Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
72


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


_______________________________________🌾


...āœ...


Pagi yang sibuk,


Arga sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang CEO, tapi ia tak pernah lupa memastikan kondisi istrinya.


"Manda ., cari tau dimana tempat paling romantis di Jakarta .." perintah Arga saat Manda datang meminta tanda tangannya.


"Bapak ingin suasana seperti apa ??" tanya Manda balik.


"Tenang, romantis tapi pemandangannya bagus .." rinci Arga.


"Untuk hari apa pak ??".


"Sabtu depan jam 7 malam .." .


"Saya siapkan semuanya pak, ".


"Terima kasih .." tulus Arga berucap, lalu Manda pun keluar melanjutkan pekerjaannya.


Mengkhayalkan malam romantis yang akan ia habiskan bersama Arletta berdua saja membuat wajah Arga tiba-tiba tersipu malu.


Merah pipinya serasa terbakar, Arga yang tak tahan segera menghubungi istrinya.


šŸ“² "Sayank kamu dimana ??" tanya Arga setelah panggilannya terhubung.


šŸ“² "Ini di cafe mas lagi tunggu client nya .." jawab Letta dengan sesekali memainkan bibir gelasnya.


šŸ“² "Dimana End juga Ali??".


šŸ“² "Aku memintanya duduk dibelakangku, lagian disini juga ada Verrel sama aku kok .." jelas Letta sambil menatap Verrel yang sedang tersenyum kepadanya.


šŸ“² "Okelah, semangat kerjanya yank. Ingat untuk tidak lelah saat bekerja!!" setelah itu Arga mematikan ponselnya.


Tak lama setelah itu datanglah client yang keduanya tunggu. Hampir 2 jam berbincang membuat Letta merasakan kelaparan.


"Nona menginginkan sesuatu ??" End yang menyadari keadaan nona mudanya segera menghampiri dan bertanya.


"End aku lapar," cemberutnya.


Lalu tanpa diminta End pergi dan kembali membawa kentang goreng yang ia letakan dimeja.

__ADS_1


"Maaf pak kalau saya tidak sopan, tapi sepertinya anak saya sedang kelaparan .." seru Letta sambil tersenyum malu.


"Silahkan bu Letta, kami sangat maklum dengan keadaan anda saat ini .." seru client.


Namun ada sepasang mata yang tiba-tiba menatap kearah mereka, ia adalah Cally.


Awalnya ia hanya ingin mampir membeli makanan untuk dibungkus. Namun melihat sosok yang dibencinya membuat ia mengurungkan niatnya.


Perlahan ia berjalan mendekati meja Letta, tak lupa ia juga membawa sebuah gelas penuh dengan orange jus ditangannya.


byurr ..


Cally menyiramkan jus itu tepat diatas kepala Letta. Semua orang terkejut, terlebih End juga Ali yang merasa lengah menjaga nona nya.


"Lepaskan gue!!" berontak Cally saat End juga Ali mencengkeram lengannya.


"Apa ibu baik-baik saja ??" tanya client yang terus memandangi Letta.


"Saya baik-baik saja pak," senyumnya dan terlihat membersihkan baju bawahnya.


"Apa anda gila nona Cally ??" seru Verrel terpancing emosi.


"Verrel tenang!" seru Letta namun ia masih fokus membersihkan wajahnya dengan santai.


"Perempuan ini pantas mendapatkannya, bahkan harusnya lebih dari ini!!" teriak Cally mengundang mata lainnya.


"Kau!!" ingin Verrel maju dan menutup mulut Cally, namun tangannya dicekal oleh Letta membuatnya heran.


"Kalian semua dengar, dia adalah adikku. Adik yang telah aku sayangi sepenuh hati, tapi dengan teganya ia menjebak tunanganku hingga hamil dan terpaksa dinikahi oleh tunanganku!! sandiwara Cally dengan air mata buayanya.


"Apa salahku terhadapmu ?? kenapa kamu tega menusuk kakakmu sendiri.." dramanya berteriak mengundang simpati orang.


"Teganya kamu adikku menjebak tunanganku untuk tidur denganmu .." .


"Sekarang dengan bangganya kamu berjalan dan bertingkah didepanku!!"


Letta masih diam, tak bergerak sedikitpun membuat Verrel juga anak buahnya heran. Sedang clientnya mulai termakan drama yang dimainkan oleh Cally.


