
Keduanya segera membawa Arletta kerumah sakit terdekat untuk segera diberi pertolongan. Sepanjang jalan Seruni tak hentinya menangia melihat adiknya tak sadarkan diri dengan luka diwajahnya.
"Pah ayo lebih cepat.."
"Sabar nak, "
Ilham dengan panik membawa mobilnya dengan kecepatan penuh, yang kini ia fikirkan adalah keadaan Arletta juga kandungannya.
"Pah .. papah .." panggil Seruni ketakutan.
"Ada apa !"
"Pah, tubuh Letta dingin banget pah .."
Ilham yang sudah sangat panik menambah kecepatan laju mobilnya. Hingga sesampainya mereka dirumah sakit Ilham segera memanggil para suster jaga.
Namun saat tubuh Arletta didorong menuju IGD tanpa sengaja David yang juga berada dirumah sakit melihatnya.
"Letta !!" kagetnya lalu berlari mengikuti menuju IGD.
"Mohon maaf sebaiknya nona menunggu diluar.." cegah salah seorang suster saat Runi ingin masuk kedalam IGD.
"Letta .. " tangisnya.
"Apa yang terjadi .??" tanya David.
"Loe!! sejak kapan loe disini.."
"Gue tadi lagi cek up terus nggak sengaja liat kalian. Sebenarnya apa yang terjadi??"
"Gue juga nggak tau pasti, tapi pas gue juga bokap sampai ruangan Arletta, Arletta udah pingsan juga pendarahan.. "Seruni kembali menangis saat mengingat kejadian dikantor tadi.
Dengan penuh sayang David membawa Seruni kedalam pelukannya. Hal yang dibutuhkan Seruni saat ini adalah pelukan, dan David sudah memberikannya.
__ADS_1
"Letta pendarahan, tubuhnya dingin banget tadi.."
"Kita berdoa saja supaya Letta juga kandungannya baik-baik saja.. "
Sedang diluar rumah sakit terlihat Ilham tengah menghubungi seseorang dengan sangat paniknya. Dari raut wajahnya terlihat ia sangat panik saat menceritakan suatu hal.
______________________________________
Diruangannya Arga sangat murka setelah mendengar kabar tentang apa yang dialami istrinya saat ini. Dengan penuh amarah Arga memanggil Manda untuk menghadapnya.
"Ada yang bisa saya bantu pak.. "
"Hubungi pengacara dan tuntut Alfon atas tindakan penganiayaan terhadap istri saya, saya mau dia menerima akibat dari ulahnya.."
"Baik pak, saya permisi.. "
Dan segera Arga berlalu meninggalkan kantornya, mengendarai mobil dengan kecepatan penuh sebab ia sangat mengkhawatirkan istrinya.
"Loh nak David.. ?? tegur Ilham saat melihat David juga Seruni sedang duduk menatap ruang IGF didepannya.
"Tadi saya nggak sengaja lihat om makanya saya ikutin kesini.." lanjutnya.
"Oh iya, kamu udah tau apa yang terjadi ??"
"Sudah om, tadi Runi udah cerita. Tapi apa Arga udah tau kondisi ini???"
"Sudah, om tadi sudah menghubunginya. Dan terdengar Arga tadi sangat emosi.."
"Tentulah om, mana ada suami yang terima istrinya yang sedang hamil diperlakukan seperti ini.. "
Lalu terlihat David menghubungi Orland dan meminta Orland untuk segera datang ke kantor Ferrour Grup untuk mengamankan cctv diruangan Letta juga area kantor.
Tak lama muncullah Arga dengan langkahnya tergesa-gesa menghampiri ketiganya dibangku IGD.
__ADS_1
"Om.. om, gimana keadaan istri saya ??"
"Tenanglah Ga, Letta masih didalam masih ditangani sama dokter.." sahut David.
"Arletta pendarahan Ga, kan kondisinya tadi gak bagus.." isak Seruni menjelaskan yang akhirnya ditenangkan kembali oleh David.
"Akkhhhh ..!!!" dengan kesal Arga mengepalkan tanggannya dan memukul-mukulkan ketembok membuat Ilham segera menariknya.
"Tenang! Arletta butuh kamu yang tenang bukan emosi gini.. "
"Tapi istri Arga om, .." sesalnya menangkup wajahnya sendiri.
Dari kejauhan terlihat Reno datang seorang diri melangkah mengahampiri mereka. Hatinya hancur saat Arga menelponnya mengabarkan kondisi Arletta saat ini.
"Gimana keadaannya!!" tanyanya langsung.
"Masih ditangani dokter om.."
"David, bantu om amankan semua barang bukti.."
"Om tenang aja, Orland sudah disana. Saya sudah menghubunginya tadi .."
"Bagus! Terima kasih," menepuk bahu David beberapa kali.
Keluarlah seorang dokter laki-laki dari dalam IGD membuat Arga segera berlari menghampirinya.
"Dok, gimana istri saya ??"
"Istri bapak sekarang kondisinya sangat lemah, tapi alhamdulillah pendarahan sudah bisa dihentikan dan saat ini masih ditangani oleh dokter kandungan."
"Arletta .." sesal Arga menyenderkan punggungnya.
"Kalo begitu saya permisi.."
__ADS_1
"Terima kasih dok.." balas Ilham, sedang Reno sedang menenangkan Arga dan David tengah memeluk Seruni.
Sedangkan diluar sana Alfon sedang mengamuk dirumahnya, menghancurkan semua isi ruang kerjanya.