Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
107


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Cally begitu kesakitan hingga keringat semakin membanjiri tubuhnya. Namun tiba-tiba ia dikejutkan dengan sesuatu yang terasa hangat mengalir dikakinya.


"Darah ??" Pekiknya terkejut.


Cally panik , ia berusaha untuk bangun dan meminta pertolongan. Namun ia tak bisa, sedikit gerakan sangat membuatnya kesakitan dan ia tak sanggup dengan itu.


"Bibiii, bikk .. " teriak Cally.


Jarak antara kamarnya dilantai atas juga dapur sangatlah jauh, jadi mustahil jika pelayan mendengar teriakannya.


"Tidak, kamu harus bertahan nak.. " seru Cally memohon.


Ia menarik paksa tubuhnya untuk keluar dari kamar, namun belum cukup jauh ia bergerak perutnya kembali terasa sakit berlipat-lipat.


Namun keberuntungan berada dipihaknya, seorang pelayam tiba-tiba mengetuk pintu kamarnya untuk mengantarkan makanan.


Tokk.. tokk ,


"Permisi non, ini bibik.. " ketuknya.


"Bibi.., !! Bik tolong saya .. " teriaknya dengan sisa-sisa tenaganya.


Pelayan begitu terkejut mendengar suara teriakan nona nya dari dalam kamar. Dibukanya pintu kamar, dan iapun terkejut mendapati apa yang terjadi dengan nonanya.


*


Dengan sangat hati-hati Arga mendorong kursi roda Letta menuju ruang bayi untuk melihat anaknya.


Namun ditengah jalan Ali serta End datang membawakan beberapa baju milik Letta juga untuk anaknya.


"Selamat pagi tuan, nona .. " sapa keduanya bersamaan.


"Pagi .." balas Arga.


"Mungkin kalau ada orang yang lewat kalian pasti disangka anak kembar.. " celetuk Letta mengamati keduanya dari atas hingga bawah.


"Maksudnya apa sayang ??" Heran Arga.


"Lihat aja sayang, pakaian udah sama kan hitam putih. Terus cara mereka berdiri sama juga, nyapa kita aja juga barengan.."


"Mungkin mereka bukan anak kembar yank ,"


"Terus apa ??"


"Jodoh ??"


Komentar Arga sungguh mengejutkan ketiganya, terlebih kedua bodyguard yang digunjingkannya itu. End dan Ali secara bersamaan juga terbatuk saat mendengar ucapan bos nya.


"Yank ..!!" Seru Letta.


"Kenapa ?? Aku salah ??"

__ADS_1


"Enggak, tapi kamu pinter banget tau.." tawa Letta memeluk tangan Arga yang sedang mendorongnya.


"Biar saya yang mendorongnya tuan," tawar End, lalu mengambil alih kursi roda Letta.


"Kalau begitu saya bawa pakaian nona kedalam kamar dulu, "


"Ya.."


"Permisi tuan .. "


Ali berjalan menuju kamar rawat sedang ketiganya berjalan menuju ruang bayi.


Letta begitu antusias melihat anaknya, ia bahkan sejenak melupakan kepergian Ilham juga Flora.


Didalam ruang bayi, anak Letta terus saja menangis didalam inkubatornya. Suster juga dokter terlihat sedang berusaha menenangkannya.


"Sayang .. bayi kita ," cemas Letta.


Lalu Arga mengetuk kaca besar dihadapannya , mengalihkan pandangam suster juga suster didalamnya.


Suster keluar menghampiri keduanya dengan sangat terburu-buru.


"Ada yang bisa saya bantu pak, bu ??" Tanya suster dengan nada kelelahan.


"Kami orang tua dari bayi yang sedang menangis itu sus, " seru Arga.


"Apa yang terjadi dengan anak saya sus ??" Panik Letta.


"Oh kebetulan sekali, silahkan ikut saya masuk kedalam untuk bapak sama ibu .."


Arga bersama Letta mengikuti suster masuk kedalam. Mata Letta menatap bayi mungil yang kini menangis bahkan tanpa air mata didalam inkubatornya.


"Anak mama kenapa menangis ??" Tanya Letta sambil membelai wajah anaknya lewat jendela inkubator.


"Bayinya sedikit demam pak, bu jadi rewel. Mungkin lebih baik diberi asi dari ibunya saja dulu.. " seru dokter.


_____________________________________________


Cally perlahan mulai membuka matanya, pandangan asing mulai memenuhi indera penglihatannya.