"Bu Letta??" panggil clientnya.


"Apa kamu tidak takut kalau nanti anakmu yang akan menanggung dosamu!!" teriaknya.


Terlihat Letta meletakan tisu yang digunakannya tadi. Perlahan berdiri dan berbalik menatap wajah Cally.


Plakk ..


Satu tamparan didapat Cally, tangan halus itu memerah selepas menamparnya.


"Anda boleh menghina saya sesuka anda nona Cally , anda bisa melukai saya sepuas anda. Tapi jangan pernah libatkan anak saya didalamnya!!" dengan berani Letta mencengkeram rahang Cally.


"Lepaskan dia.." titah Letta.

__ADS_1


"Tapi," ragu End menatap Ali.


"Lepaskan!"


Tak ada pilihan, End serta Ali melepas cengkraman mereka.


Cally yang terbebas maju dan berusaha menyerang Letta, namun sialnya Letta yang sudah tau segera menghindar.


Brakk ..


Cally tak waspada hingga akhirnya ia menabrak meja dan berakhir jatuh dengan tumpahan makanan ditubuhnya.


Perlahan Letta maju, dan dengan sengaja ia menginjak tangan Cally yang berada dilantai.


"Akkkhh .." teriaknya kesakitan.


"Jangan anda kira saya adalah Letta yang dulu bisa anda injak-injak nona Cally.." ucapnya, namun tindakannya itu mengejutkan semua orang.


"Asal kalian tau, saya tidak pernah merebut suami saya dari siapapun. Saya Arletta Ferrour istri Sah dari Arga Wijaya tidak pernah melakukan tindakan hina seperti yang dituduhkan!!" seru Letta dengan lantang disambut senyuman dari clientnya.


"Jangan munafik .." sinis Cally masih dengan ekspresi kesakitan nya.


"Munafik itu anda, anda juga keluarga anda berusaha merebut semua yang saya miliki. Dan lihat, daddy anda berakhir dibalik besi bukan .." sinis balik Letta yang akhirnya memindahkan kakinya dari tangan Cally.


"Wanita ini adalah Cally Braham, anak dari pengusaha yang saat ini dipenjara Alfon Braham. Dia wanita yang terobsesi dengan suami saya dan telah melakukan berbagai cara untuk menjebak suami saya, namun sayangnya selalu gagal.." ejeknya.


"Semoga kejadian ini bisa membuat anda sadar siapa saya saat ini nona Cally Braham .." seru Letta penuh wibawa lalu ia berpamitan dengan client dan semua orang yang sedang menatapnya.


________________________________________


Reno saat ini sedang bersama Ilham serta kedua istrinya menikmati secangkir teh diarea puncak. Keduanya sedang melakukan pengecekan pabrik teh juga lahan yang akan mereka bangun sebuah hotel sebagai tanda kerja sama keduanya.


"Bagaimana dengan rencana awal .." tanya Reno.


"Saya setuju, biarkan ini menjadi penghormatan pertemanan kita .." senang Ilham saat bersuara.


"Kita akan mendesain ini sesuai apa yang diimpikan oleh Emly yang mengimpikan hotel bergaya kuno.." timpal Elena.


"Tentu, ini akan kita bangun sesuai desain Emly namun akan ada sentuhan modern juga untuk sisi lainnya..".


"Kami percaya seorang Reno Wijaya tidak pernah mengecewakan.." bangga Ilham dan berakhir dengan tawa.


Keduanya sepakat akan mewujudkan impian Emly unyuk memiliki sebuah hotel dengan desainnya sendiri bergaya kuno.


Hotel bergaya kuno dengan bangunan berbentuk clasik ditambah sejuknya pepohonan yang akan menghiasi setiap jalannya.


Juga akan ada area taman bungan untuk mengenang bagaimana Emly sangat menyukai tanaman juga bunga.


"Anda mereka disini, saya yakin mereka akan sangat bahagia.." sedih Flora saat mengingat Emly dalam ingatannya.


Susana semakin sendu saat mereka teringat dengan Arlett yang harua berjuang seorang diri disaat orang tuanya telah tiada.

__ADS_1


Namun kini mereka bertekat akan membuat Letta bahagia untuk menebus penderitaan gadis itu dimasa lalu.


Namum mereka juga tak sadar ada mata yang terus mengintain harinya.


__ADS_2