
...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...
○like
○komen
○vote
○share cerita
○juga masukan dalam keranjang favorit kalian
...-------------------------🌾------------------------------...
Laisa begitu lelah dengan aktivitasnya dikampus, belum lagi penolakannya pada Danu membuat semua orang bergosip membicarakannya. Bahkan Danu sendiri yang sudah ditolaknya masih begitu berani mengejar dan memaksanya untuk bersedia menjadi kekasihnya.
Mira yang tahu jika sepupunya sedang lelah berinisiatif untuk mengajaknya pulang lebih awal, sebab memang keduanya sudah tak ada lagi mata kuliah selanjutnya.
"Gue aja yang bawa mobilnya," ucap Mira merebut kunci dari tangan Laisa.
"Dengan sangat senang hati," balasnya dan langsung memasuki mobilnya.
Danu melihat kepergian Laisa, ia begitu marah dengan semua penolakan Laisa terhadapnya. Ia pun meminta beberapa orang untuk melaksanakan perintahnya.
Kedua wanita itu berkendara dengan santainya, bahkan tak habis mereka terus saja berbicara membahas apapun yang dapat dibahasnya. Namun tiba-tiba ada dua mobil hitam yang menggiring keduanya untuk mengikuti mereka.
Mobil terus dipepet hingga Mira tak ada celah untuk menghindar, hanya bisa mengikuti kemana dua mobil itu pergi membawanya.
"Sa, ini gimana?"
"Kita ikuti aja, nggak ada celah juga buat kita kabur Ra."
Laisa mengeluarkan ponselnya, baru saja ia akan menghubungi Shaka tiba-tiba Mira mengerem mobil secara mendadak. Ponsel terjatuh dan membuat Laisa hampir terjatuh dibuatnya.
__ADS_1
Segerombolan orang-orang itu turun mengelilingi mobil Laisa, tak ada cara lain selain melawan mereka.
"Gue turun, loe hubungin kak Shaka ya. Pastiin kak Shaka cepet datang karna gue bakal ulur waktunya," ucap Laisa.
"Nggak ada ya, kita lawan mereka bareng-bareng."
"Tapi-
"Sa jangan bodoh, gue tahu loe jago bela diri tapi loe lihat ada berapa banyak lawan loe saat ini."
Laisa menganggukan kepalanya, dan kedua gadis itu mulai turun dari mobil. Terjadilah pertarungan, Laisa dan Mira begitu kewalahan melawan laki-laki yang jumlahnya cukup banyak itu. Mulai kelelahan, Mira kehilangan konsentrasinya hingga mampu dilumpuhkan oleh mereka.
"Mira," teriak Laisa saat melihat Mira terkena pukulan salah seorang laki-laki.
Dan saat Laisa lengah, mereka dengan segera memukul tengkuknya hingga membuat Laisa jatuh tak sadarkan diri.
"Bawa dia, tugas kita hanya perempuan ini."
"Laisa, nggak. Lepasin Laisa," teriak Mira.
"Leo pikirin aja gimana loe selamat."
Kedua mobil itu pergi dengan membawa Laisa bersamanya, Mira menangis melihat saudaranya dibawa pergi tanpa ia bisa berbuat apa-apa. Ia merasa begitu tak berguna hingga ia banjir dengan air mata.
Dengan sisa-sisa tenaganya, Mira mencoba bangkit dan menghubungi Shaka untuk meminta bantuannya.
Shaka yang sedang bersama Nakila mengerutkan dahinya saat melihat Mira menghubunginya. Baru saja ia menerima panggilan tersebut, ia sudah mendengar suara tangisan dari Mira.
"Kak Shaka tolong," tangisnya.
"Mira, ada apa? Kamu kenapa," tanyanya berusaha tenang. Nakila melihat sekilas wajah rekannya tersebut dan kembali fokus pada foto-foto Laisa.
"Kak Shaka, tolong. Laisa dibawa orang," ucap Mira.
__ADS_1
Shaka terkejut dengan apa yang didengarnya, ia terdiam dengan deru nafas memburunya. Arnez yang merasa curiga dengan gelagat tuannya segera mendekatinya, begitu pula dengan Nakila yang terus memperhatikan ekspresi rekannya.
"Kirim lokasi kamu sekarang juga. Jangan kemana-mana kakak kesana sekarang."
"Nez siapkan beberapa anak buah, ikutin kemana kita pergi," perintah Shaka setelah memutus panggilannya.
"Ada apa tuan?"
"Laisa dibawa orang, saya nggak mau adik saya lecet sedikitpun," ucapnya dengan ekspresi wajah begitu dingin dan membunuh.
Namun saat kedua laki-laki itu masuk ke dalam mobil, Nakila juga ikut serta didalamnya. Awalnya Shaka meminta rekannya itu untuk turun, tapi setelah mendengar alasan Nakila Shaka pun mengijinkannya ikut serta.
Tubuh Laisa begitu kesakitan, terutama tangannya yang kini diikat kebelakang oleh orang-orang yang menculiknya. Matanya yang terpejam kini mulai terbuka dan melihat sekelilingnya, namun ia tak tahu dimana dan kemana ia akan dibawa.
Beruntung, saat mobil berhenti dilampu merah Laisa melihat ALex dengan temannya. Tak ada cara selain meminta bantuan darinya. Ia mengerahkan semua tenaganya untuk membuka ikatan tersebut, dan ..
"Pak Alex tolong, tolongin saya pak. Pak tolong," teriak Laisa sambil menggedor kaca mobilnya.
Para penculik terkejut dan berusaha menghentikan Laisa, namun tenaga Laisa yang kuat sedikit menyusahkan mereka.
"Lex, kayaknya tuh cewek lagi minta tolong sama loe deh," ucap temannya.
ALex pun dengan cueknya melihat kearah pandang temannya, dan betapa ia terkejut saat melihat Laisa sedang dibungkap oleh beberapa laki-laki disekelilingnya. Lampu hijau, semua mobil berjalan termasuk mobil yang membawa Laisa.
"Brengsek, loe pegangan deh gue mau ngebut."
"Woy, woy kenceng amat. Tuan singa udah nemu pawangnya nih kayaknya," ledeknya saat melihat Alex dengan kecepatan mobilnya. Alex tak menanggapinya, hanya Laisa kini yang memenuhi pikirannya.
Laisa dibawa paksa masuk kedalam sebuah rumah yang tak tahu itu dimana, tubuhnya didorong masuk kedalam sebuah kamar yang begitu gelap. Tubuhnya menggigil ketakutan, ingatan penculikannya semasa kecil kembali terbanyangkan.
"Mama, mama dimana. Mama Laisa takut, mamaa," tangisnya memanggil Letta mamanya.
"Kak Shaka, tolong Laisa kak. Takut, Laisa takut kak," memeluk kedua lututnya dengan tubuh gemetaran.
__ADS_1
Laisa ketakutan, semua bayangan masa laluny muncul dengan begitu saja hingga ia tak sanggup menghadapinya.
...•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••...