
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Satu minggu sudah kepergian Alfon, meninggalkan luka mendalam bagi Arum istrinya yang kini hanya diam mengurung diri didalam kamar.
Arum hanya diam selama satu minggu ini, bahkan ia tak berbicara dengan siapapun termasuk Cally anaknya. Percakapan terakhir mereka adalah pertengkaran selepas pemakaman.
"Nona ..??" Panggil pelayannya.
Cally yang sedang memakan sarapannya hanya diam tak memperhatikan pelayannya.
"Non.. " cicitnya.
"Apa sih bik ??" Kesal Cally meletakkan alat makannya, lalu mengusap bibirnya.
"Itu non, ibu udah satu minggu loh didalam kamar terus. Apa non gak mau nengok dulu??" Tanyanya.
"Tapi tiap hari dikasih makan kan bik .??" Tanya Cally menyelidik.
"Astagfirullah tentu aja bibi kasih makan non, kesian ibu cuma diam dikamar bengong. Siapa tahu kalo non ajak ngobrol ibu mau ngomong.. " nasehatnya.
"Saya sibuk bik, banyak kerjaan kantor yang harus saya urus. Yang penting jangan telat kasih makan mommy saja.." ucapnya lalu berlalu pergi tanpa mendengarkan ucapan pelayannya lagi.
"Tega bener si non Cally ini sama mommynya.." gumam pelayan tersebut.
Lalu pelayan itupun mulai mengambil nasi dengan berbagai lauk dan dibawanya naik kekamar Arum.
"Nyonya .. " panggil nya saat memasuki kamar.
Kamar Arum tetap sama rapi seperti sebelumnya, seolah ranjangnya tak pernah digunakannya untuk tidur.
"Nyonya, makan dulu ya?? Bibi tadi masak ayam bakar kesukaan nyonya loh, liat nih ayamnya cantik-cantik kan ??? " menunjukkan ayam bakarnya dihadapan Arum.
Namun Arum hanya diam, memandang kosong jendela yang masih tertutup tirai. Arum seolah kehilangan semua isi dunianya dan membuatnya tak bergairah untuk hidup.
"Astaga, maafin bibi ya. Bibi lupa buka tirainya nyonya, heheh.. " tawanya lalu bangkit membuka tirai.
Sinar mentari mulai masuk memberi biasan cahaya pada ruang kamar Arum yang seperti kegelapan.
"Nah kan udah terang, makan yuk nyonya.." serunya mendekati Arum dengan nasi ditangannya.
Namun Arum hanya diam, bahkan tak sekalipun ia menatap makanan kesukaannya itu. Pandangan kosongnya begitu menyedihkan, membuat iba tiap orang melihatnya.
Bahkan pelayan yang hendak menyuapi Arum kini menangis melihat kondisi majikannya yang seperti mayat hidup dihadapannya.
Wajah pucat, mata panda juga tatapan kosong membuat Arum terlihat begitu lusuh dan menyedihkan. Bahkan pelayannya tak bisa membendung air mata dan berhambur memeluknya.
"Hiks.. hikss, nyonya jangan seperti ini, mana nyonya yang dulu?? Nyonya yang ceria suka belanja dan memamerkan bajunya ke bibi...?" Tanyanya terisak dipelukan Arum.
Namun tiba-tiba terbesit fikiran untuk menghubungi Arga yang dulu memberinya kartu nama.
__ADS_1
"Pak Arga .." seru pelayan lalu berlari keluar kamar menuju kamarnya dibelakang.
Sesampainya dikamar, ia dengan segera mengirimkan sebuah pesan yang mengabarkan kondisi terkini Arum. Tak lupa juga meminta Arga juga Arletta untuk datang mengunjungi Arum dirumah.
"Kalau nona Cally sudah nggak perduli lagi dengan nyonya, maka satu-satunya cara adalah meminta nona Letta untuk datang kesini.. " gumamnya setelah berhasil mengirim pesan pada Arga.
Namun tak berapa lama ponselnya berdering tanda pesan masuk.
"Alhamdulillah, syukurlah mereka mau kesini.." serunya lega setelah Arga mengiyakan keinginannya untuk mengunjungi Arum.
Lalu pelayanpun berlari kembali menuju kamar Arum untuk menyuapinya. Namun ia begitu terkejut saat tiba didalam kamar melihat Arum tertidur meringkuk dibawah tanpa alat tidur.
"Nyonyaaa .. " teriak pelayan saat mengira Arum pingsan.
Namun setalah mendekatinya, terdengar suara dengkuran halus dari Arum.
____________________________________________
Diperusahaan, Arga bergegas pulang setelah mendapat pesan dari pelayan dirumah Cally tentang kondisi Arum saat ini.
Arga tak langsung mengabari Letta, ia tak mau nanti Letta panik dan membahayakan kandungannya.
š" Halo Ali .. " sapa Arga ditelpon.
š" Saya tuan .."
š" Dimana istri saya sekarang ??"
