Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
88


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Esok hari yang begitu cerah, namun tak secerah raut wajah Arga saat ini. Pagi-pagi sekali ia mendapat telpon dari salah satu anak buah yang ia tugaskan untuk mengawasi Loise.


Mereka kehilangan jejak, dan itu pertanda jika Loise tahu jika ia sedang diawasi. Arga semakin merasa khawatir dengan kondisi istrinya, terlebih ia sedang hamil besar.


"Yank .. "gumam Letta memanggil suaminya.


"Kemana mas Arga?? tumben udah ilang.." gumamnya.


Letta perlahan turun dari ranjang, dan saat menuju kamar mandi matanya perlahan menatap pintu balkon yang terbuka.


"Ehm, apa mas Arga dibalkon ??" gumamnya, lalu dengan perlahan Letta berjalan menghampirinya.


Arga disana, ia sedang menghisap puntung rokoknya untuk menghilangkan stresnya. Arletta cukup terkejut saat melihat suaminya merokok, sebab seorang Arga hanya akan merokok jika sedang dalam masalah berat.


"Yank !! Aku tuh pengen kayak yang di sinetron-sinetron tau, .." gerutu Letta mengejutkan Arga yang sedang menghisap rokok.


"Astaga sayang kenapa kesini ?? Aku sedang merokok, nanti kamu kena asapnya !!" omel Arga dipagi hari.


Arga kemudian menyemprotkan pengharum ruangan untuk menghilangkan asap rokoknya.


"Dasar aneh, nyemprot pengharum di luar kamar," ejek Letta yang perlahan menghampirinya.


"Kamu kenapa ??" tanya Arga memeluk tubuh istrinya dan sesekali menciumi puncak kepalanya.


"Aku tuh tadi liat kamu diam dibalkon, terus aku tuh mau kayak yang di tv-tv gitu loh yank .." serunya.


"Emang kalo disinetron kenapa ??" tanya Arga yang tak paham dengan maksud istrinya.


"Kan kalo di tv istri liat suami nya gitu terus dipeluk dari belakang yank .." cemberutnya.


"Yaudah sini peluk aku dari belakang.." ajaknya.


"Mana bisa! Lihat, ada anak kamu yang menghalangi .." tunjuknya pada perut besarnya.


Arga merasa sangat lucu dengan tingkah Letta yang terkadang akan kesal dengan hal-hal sepele menurutnya.


"Aduh anak papa udah bangun belum ya didalam sini ???" tanya Arga mengajak calon anaknya berintetaksi.


Arga yang berjongkok untuk mensejajarkan dirinya dengan perut Letta terus saja mengusap dan menciumi perut istrinya.


"Muachh.. muachh, muach .." cium Arga berkali-kali pada perut Letta.


"Perutny aja nih yang diciumi ??" protes Letta.


"Astaga, kan tadi malam udah yank aku ciumin kamu sampe semuanya aku ciumin .. " ujar Arga.


"Yakan itu semalam, kan kalo sekarang udah pagi.." serunya.

__ADS_1


"Yank, kalo aku cium kamu pasti jadinya panjang deh.."


"Ya emang kenapa kalo panjang.. ?? Gak suka??"


"Bukannya gak suka, mana ada lele yang nggak suka masuk rawanya yank. Tapi kan semalam udah, nambah lagi kamu berkali-kali.. " lucu Arga berusaha menahan tawanya.


"Ya terus kenapa ??" protesnya.


"Kan enggak boleh keseringan yank, nanti kamu kesakitan. Dokter juga bilang kamu nggak boleh kecapekan, " rayu Arga melihat Arletta cemberut.


"Aku enggak capek kok yank, aku seneng-seneng aja. Yaudah enggak, tapi besok lagi ya main sama lele nya." putus Letta saat menatap wajah Arga.


"Kamu nggak capek, aku sampe loyo kamu buat..!" batin Arga.


"Iya, besok main sama lele sampe puas deh.." tawa Arga.


*


Pagi yang berbeda dirumah Cally. Masalah diperusahaan membuat tidur Cally tak nyenyak, dan belum lagi sakit dipergelanga kakinya yang masih terasa sakit.


"Kenapa cepat sekali pagi ini datang!!" gerutu Cally saat menyadari hari sudah pagi.


"Auuuww .." pekiknya saat mencoba berjalan.


Perlahan Cally masuk kedalam kamar mandi, kemudian ia terlihat menghubungi seseorang.


"Dimana si brengsek ini sebenarnya!!" kesal Cally saat masih tak bisa menghubungi Carlos.


Namun tak lama ponselnya berdering, dan orang yang dicari-carinya kini sedang menghubunginya.


