
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Letta terus memeluk tubuh Arum, Arga sekilas melirik dari kaca spion mobilnya sambil mengerutkan dahinya.
"Yank.. " panggilnya.
"Iya ?" Sahut Letta masih memeluk Arum.
"Jangan kenceng-kenceng, kasian anak kita kejepit nanti.. " protes Arga.
Perlahan Letta mulai melonggarkan pelukannya, dirapikannya rambut Arum yang berantakan menutupi wajahnya.
"Bibi pasti sembuh, aku bakal rawat bibi ya ..??" Gumam Letta sambil merapikan rambut Arum.
Arga begitu kagum menatap istrinya yang sangat perhatian dengan Arum, seolah ia melupakan semua sakit dan air mata yang ditorehkan bibi nya itu didalam hidupnya.
Mobil mulai memasuki halaman, dengan perlahan Letta keluar dibantu oleh End sedang Ali membawa masuk koper milik Arum.
"Sayang bisa ??" Tanya Letta saat melihat Arga kesuliatan mengeluarkan Arum dari dalam mobil.
"Bisa sayang, masuk dulu ya sama End.." lembut Arga bertutur kata.
End membawa masuk Letta kedalam rumah, perlahan Arga juga membawa Arum masuk kedalam rumah menyusul istrinya.
"Biar saya tuan, " tawar Ali saat berpapasan dengan Arga didepan pintu.
"Nggak usah, tapi tolong buka kamar tamu bawah ya .." ucapnya.
Ali berlari mendahului Arga, membuka pintu lalu menyiapkan ranjang untuk Arum tidur.
"Pelan-pelan tuan.." ucap Ali saat menatap Arga meletakan tubuh Arum.
Arga merenggangkan tubuhnya setelah berhasil meletakkan Arum diatas ranjang dengan nyaman. Letta masuk, ia menatap Arga yang sedang merenggangkan tanggannya.
"Capek ya ??" Dari belakang Letta memijat bahu Arga.
"Astaga kaget sayang.." serunya.
Arga membawa tangan Letta yang dibahunya untuk digenggam, dan dengan lembut dikecupnya tangan itu berulang kali.
"Tuan nona, kami permisi dulu.." seru Ali, lalu keluar mengajak End.
"Sayang, gimana ya kalo semisal ternyata End sama Ali nanti nikah ..??" Seru Letta mengutarakan isi fikirannya sambil cekikikan.
"Uhukk uhukk .. " End yang berada diluar kamar tiba-tiba saja terbatuk-batuk mengejutkan Ali.
"Kebanyakan nonton drakor ini .." menonyor pelan kepala istrinya.
Letta hanya tertawa sambil berjalan mengikuti Arga menuju sisi ranjang Arum. Duduk diatas pangkuan Arga sambil menatap Arum, Letta mulai menitikan air matanya.
"Kenapa nangis lagi sayang.." ucap Arga menghapus air mata Letta dengan tangannya.
"Sedih sayang liat bibi Arum kayak gini, " tangisnya menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Arga.
__ADS_1
Namun bukannya ikut bersedih, raut wajah Arga lebih menggambarkan sedang menahan sesuatu.
*
Cally merasa sangat tidak nyaman pada perutnya, diatas ranjang ruma sakit ia terus bergerak dengam gelisah menahan sakitnya.
"Sus ..!! Kemana dokternya, kenapa lama sekali !!" Teriak Cally marah.
"Maaf buk, tapi dokter masih memeriksa pasien mohon bersabar sebentar lagi ya.." ucap suster.
Cally hanya diam sambil menekuk kakinya untuk menahan sakit diperutnya. Tubuhnya semakin basah oleh keringat serta wajahnya mulai memucat.
"Selamat siang ibu.." sapa ramah dokter saat akan memeriksa Cally.
"Anda ini dokter macam apa!! Membiarkan pasiennya kesakitan !!" Amuknya.
"Mohon maaf ya buk, sekarang tolong telentang dulu biar saya periksa.." dengan sabar dokterpun mulai memeriksa Cally.
Selesai memeriksa, dokter memberikan suntikan untuk menghilangkan rasa sakit diperut Cally.
Duduk dimejanya, dokter mulai melakukan tanya jawab dengan Cally.
"Sejak kapan ibu merasakan mual serta tidak nyaman pada perutnya??"
"Baru tadi dok, tiba-tiba saja perut saya bagian bawah sakit lalu saya juga merasa sangat mual.." jelas Cally.
"Permisi ya buk, kalau boleh tau kapan terakhir ibu berhubungan dengan suami ??" Tanya dokter dengan hati-hati.
Cally terdiam, ia membeku mendengar pertanyaan dari dokter terhadapnya. Matanya mulai berkaca-kaca saat menyadari apa maksud dari pertanyaan dokter.
"Maaf dok, tapi saya belum menikah dan saya tidak pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun.." tegas Cally berbohong.