š" Nona dihalaman belakang bersama End tuan,"
š" Tolong beritahu istriku untuk bersiap-siap karena aku akan mengajaknya keluar.."
Setelah mematikan telpon, Arga mencoba berfikir apa yang saat ini terjadi dengan Arum. Dan seakan tahu kondisi seperti apa yang Arum alami, Arga terlihat mengirimkan pesan pada salah seorang dokter kenalannya.
"Semoga tebakan gue salah .." gumamnya saat mengemudikan mobilnya.
Arletta sedang duduk diatas ayunan dengan End yang tetap setia duduk disampingnya. Membelai perutnya yang sudah besar, Arletta membayangkan suasana ketika nantinya ia melahirkan buah hatinya.
"End, kira-kira nanti kalau anakku lahir semua orang bahagia nggak ya ??" Tanya Letta dengan anehnya.
"Tentu saja bahagia non, apalagi tuan Arga. Belum lahir aja udah kelihatan seneng banget tuan itu.. " sahut End.
"Iyakah ???"
"Hm, tentu saja non. Lihat saja dari cara tuan menyiapkan semua kebutuhan babynya dari mulai kamar beserta perabotannya.. "
"Iya sih, tapi aku kesel sama dia . Kau tahu aku sama sekali tak diijinkannya membeli perlengkapan anakku sendiri.. " curhatnya.
Namun sebelum End menyahuti, Ali telah tiba dan menyampaikan pesan tuannya untuk istrinya. Letta gembira, ia bergegas berdiri dan mengajak End untuk membantunya kekamar.
"Pelan-pelan nona.. " seru End saat Letta antusian menaiki tangga.
*
Mobil Arga memasuki halaman rumah, namun Letta sudah terlebih dahulu menghampirinya sebelum Arga keluar dari dalam mobilnya.
"Kita mau kemana ??" Tanyanya saat duduk dikursi samping kemudi.
Arga hanya diam menggelengkan kepalanya, kemudian ia membelai kepala Letta dengan mesra.
"Tentu saja belanja kebutuhan baby kita sayang.." serunya.
__ADS_1
"Sebaikny aku ajak Letta untuk berbelanja dulu sebelum kerumah Cally.." batin Arga yang mulai melajukan mobilnya.
Hampir 2 jam keduanya mengelilingi mall untuk mencari perlengakapn calon anaknya, Arga sudah mulai kelelahan sedang Letta masih dengan antusiasnya.
"Yank, nggak capek apa ??" Tanya Arga saat melihat istrinya menghabiskan satu botol air mineral disebelahnya.
"Capek sayang, tapi aku seneng deh.." seru girang Letta.
"Yaudah kita pulang ya, sekalian mampir bawain makan bibi Arum gimana ??" Ajak Arga.
Dengan atusiasnya Letta mengiyakan keinginan suaminya. Bahkan Letta membeli sendiri makanan kesukaan Arum disebuah resto didalam mall.
Dalam perjalanan nampak Letta tertidur pulas karena kelelahan, dan Arga nampak menurunkan sedikit sandaran kursi untuk membuat nyaman istrinya.
Mobil memasuki halaman rumah Cally, namun nampak seorang laki-laki sudah berdiri seperti menunggu kedatangan Arga.
"Ternyata sudah lebih dulu dia.." serunya.
"Siapa yank ..??" Tanya Letta yang sudah terbangun.
Arga tak menjawabnya, ia turun dari mobil dan menuntun Letta masuk kedalam rumah.
"Siang tuan .. " sapa laki-laki itu.
"Anda siapa ya ??" Tanya Letta penasaran.
"Dia psikiater yang aku panggil yank.." jawab Arga mengejutkan Letta.
Seolah tahu apa yang sedang terjadi, Letta mempercepat langkah kakinya menghampiri Arum.
"Sayang perlahan !!" Seru Arga memperingati istrinya.
Dengan perlahan Letta naik anak tangga dengan bantuan Arga, namun ia begitu was-was memikirkan kondisi bibinya saat ini.
"Bibii .. " seru Letta menitikan air mata saat melihat Arum meringkuk tidur dilantai kamarnya.
Arga melepaskan pegangannya pada tangan Letta, dan perlahan Letta mulai masuk dan duduk dengan susahnya disamping bibinya.
"Bibi.. hiks hiks.." panggilnya.
Mendengar ada yang memanggilnya membuat Arum perlahan membuka matanya.
"Letta .." lirih Arum mulai membuka mulutnya.
Namun tiba-tiba Arum menangis dengan histerisnya memanggil manggil Alfon suaminya. Terus berteriak histeris membuat Arum tiba-tiba saja jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Selagi Arum diperiksa, Arga mulai menanyakan kondisi Arum kepada pelayannya. Arga begitu marah mendengar sikap Cally kepada Arum dari cerita pelayannya.
"Benar-bener gak ada hati sebagai anak dia!!" geram Arga.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...
__ADS_1