


__ADS_3

Sediri digalam gudang pengap dan kotor membuat kondisi Arletta sangat mengenaskan, ditambah dengan luka disekujur tubuhya. Arletta yang pingsan saar menelpon Arga kini mulai membuka matanya perlahan.


"Haus .. air ,, tolong!" rintihnya pelan.


menyeret tubuhnya, ia berusaha menggapai pintu dari tempatnya. Kondisinya yang kesakitan membuat dirinya tak bisa bergerak jauh dari tempatnya semula.


"Hikss ,, hikss .. tolong,, siapapun tolong saya .. " tangisnya menggema.


Arga beserta David serta Orland sedang dalam perjalanan menuju tempat Arletta sesuai gps yang dapat dilacak oleh anak buahnya. Dengan kecepatan penuh David mengemudikan mobilnya membelah jalan sepi.


"Sepertinya kita harus jalan .. " seru David menghentikan mobilnya.


Didepannya hanya ada hamparan ilalang yang menjulang tinggi yang menghambat laju mobil mereka. Namun disana sudah siap beberapa anak buah Arga yang menanti kedatangannya.


"Bagaimana .. ??" tanya Arga menuruni mobil.


"Kita masih menunggu bos, anak buah saya sedang melacak jalannya.. " sahutnya patuh.


Tak berapa lama terdengar suara HT dari saku salah satu anak buah Arga. Dan tak lama raut wajahnya berubah menakutkan.


"Katakan!!" seru Arga tak sabar.


"Diujung jalan ini ada gudang kumuh bos, dan .. " tak mampu melanjutkan ucapannya.


"Katakan dengan jelas!!!!" bentak Arga marah.


"Tenangkan diri loe!!" seru David mengingatkan.


"Apa yang anak buahmu lihat disana .." tanya Orland penasaran.


"Nona muda ada didalam sana dengan beberapa penjagan disekeliling gudangnya .. "


"KURANG AJAR!!" teriak Arga.


"Dan .. dan, nona muda sepertinya habis disiksa bos.." ucapnya.


"BRENGSEK KALIAN SEMUAA !!!" murka Arga membabi buta.


"Ada berapa penjaga .?" tanya David.


"Sekitar 10 orang tuan .. "


"Apa anak buah kita cukup ??"


"Kalau untuk jumlah, kita kalah banyak tuan. Tapi kalau kemampuan kita bisa mengatasi mereka.. " bangganya.


"Tunggu apa lagi, berangkat sekarang.." pimpin Arga didepan.


Arletta yang didalam gudang kini mulai semakin melemah kondisinya. Sakit disekujur tubuhnya membuat ia tak mampu menggerakkan tubuhnya. Hanya air mata yang mampu ia keluarkan bahkan tanpa suara.


"Mas Arga .. tolong aku mas ,, sakit .. hikss ,, hikss.. " batinya pilu kemudian kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


Arga yang sudah ditengah jalan merasakan khawatir berlebih mengingat kondisi istrinya yang diceritakan oleh anak buahnya. Dengan langkah lebar ia menghempar semua ilalang yang menghalanginya.


"Bos .. tuan ,," hormat seorang anak buah saat melihat Arga tiba ditempatnya.


"Dimana tempatnya ?" dinginnya menakutkan.


"Gudang depan bos ,, tapi sebaiknya kita serang dulu anak buahnya yang berjaga.. "


"Lakukan! saya hanya mau istri saya,, mau kalian bunuh sekalipun mereka saya tak perduli!!" geramnya membuat semua yang melihat menjadi ketakutan.


Tanpa menunggun lama terdengarlah suara keributan didepan gudang. Arga berjalan dengan santainya melewati anak buahnya yang sedang bertarung. Bahkan dengan lihaynya ia menghindari semua serangan dari lawan.


"Loe masuk cari adik ipar, biar gue yang ngatasin mereka sama Orland.. "


"Hmm .. "


Brakkk ..


Dengan sekali tendang, pintu rongsok gudang tersebut jebol. Gelap, pengap serta berbau membuat Arga kesulitan mencari Arletta.


"Letta .. sayang !!" teriaknya.


Arga melirik kesana kemari mencari benda yang dapat membantunya. Tepat disamping pintu masuk terdapat saklar sebuah lampu. Dan disaat lampu menyala, mata Arga membulat saat dilihatnya Arletta terkapar dilantai dengan penuh luka.


"Arletta !!" teriak Arga berlari menghampirinya.


"Sayang! Astagaa .. sayang bangun, apa yang terjadi yank ??" tanpa terasa air mata mulai membasahi wajah tampannya.


Ditendangnya setiap lawan yang mencoba menghalanginya. David dan Orland yang mengetahui Arga sudah keluar segera menyusulnya, memasuki mobil.


"Kakak ipar .. " seru Orland terkejut melihat kondisi Arletta dipangkuan Arga.


David mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ruma sakit milik keluarga Arga. Namun ditengah perjalanan tiba-tiba saja tubuh Arletta berubah dingin membuat Arga panik seketika.


"Sayang ., sayang apa yang terjadi .. ??" menyentuh setiap inci wajah istrinya.


"Ada apa Ga ??" tanya David melirik dari spion.


"Tubuhnya tiba-tiba saja berubah dingin Vid,, bagaimana ini .. " paniknya.


"Ga,, pakaikan ini ditubuh kaka ipar .. " menyerahkan jaket miliknya juga David.


Setelah menyelimuti tubuh Arletta, Arga mendekap erat tubuh wanita yang kini mendingin itu. Setibanya dirumah sakit, mereka disambut oleh semua keluarga.. dan segera saja Arletta dilarikan ke ICU.


****


Berbeda suasana, dirumah mewahnya nampak Alfon, Arum serta Cally sedang berpesta merayakan keberhasilannya merebut perusahaan milik Arletta.


"Hhhhaahaha .. akhirnya kita berhasil dad ,, mom udah nggak sabar mau jalan-jalan keluar negeri lagi .. " dambanya kegirangan.


"Dad ,,daddy jangan lupa dengan apa yang daddy janjikan padaku .. " seru Cally mengingatkan.

__ADS_1


"Tentu,, tentu saja dad tidak lupa putri cantikku. Apa saja yang putri cantikku ini inginkan pasti akan dad kambulkan .. " serunya membanggakan diri.


"Dad yang terbaik .. !!!" berhambur memeluk tubuh daddynya.


"Lalu apa rencana kita selanjutnya dad ?? apa kita akan langsung menjualnya ??" tanya Arum.


"Jual!! Tentu saja kita tidak akan pernah menjual perusahaan itu sampai kapanpun ,, kita akan mengaktifkan kembali perusahaan itu, menarik semua investornya untuk masuk keperusahaan kita .." angannya.


"Kalau kita tarik semua investor bukankah sama saja kita membuat perusahaan itu bangkrut dad ??" tanya Cally sambil memasukan beberapa potong buah kedalam mulutnya.


"Itulah rencana daddy. Kalau kita menjualnya perusahaan itu hanya akan berganti pemilik.. tapi kalau kita hancurkan perusahaan itu maka sudah tidak ada lagi perusahaan yang dapat menyaingi perusahaan milik daddy.. " senyum sinisnya tergambar membuat wajahnya terlihat menyeramkan.


"Kalau gitu, mom akan mempersiapkan semua yang kita butuhkan .. tapi mom butuh modal dad .. " menengadahkan tangannya.


"Belum juga mulai udah duit lagi yang mom minta .. " kesal Alfon meninggalkan istrinya.


"Semua itu dimulai dengan uang dad .. kalau nggak ada uang mana bisa jalan!!" teriak Arum menggema.


"Aduh mom ... !! berisik tau nggak !" kesal Cally juga.


"Kenapa sih semua bikin mom kesel .." ambeknya melipat tangan didada.


"Karena mom nyebelin .. !!" seru Callya berlari meninggalkan Arum sendiri diruang tamu.


"Dasar anak sama daddy sama saja !!" gerutunya.


Dirumah sakit, terlihat semua orang tengah gelisah didepan pintu ruang ICU. Disana juga hadir Aldo, Joy serta Jake dan Kenny.


"Sika berhenti menangis .. bajuku basah kena ingusmu nih .. " protes lirih Kenny.


"Apasih! orang lagi sedih juga, malah mikirin ingus.. " sungut Sika.


"Jangan berisik!! mau kalian diusir kak Arga keluar dari sini ..!!" seru Jake mengingatkan.


"Jesika nih kak ,, masak ingusnya dibaju aku semua.. " adunya.


"Apasih orang nggak juga .. " belanya.


"Bisa diam nggak kalian berdua.. " bentak Reno pada keduanya.


"Rasain .. " ejek Jake, kemudian berlalu bergabung bersama David serta Orland.


"Tenanglah ,, kaka ipar pasti baik-baik saja .. " tenang Orland.


"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan istriku ,, gue pastiin mereka juga bakal ngarasain lebih dari ini !!" geram Arga.


"Tenanglah kak ,, kaka Letta pasti baik-baik saja. Ada anak kalian yang bisa menguatkan kak Letta .. " bujuk Jake menenangkan.


"Loe nggak tau gimana keadaan Letta Jake .. loe nggak lihat gimana keadaannya!! teganya mereka menyiksan istriku dengan kejinyaa .. " murkan Arga tanpa terasa berderai air mata.


Elena yang melihat anak laki-lakinya menangis segera menghampirinya.. mendekap penuh kasih. Menenangkan buah hatinya yang tengah dilanda kemarahan.

__ADS_1


__ADS_2