Sang dokter yang mendengar penuturan Cally dengan lugasnya kini merasa bimbang. Ia yakin pada diagnosanya, namun saat mendengar jawaban pasiennya ia mulai kebingungan.
"Sebaiknya kita melakukan tes urin dulu ya buk untuk memastikan semuanya.." tawar dokter pada Cally.
"Maaf sebelumnya buk, bukan kami meragukan ucapan ibu namun kita hanya membuktikan saja.."
"Lakukanlah jika itu bisa membuat dokter puas.." sombongnya.
Dokter dan suster saling bertukar pandang, lalu dokterpun menganggukan kepalanya.
"Mari ikut dengan saya buk.." ajak suster pada Cally.
Cally berjalan dengan angkuhnya mengikuti suster. Ia duduk antri bersama seorang wanita yang juga ingin melakukan tes urine.
"Silahkan ambil ini ya buk, nanti urine nya dimasukkan kedalamnya.." seru suster memberikan botol kecil kepada keduanya.
_____________________________________________
Arum mulai membuka matanya, ditatapnya langit-langit kamar yang berbeda dari kamar biasanya.
"Dimana ini ??" Gumam Arum sambil bangkit dari tidurnya.
Ditatapnya sekeliling kamar yang terasa asing baginya. Ia mulai melangkah turun dari ranjang berjalan menuju jendela besar kamar tersebut.
"Mataharinya cantik ya dad .." serunya menatap langit sore.
"Hahaha .. daddy gombal banget sih," Arum mulai tertawa dan berbicara sendiri seolah ada Alfon disampingnya.
End yang kebetulan melintasi kamar Arum mendengar samar-samar suara orang tertawa.
"Siapa yang sedange mengobrol ya ??" Tanya End menempelkan telinganya pada pintu.
"Daddy cantikan mommy apa matahati sore?" Tanya Arum seorang diri.
__ADS_1
"Tentu saja cantikan istriku ini .." ucap Arum menirukan gaya bicara Alfon dan membesarkan suaranya seperti laki-laki.
"Haha.. daddy kau makin hari makin pintar saja menggombal ya .." tawa riang Arum.
"Mana bisa aku menggombal mom, aku hanya berbicara kenyataan saja.." tirunya pada nada Alfon.
End semakin gelisah didepan pintu mendengar suara Arum yang seolah sedang bercanda dengan seseorang.
"Aku harus kasih tau nona dengan tuan .." serunya berbalik menaiki tangga menuju kamar tuannya.
Sedangkan didalam kamar, Arga sedang menyisir rambut Letta sehabis mandi. Dengan penuh sayang, Arga menyisir dengan sesekali menciumi wangi rambut istrinya.
"Kapan selesainya kalo diciumin terus sayang .." protes Letta bernada manja.
"Hehe habisnya gemes sih.." seru Arga.
Tokk.. tokk.. tokkkk,
Arga juga Letta bersamaan menolehkan kepalanya pada pintu yang sedang diketuk dengan kencangnya.
"Siapa sih ngetok pintu kayak gitu ??" Gerutu Arga, lalu ia mulai melangkahkan kakinya membuka pintu kamarnya.
Krekk..
"Tuan, tuan muda .." seru End gelagapan akibat berlari menaiki tangga.
"End .. end tenang, tarik nafas dulu terus tahan 5 tahun ya .." canda Arga yang masih kesal dengan cara End mengetuk pintunya.
End memelototkan matanya saat mendengar candaan dari tuannya. Lalu ia dengan spontan juga menjawabnya.
"Saya mati dong tuan??"
"Urusanmu itu. Ada apa kau mengetuk pintu kamarku?? Untung saja tidak roboh.." gerutunya.
"Tuan nyonya Arum sudah sadar, tapi saya mendengar beliau berbicara sendiri bahkan tertawa sendiri.." lapor End.
Arletta mendengar nama Arum disebut, ia pun perlahan berjalan menuju depan pintu.
"Ada apa dengan bini ??" Tanya Letta.
"End mendengar bibi berbicara dan tertawa sendiri sayang.." jawab Arga.
Arletta terkejut, ia menutup mulutnya dan berpegang pada suaminya.
"Sayang .." kaget Arga.
"End panggil dokter Daniel, dan minta dia kesini sekarang.
End menganggukan kepala lalu berlari menuruni anak tangga. Arga menatap Letta yang sudah berlinang air mata.
"Kita lihat bibi ya, tapi jangan memangis kasian bibi nanti.." ucap Arga.
Dengan perlahan keduanya turun dan berjalan menuju kamar Arum. Arga juga Letta mendengar sendiri sayup-sayup suara Arum yang sedang berbincang dengan dirinya sendiri.
Arga masuk dengan menggandeng tangan Letta dibelakangnya. Mata Letta berlinang air mata saat dengan matanya sendir ia melihat Arum sedang tertawa bahagia seorang diri.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
__ADS_1
...šš...