"Dimana ini ??" Batinnya.


Saat akan menggerakan tubuhnya, tiba-tiba saja perutnya terasa sangat sakit.


"Aww .. " pekiknya.


"Non.. non sudah sadar ??" Kaget pelayan yang membawa Cally kerumah sakit.


"Bibi tadi takut banget saat lihat non pingsan dan ada darah, bibi langsung manggil supir sama satpam buat bantu bawa non kerumah sakit.. " jelas pelayan.


Cally hanya menatap dan tersenyum pada pelayannya itu. Sebuah senyum yang bahkan tak pernah ia lihat dari nona besarnya.


"Makasih ya bik, udah bawa saya kesini.. "


"Sama-sama non, bibi wajib lakuin itu buat non.."


"Tapi bik-


"Anak non baik-baik saja, dokter juga sudah menyuntikkan penguat kandungan non.. "


Cally begitu lega saat mendengar bahwa kandungannya baik-baik saja. Ia sempat khawatir akan terjadi sesuatu saat mengingat ada banyak darah mengalir lewat kakinya.


"Non.. "


"Saya tau bibi mau tanya apa. Ayah dari anak ini baru saja meninggal dalam kecelakaan, dan saya akan merawat bayi ini seorang diri.."

__ADS_1


"Bibi bakal temenin non buat ngerawat anaknya nanti .. "


Cally begitu bahagia mendengar ucapan pelayannya, ia mengira hanya akan ada dia yang nantinya mau merawat anak ini. Namun kini ada pelayannya yang siap membantu, dan ia begitu berterima kasih atas itu semua.


Letta kini menatap anaknya yang tengah tertidur pulas setelah meminum asi nya. Ia sudah tidak rewel seperti sewaktu dirinya juga Arga datang.


"Demamnya juga sudah turun, sepertinya dia hanya merindukan ibunya saja .. " ucap dokter menatap Letta dengan senyum tulusnya.


"Kapan anak saya bisa keluar dari inkubator dok..??"


"Kita pantau terus kondisi tubuhnya ya buk, jika anak sudah bisa beradaptasi dengan sekitarnya kita akan mengeluarkannya dari inkubator.


"Saya ingin memeluk dan menciumnya dok.."


Letta mulai menitikan air matanya saat tak bisa memeluk anaknya. Ia begitu sedih menatap bayi mungil yang kini sedang menggenggam telunjuknya.


"Asalkan ibu rutin memberikannya asi, saya jamin bayi ibu akan segera keluar dari kotaknya..,"


"Sebab obat terbaik untuk seorang anak bayi adalah asi dari ibunya .. " lanjut dokter.


Ada sedikit rasa senang setelah ia menemui bahkan memberikan asinya untuk sang bayi. Namun saat ia akan kembali ke kamar, tiba-tiba saja Letta menghentikan kursi rodanya.


"Kenapa yank ??" Tanya Arga yang berdiri disampingnya.


"Aku mau menemui kak Runi.. "


"Nanti ya, kamu perlu istirahat.."


"Biar aku sendiri yang kesana.."


"Oke-oke aku antar kesana.. "


Letta yang nekat ingin pergi sendiri membuat Arga terpaksan memenuhi permintaannya.


Keduanya masuk kedalam kamar yang penuh dengan suara alat rumah sakit. Letta berhenti tepat disamping Seuni.


Tubuh yang biasa ia lihat begitu kuat serta energik kini terkulai lemah tak sadarkan diri bahkan dengan banyaknya alat untuk mendeteksi kehidupannya.


"Sebaiknya kita beri mereka waktu berdua.." seru David.


"Kita keluar .." seru Arga.


Letta mulai mengulurkan tangannya, digenggamnya tangan Seruni yang dingin itu. Hanya diam, namun Letta menitikan air matanya membasahi tangan Seruni.


"Kak.. "


"Kak Runi bangun .."


"Hiks.. hikss.. kaka bangun, " seru Letta mulai menangis.


Dipeluknya tangan Seruni, Letta menangis sejadinya didalam sana. Ia mengeluarkan semua kesedihan juga sesak didalam dadanya.


Arga juga David yang berada didepan hanya diam menundukkan kepalanya sat suara nyaring tangis Letta terdengar indera pendengarannya.


"Aku akan membalasnya untuk setiap tetes air mata kamu sayang..!!" Batin Arga begitu marah juga terluka saat mendengar tangis pilu istrinya.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2