šŸ“ž" Kemana saja loe ini !!" amuk Cally saat menerima telpon.


šŸ“ž" Jaga omongan loe ya!! gue cuma punya tugas untuk loe kerjain sekarang!!" titahnya.


šŸ“ž" Bukan masalah besar, asal bayaran gue setimpal!!"


šŸ“ž" Gue bakal bayar loe lebih tinggi daripada kemarin,"


šŸ“ž" Hanya uang ??"


šŸ“ž" Ya terus mau loe apa kalo bukan uang!!" kesal Cally.


šŸ“ž" Tentu saja uang, tapi gue juga mau tubuh loe!!" tawar Carlos.


Cally sesaat terdiam, ia merasa marah dengan penawaran Carlos. Ia meras Carlos merendahkannya saat mengucapkan hal itu dengan lugasnya.


Namun ia butuh, Cally membutuhkan bantuan Carlos untuk membalas dendamnya.


šŸ“ž" Oke ! Asal loe bisa berhasil ngelakuin tugas kali ini, gue bakal bayar loe dengan uang juga tubuh gue!!" putus Cally pada akhirnya.


Carlos tak menyahutinya, ia hanya menutup telpon tanpa memberikan jawaban pada Cally saat itu.


"Dasar brengsek !! laki-laki brengsek!! berani sekali menutup telponku!!" emosinya.


Arum yang kebetulan berada didepan pintu kamar anaknya tanpa sengaja mendengar ocehan Cally yang sedang mengamuk.


Arumpun kemudian masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pinu hingga membuat Cally terkejut. Saat terkejut tanpa sengaja Cally menjatuhkan ponselnya hingga retak layar.


"Mommyyyy .. !!" teriak Cally marah.


"Upsst, sorry .. " seru Arum yang juga terkejut.

__ADS_1


"Lain kali ketuk pintu sebelum masuk!!"


"Iya darling maafim mom, udah ya marahnya.." bujuk Arum.


Cally hanya diam sambil membolak-balik ponselnya yang retak. Ia terlihat tak berminat menyahuti omongam mommy nya.


___________________________________________


Diperusahaan Ferrour Grup, terlihat Verrel sedang sibuk memeriksa dokumen saat Seruni masuk kedalam ruangannya.


"Rel .. " sapa Runi.


"Eh, iya ada apa bu Runi.." balasnya sopan.


"Ini ada dokumen keuangan yang harus ditanda tangani bu Letta, tapi saya hari ini ada jadwal meeting dengan pak Ilham juga clientnya.." jelas Seruni.


"Oh baik, nanti biar saya yang membawanya kerumah dan meminta tanda tangannya.." jawab Verrel.


"Terima kasih ya Rel . ." seru Seruni menyerahkan dokumen pada Verrel sebelum melangkah pergi.


"Coba gue hubungin Letta dulu deh .." Verrel mengeluarkan ponselnya, ia terlihat mengirimkan sebuah pesan untuk Letta.


Verrel tahu jika kemarin Letta sempat dibawa kerumah sakit, dan kini sahabatnya itu sedang menjalani bed rest dirumahnya.


"Astaga nih anak, kenapa malah minta dibawain asinan bogor segala lagi ..!!" ucap Verrel saat membaca balasan pesan Letta.


"Gue beliin aja direstouran biasa tempat beli Bella rujak aja.. "


Kemudian Verrel terlihat membereskan mejanya, dan memasukkan berkas Arletta kedalam tas kerjanya. Ia juga tak lupa mengabari Arga untuk kedatangannya kerumah menemui Arletta.


"Berasa mau ketemu pak Presiden aja.." gumam Verrel selesai menghubungi Arga suami Letta.


Namun disaat Verrel dalam perjalanannya kerumah Arga, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Dengan terpaksa Verrel menepikkan mobilnya untuk menjawab panggilan ponselnya.


"Bella .. ??" gumam Verrel, lalu menjawab telponnya.


šŸ“ž" Hal-


šŸ“ž" Baby .. baby kamu dimana baby ..??" tanya Bella dengan mada suara paniknya.


šŸ“ž" Hei beb, ada apa ?? kenapa dengan suaramu ini ??"


šŸ“ž" Beb tolongin aku beb, aku takut .."


Bella yang saat ini ketakutan tak bisa lagi membendung tangisannya saat menghubungi kekasihnya. Terlihat raut wajah Verrel kini menegang, ia benar-benar merasa khawatir dengan keadaan kekasihnya saat ini.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MINAL AIDZIN WALFAIDZIN SEMUA MOHON MAAF LAHIR BATIN YA.



......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...

__ADS_1


__ADS_2